oleh

Jokowi: Pilkada Jangan Sampai Membuat Kita Menjadi Retak

GOWA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat menjaga persaudaraan, ukhuwah, persatuan, dan kerukunan di antara sesama masyarakat.

Jangan sampai karena pemilu, baik pilihan gubernur, pilihan bupati, pilihan wali kota atau nanti pilihan presiden, hubungan menjadi retak. Tidak rukun antar tetangga, antar kampung antar suku apalagi antar agama.

“Tidak boleh. Karena kita ini semuanya bersaudara. Mari kita jaga, kita rawat bersama-sama kerukunan kita persatuan kita,” ajak Jokowi.

AJak itu dia sampaikan di acara penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Sosial (Bansos) Pangan Beras Sejahtera (Rastra), di Lapangan Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (15/2/2018).

Jokowi mengingatkan, Indonesia adalah negara besar yang memiliki 714 suku, 1.100 bahasa daerah, serta agama yang bermacam-macam. Selain itu, ada 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

“Itu anugerah yang diberikan Allah kepada bangsa Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, terkait banyaknya kepala daerah terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jelang pilkada, Mendagri Tjahjo Kumolo menepis alasan karena terkait penyelenggaraan pilkada yang membutuhkan biaya mahal.

Meski dalam sejumlah kasus OTT, ada indikasi pada biaya politik pemilihan, Tjahjo minta agar hal itu tidak dikaitkan dengan pelaksanaan pilkada. Tapi lebih kepada masalah mental masing-masing kepala daerah.

“Kepala daerah, pastinya sudah  paham area rawan korupsi. Namun faktanya, masih saja ada yang kena OTT. Artinya, ada yang tidak mau tahu itu,” kata Tjahjo.

Dia menegaskan, langkah-langkah pencegahan sebenarnya sudah intensif dilakukan. Misalnya, Deputi KPK sudah datang ke Kemendagri  menyampaikan aspek-aspek pencegahan korupsi.

Tidak hanya itu, KPK dan Inspektorat Jenderal Kemendagri juga telah berkeliling ke daerah. Tapi masih saja ada yang kena OTT.

Presiden pun, tambah Tjahjo, berulang kali mengingatkan, agar semua kepala daerah hati-hati. Dia mengemukakan, sering kepala negara mengumpulkan para pemimpin di daerah, untuk hati-hati dalam mengelola keuangan negara.

Presiden Jokowi, imbuhnya, tidak bosan-bosannya mengingatkan soal pentingnya mencegah korupsi. (goek)

rekening gotong royong