Rabu
12 Agustus 2026 | 2 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kampung Brem Terkendala Bahan Baku Beras Ketan

pdip-jatim-pak-kus-brem-madiun1

Biaya produksi kue brem menjadi tinggi karena bahan baku dibeli dari luar kota. Belum lagi persoalan pemasaran. Dibutuhkan koperasi sebagai penjamin ketersediaan pasar sehingga petani berminat menanam padi ketan sekaligus pemasarannya.

BEBERAPA kendala itu diketahui Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Kusnadi SH MHum saat blusukan ke sentra produksi brem, makanan khas Madiun, di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Senin (28/8/2017) siang.

“Kendalanya ada di bahan baku. Kami harus ambil beras ketan dari luar kota. Dari Ngawi atau Bojonegoro,” ungkap Bu Supiati kepada Kusnadi. “Petani di sini maunya hanya menanam padi,” tambah Supiati buru-buru.

Soal petani setempat yang belakangan waktu beralih ke padi, kata Supiati, dikarenakan ongkos produksi padi ketan relatif lebih mahal ketimbang padi.

“Kalau padi, selesai panen langsung ada yang beli. Beda dengan beras ketan. Harus dikeringkan dulu selama dua hari, lalu mencari pembeli,” katanya.

Untuk persoalan ini, Supiati tak kehilangan akal. Ia pun membuat semacam rumah pengeringan padi ketan. Rumah pengeringan berbahan plastik atom itu berfungsi sebagai gudang penyimpanan di saat musim hujan.

Termasuk rasa sekaligus kemasan atau bungkusnya. “Kalau dulu bentuknya cuma lempengan kotak saja.”

Sementara itu, Sekdes Kaliabu Erna mengatakan, keluhan dari Supiati terhadap bahan baku menjadi fenomena umum produsen brem di desanya yang terdata sekitar 60-an pengusaha.

Karena itu pihaknya berencana membuat koperasi untuk memastikan tersedianya bahan baku brem. “Kami sudah wacanakan itu. Akan kami wadahi melalui Bumdes (badan usaha milik desa).”

Selain Bumdes, pihaknya mulai  memikirkan cara memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. “Beberapa waku lalu kami coba-coba jualan melalui media sosial. He he he..  Alhamdulillah ada yang beli juga. Dari Kalimantan dan Sulawesi.”

Terhadap persoalan-persoalan tersebut, Kusnadi menyampaikan akan meneruskannya ke pihak DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun.

“Dari DPC nanti biar menugaskan anggotanya yang menjadi dewan untuk mencarikan solusi atas persoalan-persoalan tersebut,” katanya. (hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Banteng DKI Jakarta Vs Jateng Skor 1:0, Talenta Muda Bermunculan

GRESIK – Banteng DKI Jakarta berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Banteng Jateng FC dalam lanjutan kompetisi ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tegaskan Bullying Tak Boleh Dibiarkan, Masa Depan Kediri di Tangan Anak Muda

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan bullying dan pergaulan bebas harus dicegah di kalangan pelajar. ...
KRONIK

Drama Tujuh Gol, Banteng Kalbar Taklukkan Maluku 4-3 di Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Tim Banteng Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil mengamankan tiga poin perdana setelah memenangi laga ...
SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...