oleh

Jokowi: Kita Ini Bekerja, Kok Mengurusi Elektabilitas?

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku menggunakan hasil survei mengenai kinerjanya sebagai koreksi bagi pemerintah.

“Kalau ada survei, ya menjadi koreksi kita mana yang perlu kita benahi, mana yang perlu kita perbaiki, itu yang harus kita kerjakan,” kata Presiden Jokowi dalam wawancara khusus dengan Antara menyambut tiga tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (16/10/2017).

“Semuanya ada kekurangannya, misal di ekonomi kurang apa, misalnya di bidang hukum kurang apa, di bidang sosial budaya kurang apanya ya diperbaiki,” tambah Jokowi.

Presiden mengaku, belum memikirkan tingkat keterpilihan yang juga disuguhkan dalam hasil survei tersebut.

“Survei itu untuk koreksi untuk saya, jangan dilihat hanya elektabilitas saja. Kita ini bekerja, kok mengurusi elektabilitas?” tambah Presiden.

Ia menekankan bahwa setiap hari fokusnya bekerja berkeliling kabupaten dan provinsi untuk memastikan program-program pemerintah benar-benar dijalankan.

“Wong pekerjaan kita setiap hari (bepergian) berganti kabupaten, berganti provinsi, pontang-panting masih mengurus untuk menyelesaikan hal yang memang harus kita selesaikan, harus kita kontrol, harus kita awasi, harus kita selesaikan,” kata Jokowi.

Dia juga mengaku tidak ingin memecah konsentrasi pekerjaan dengan upaya mencari dukungan untuk mengikuti pemilihan presiden selanjutnya.

“Kalau kita pecah konsentrasi kan juga tidak benar. Saya kira urusan survei itu urusan lembaga survei, urusan penilaian masyarakat terhadap apa yang sudah kita kerjakan, apakah dinilai tidak baik atau dinilai cukup baik atau dinilai baik ya dipersilakan. Tugas saya, saya kira masih banyak,” kata Jokowi.

Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) sebelumnya mengumumkan hasil survei selama 3-10 September 2017, mengenai kecenderungan dukungan politik selama tiga tahun pemerintahan Presiden Jokowi.

Sebanyak 60,39 persen responden menyatakan cukup puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi-JK. Sementara 7,95 persen responden menyatakan sangat puas.

Sementara, responden yang menyatakan kurang puas dengan kinerja Jokowi-JK sebesar 27,23 persen.

Namun, Jokowi-JK masih mendapatkan rapor merah di sejumlah sektor ekonomi. Sebanyak 43 persen responden merasa semakin berat untuk memenuhi kebutuhan pokoknya sehari-hari.

Hanya 18 persen yang menyatakan pemenuhan kebutuhan pokok semakin ringan dibanding tahun lalu.

Kemudian, sebanyak 50 persen responden menjawab bahwa pengangguran makin banyak. Hanya 20 persen yang menjawab makin berkurang.

Sebanyak 54 responden juga merasa mencari pekerjaan makin sulit. Hanya 14 persen responden yang merasa mencari pekerjaan semakin mudah.

Kemudian, sebanyak 42 persen responden juga menilai orang miskin di Indonesia semakin banyak. Hanya 24 persen yang menjawab makin berkurang.

Adapun terkait elektabilitas, Jokowi masih teratas dibanding tokoh lain. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berada di bawahnya. (kompas)