oleh

Jokowi: Santri Tidak Sulit Mencintai Agama Sekaligus Mencintai Bangsa

-Berita Terkini, Kronik-11 kali dibaca

SURAKARTA – Presiden Joko Widodo mengatakan, menjadi santri adalah menjadi Islam yang cinta bangsa, menjadi pribadi muslim yang religius, dan santri yang berakhlakul karimah sekaligus nasionalis sebagaimana diteladankan para kiai dan para ulama.

“Saya sangat paham pada sikap kebangsaan para kiai dan para santri saat dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit. Para kiai, para santri selalu menempatkan kepentingan bangsa dan negara sebagai yang pertama sesuai dengan tradisi kesantrian,” kata Jokowi, saat memberikan sambutan Apel Akbar Santri Nusantara, di Benteng Vastenburg, Kota Surakarta, Sabtu (20/10/2018).

Oleh sebab itu, Jokowi merasa bersyukur bangsa Indonesia dipandu oleh tradisi kesantrian yang kuat, tradisi penghormatan dan penghargaan yang tinggi kepada sesama manusia. Selain itu juga menjunjung tinggi prinsip hablum minallah dan hablum minannas, yang memaknai cinta tanah air sebagai bagian dari iman.

“Saya tahu santri tidak sulit mencintai agama sekaligus mencintai bangsa dan negara. Bahkan mencintai agama dan bangsa itu dilakukan secara bersama,” ucapnya.

Kepala Negara mengatakan bahwa segala ragam perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia adalah anugerah yang diberikan Allah kepada yang harus terus disyukuri.

Perbedaan-perbedaan itu mengharuskan bangsa Indonesia untuk saling mengenal, saling menghargai, saling menghormati di antara kita, antarsuku, antaragama, antartradisi, antaradat, dan antarbahasa daerah yang berbeda-beda.

Oleh sebab itu, dia mengingatkan jangan sampai ada saling ejek atau saling mencela di antara warga negara, karena aset terbesar bangsa Indonesia adalah persatuan, kerukunan, dan persaudaraan.

“Selalu saya sampaikan marilah kita jaga bersama-sama ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniyah agar persatuan, persaudaraan, dan kerukunan tetap ada di bumi NKRI,” ujar Jokowi.

Pada kesempatan itu, Jokowi mengemukakan, sejarah telah mencatat peran besar para ulama, para kiai, para santri dalam masa perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, dalam menjaga NKRI, dalam menjaga Bhinneka Tunggal Ika dan selalu memandu ke jalan kebaikan, ke jalan kebenaran, ke jalan kemajuan.

Jokowi juga menyampaikan, tiga tahun lalu, telah menandatangani Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Sejak saat itu Indonesia memperingati Hari Santri setiap tanggal 22 Oktober.

Menurutnya, penetapan Hari Santri merupakan bentuk penghormatan, penghargaan, dan rasa terima kasih negara kepada para kiai, kepada para alim ulama, kepada para santri, dan kepada seluruh komponen bangsa yang mengikuti teladan para kiai dan para alim ulama. (goek)