oleh

Kampung Glintung Layak Jadi Kawasan Percontohan Ideologi Pancasila

-Berita Terkini-143 kali dibaca

MALANG – Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno merasa takjub dengan konsep penataan lingkungan Kampung Glintung Go Green (3G), Kota Malang. Puti menyebut kampung di tengah Kota Malang sebagai kawasan percontohan ideologi Pancasila.

“Kami menilai kampung ini layak sebagai representasi Pancasila yang sesungguhnya. Warga di sini benar-benar mengaplikasikan konsep persatuan demi kesejahteraan bersama,” kata Puti, saat meninjau Kampung Glintung, Selasa (20/2/2018).

Di lokasi yang berada di RW 23 Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang ini, Puti menyaksikan sendiri konsep penataan lingkungan berbasis pemberdayaan masyarakat tersebut.

Cawagub pendamping Cagub Saifullah Yusuf atau Gus Ipul ini meninjau berbagai konsep penataan lingkungan yang dikembangkan warga yang dipandegani Ketua RW setempat, Bambang Irianto.

Di antaranya, vertikal garden, hidroponik, bank sampah, pembuatan minuman herbal, hingga konsep pengembangan yang paling populer, bank water.

Atas berbagai terobosan itu kampung ini lantas mendapat berbagai penghargaan. Bukan hanya regional, namun juga nasional, bahkan internasional.

“Lingkungan adalah ibu pertiwi. Sudah seharusnya kita memikirkan cara paling efektif menjaga keberlangsungan lingkungan melalui berbagai terobosan,” ujar Puti.

Dia mengakui, untuk mengaplikasikan konsep tersebut, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi, dengan melibatkan kesadaran masyarakat.

Untuk itulah, Puti kemudian berinisiatif untuk mengaplikasikan hal serupa di Madura. Menurutnya, apabila hal tersebut dikembangkan di Madura, bukan hanya berguna bagi lingkungan namun juga sekaligus meningkatkan taraf hidup ekonomi sekitar.

Sebab, kampung tersebut juga menarik banyak wisatawan, mulai dari sekadar melihat, hingga melakukan peneltian.

“Mungkin nggak, kalau konsep serupa juga diterapkan di Madura? Menurut saya, konsep itu bagus sekali kalau bisa dikembangkan di wilayah yang memang membutuhkan konsep pengembangan berbasis masyarakat,” katanya.

Ke depan, tambah Puti, konsep penataan lingkungan serupa harus diaplikasikan di wilayah lain. Sebab, pemberdayaan ini bukan hanya bermanfaat bagi lingkungan, namun masyarakat itu sendiri.

Soal pengembangan kampung go green di daerah lain, Bambang Irianto menyebut bahwa beberapa daerah memiliki potensi untuk mengembangkan program serupa.

“Sangat mungkin sekali. Saya sudah memberikan pendampingan di Pamekasan dan Banyuwangi,” jelas Bambang. (goek)