Minggu
26 Juli 2026 | 5 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi: Pembangunan Manusia yang Paling Sulit Dihadapi

PDIP Jatim - Jokowi jas

PDIP Jatim - Jokowi jasYOGYAKARTA – Pembangunan manusia adalah hal yang paling sulit namun harus dikerjakan untuk membawa ke bangsa yang mandiri. Hal itu diungkapkan Presiden RI terpilih Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato pembukaan Simposium Nasional II, Jalan Kemandirian Bangsa di Royal Ambarrukmo Hotel Yogyakarta, Senin (18/8/2014).

Dia kemudian mengutip pernyataan Muchtar Lubis mengenai enam ciri-ciri manusia Indonesia yang harus dihilangkan. Pertama munafik, kedua enggan bertanggungjawab atas perbuatannya. Ketiga, masih berperilaku feodal. Keempat, masih percaya takhayul atau tidak rasional masih percaya. Kemudian, berbakat seni dan artistik.

“Keenam adalah lemah wataknya,” katanya.

Dia juga mengutip pendapat Prof Kuntjaraningrat mengenai mentalitas manusia Indonesia. Pertama sifat mentalitas yang suka meremehkan mutu.

“Ini benar, saya ini 24 tahun bergerak di bidang ekspor. Saya mengalaminya,” katanya.

Menurut dia soal sering meremehkan mutu tersebut mengakibatkan setiap enam bulan setelah kirim barang, ada yang dikembalikan. Setiap enam bulan dihadapan karyawan di pabrik, Jokowi membanting meja kursi sampai patah.

“Ini mebel yang kamu buat ini piye. Banting prak. Perbaiki lagi tapi kurang presisi, saya minta diperbaiki, tapi terulang lagi. Ternyata panjangnya masih kelebihan satu mili. Itu karena mentalitas suka meremehkan orang, disipilin. Ini kesulitan kita saat ini,” kata Jokowi

Dia mengatakan pembangunan manusia adalah masalah yang paling sulit dihadapi. Sebab hal tersebut berkaitan dengan revolusi mental. “Merubah itu sulit tapi harus dikerjakan secara fokus,” katanya.

Jokowi kemudian mencontohkan negara Taiwan, Singapura dan Jepang yang punya produktivitas tinggi. Hal itu disebabkan pembangunan manusia di nomersatukan. “Di Singapura ada National Services. Anak muda setelah lulus dimasukkan ke pulau, diajar setelah keluar sama,” katanya.

Orang Singapura kalau ditanya akan menjawab sama. Tapi sekarang ini wawasan nusantara kita berbeda-beda. Bila pemimpin ke utara, semuanya akanke utara. Itu semua akan enak. Perangnya enak banget, pimpinan tinggi negara bilang ke utara, yang lain bilang ke barat, selatan, timur, itu bagaimana.

“Ini kesulitan di negara kita. Pembangunan manusia harus dikerjakan secara bagus,” tegas dia.

Menurut dia untuk mengejar ketertinggalan tersebut masih bisa dilakukan mulai dari pendidikan anak-anak TK, SMP dan SMA. Untuk TK kita masih mungkin kejar, 80 persen pembangunan karakater, 20 persen pengetahuan dasar dan ketrampilan. “Mengunduhkan nanti kalau 15-20 tahun yang akan datang,” katanya.

Dia menegaskan pembangunan manusia yang harus digarap untuk munculnya sebuah etos kerja, produktivitas dan daya saing. Sebab kalau batas negara hilang, kuncinya hanya daya saing. Tidak ada yang lain. Gak tahu kapan. Mungkin 10, 15 atau 20 tahun yang akan datang.

“Kunci daya saing, tidak bisa tidak harus dilakukan,” pungkas dia. (detik)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

30 Tahun Kudatuli, DPC Sidoarjo Bakal Gelar Teatrikal Detik-detik Pengambilalihan Paksa Kantor DPP PDI

SIDOARJO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo bakal menggelar aksi teatrikal kolosal ...
KABAR CABANG

Musran Serentak di Widodaren, Ketua DPC PDI Perjuangan Ngawi Minta Pengurus Baru Aktif Turun ke Masyarakat

NGAWI – Pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) PDI Perjuangan di Kabupaten Ngawi terus berlanjut. Partai ...
KRONIK

Ketika Ribuan Gen Alpha Banyuwangi Memengan Tradisional, Ajak Lestarikan Permainan Nusantara

BANYUWANGI – Taman Blambangan Banyuwangi dipadati ribuan siswa SD. Para generasi alpha tersebut memainkan permainan ...
KRONIK

PDI Perjuangan Jember Dukung Program Home Care Pemkab, Siap Dorong Tambahan Anggaran

JEMBER – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jember menyatakan dukungan terhadap peluncuran ...
BERITA TERKINI

RedTalks 2026: Anak Muda Tuntut Substansi Ideologi, Bukan Sekadar Branding Politik

MALANG – Semangat kebangsaan bergelora di Malang Creative Center (MCC), Sabtu (25/7/2026). Forum RedTalks 2026 ...
SEMENTARA ITU...

Warga Sukorejo Bojonegoro Gelar Kirab Hasil Bumi untuk Peringati Haul Eyang Singonoyo

BOJONEGORO – Ribuan warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memadati jalanan ...