Jumat
17 April 2026 | 6 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi: Pembangunan Manusia yang Paling Sulit Dihadapi

PDIP Jatim - Jokowi jas

PDIP Jatim - Jokowi jasYOGYAKARTA – Pembangunan manusia adalah hal yang paling sulit namun harus dikerjakan untuk membawa ke bangsa yang mandiri. Hal itu diungkapkan Presiden RI terpilih Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato pembukaan Simposium Nasional II, Jalan Kemandirian Bangsa di Royal Ambarrukmo Hotel Yogyakarta, Senin (18/8/2014).

Dia kemudian mengutip pernyataan Muchtar Lubis mengenai enam ciri-ciri manusia Indonesia yang harus dihilangkan. Pertama munafik, kedua enggan bertanggungjawab atas perbuatannya. Ketiga, masih berperilaku feodal. Keempat, masih percaya takhayul atau tidak rasional masih percaya. Kemudian, berbakat seni dan artistik.

“Keenam adalah lemah wataknya,” katanya.

Dia juga mengutip pendapat Prof Kuntjaraningrat mengenai mentalitas manusia Indonesia. Pertama sifat mentalitas yang suka meremehkan mutu.

“Ini benar, saya ini 24 tahun bergerak di bidang ekspor. Saya mengalaminya,” katanya.

Menurut dia soal sering meremehkan mutu tersebut mengakibatkan setiap enam bulan setelah kirim barang, ada yang dikembalikan. Setiap enam bulan dihadapan karyawan di pabrik, Jokowi membanting meja kursi sampai patah.

“Ini mebel yang kamu buat ini piye. Banting prak. Perbaiki lagi tapi kurang presisi, saya minta diperbaiki, tapi terulang lagi. Ternyata panjangnya masih kelebihan satu mili. Itu karena mentalitas suka meremehkan orang, disipilin. Ini kesulitan kita saat ini,” kata Jokowi

Dia mengatakan pembangunan manusia adalah masalah yang paling sulit dihadapi. Sebab hal tersebut berkaitan dengan revolusi mental. “Merubah itu sulit tapi harus dikerjakan secara fokus,” katanya.

Jokowi kemudian mencontohkan negara Taiwan, Singapura dan Jepang yang punya produktivitas tinggi. Hal itu disebabkan pembangunan manusia di nomersatukan. “Di Singapura ada National Services. Anak muda setelah lulus dimasukkan ke pulau, diajar setelah keluar sama,” katanya.

Orang Singapura kalau ditanya akan menjawab sama. Tapi sekarang ini wawasan nusantara kita berbeda-beda. Bila pemimpin ke utara, semuanya akanke utara. Itu semua akan enak. Perangnya enak banget, pimpinan tinggi negara bilang ke utara, yang lain bilang ke barat, selatan, timur, itu bagaimana.

“Ini kesulitan di negara kita. Pembangunan manusia harus dikerjakan secara bagus,” tegas dia.

Menurut dia untuk mengejar ketertinggalan tersebut masih bisa dilakukan mulai dari pendidikan anak-anak TK, SMP dan SMA. Untuk TK kita masih mungkin kejar, 80 persen pembangunan karakater, 20 persen pengetahuan dasar dan ketrampilan. “Mengunduhkan nanti kalau 15-20 tahun yang akan datang,” katanya.

Dia menegaskan pembangunan manusia yang harus digarap untuk munculnya sebuah etos kerja, produktivitas dan daya saing. Sebab kalau batas negara hilang, kuncinya hanya daya saing. Tidak ada yang lain. Gak tahu kapan. Mungkin 10, 15 atau 20 tahun yang akan datang.

“Kunci daya saing, tidak bisa tidak harus dilakukan,” pungkas dia. (detik)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

PWI Jatim Anugerahi Said Abdullah, Dinilai Sukses Kelola Kebijakan Fiskal

MH Said Abdullah menerima penghargaan dari PWI Jawa Timur pada puncak Hari Pers Nasional 2026 di Surabaya, atas ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta OPD Surabaya Publikasikan Output dan Outcome Program ke Publik

Eri Cahyadi meminta OPD Surabaya mempublikasikan output dan outcome program untuk meningkatkan transparansi dan ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Tekankan Peran Media Kawal Kinerja DPR

Puan Maharani menerima penghargaan KWP Awards 2026 dan menegaskan peran penting media dalam mengawal serta ...
LEGISLATIF

Sawah di Pakusari Terdampak Limbah, DPRD Minta Pemkab Jember Pahami UU Pengelolaan Sampah

Pemkab Jember diminta memahami UU Pengelolaan Sampah setelah limbah mencemari irigasi dan mengancam 10 hektare ...
LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...