oleh

“Kader PDI Perjuangan Tidak Punya Pilihan, Kecuali Memperjuangkan Cita-cita Pancasila”

JOMBANG – Ketua Deputi Advokasi Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila Hariyono mengapresiasi kegiatan Pendidikan Kader Madya yang difasilitasi DPD PDI Perjuangan Jatim.

Hal ini dia sampaikan saat menjadi pembicara sesi “Peran kader dan partai dalam pembumian Pancasila” di acara Pendidikan Kader Madya yang diselenggarakan Badiklat DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, di Wonosalam Traning Center, Jombang.

Pendidikan kader madya yang diikuti 121 peserta ini berlangsung selama lima hari mulai Rabu (26/7/2017) hingga Minggu (30/7/2017).

Menurut Hariyono, kegiatan ini memiliki posisi strategis untuk memberikan kontribusi positif dalam menggelorakan semangat Pancasila pada jajaran kader pada satu sisi, dan usaha mengaktualisasikan  nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal ini perlu mendapat penekanan karena antara cita-cita dan realitas Pancasila masih ada kesenjangan cukup lebar.

Sebenarnya hal ini bukan sesuatu yang baru. Bahkan, ungkap Hariyono, Bung Karno pada sebelum mengakhiri pidatonya di depan sidang BPUPK pada tanggal 1 Juni 1945 menyatakan, “Maka dari itu, jikalau bangsa Indonesia ingin supaya Pancasila yang saya usulkan itu, menjadi suatu realitet, yakni jikalau kita ingin hidup menjadi satu bangsa, satu nationaliteit yang merdeka, ingin hidup sebagai anggota dunia yang merdeka, jang penuh dengan perikemanusiaan, ingin hidup di atas dasar permusyawaratan, ingin hidup sempurna dengan sociale rechtvaardigheid, ingin hidup dengan sejahtera dan aman, dengan Ke-Tuhanan yang luas dan sempurna, –jangalah lupa akan syarat untuk menyelenggarakannya, ialah perjuangan, perjuangan, dan sekali lagi perjuangan. … Nanti kita, bersama-sama, sebagai bangsa yang bersatu-padu, berjuang terus menyelenggarakan apa yang kita cita-citakan di dalam Pancasila”.

“Hal ini membawa implikasi bahwa kader-kader PDI Perjuangan sebagai partai yang selalu konsisten memperjuangan Pancasila dan pemikiran Bung Karno tidak mempunyai pilihan kecuali memperjuangkan cita-cita Pancasila, baik secara individual, sosial hingga struktural,” kata Hariyono.

PDI Perjuangan, lanjut dia, harus terus menerus menjalankan Machtsvorming, pembikinan kuasa dalam segala bidang untuk dapat mengaktualisasikan Pancasila secara maksimal. Hal tersebut hanya bisa terwujud melalui perjuangan yang dipimpin pengurus visioner dan didukung kader yang cerdas dan militan.

“Dan saya yakin, saudara-saudara yang ikut diklat kaderisasi ini bukanlah anggota dan pengurus partai-partai yang biasa. Saudara-saudara semua adalah kader yang luar biasa, kader yang  bukan bermental kambing, yang hanya bisa mengeluh menghadapi situasi dan keadaan. Saudara adalah  kader-kader yang bermental “Banteng Sejati” , kader yang selalu berjuang untuk kebaikan, kemajuan bangsa dan negara,” tegasnya. (goek)