oleh

Jokowi: Beda Pendapat Biasa, Tapi Harus Junjung Adat Ketimuran

BOGOR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam berpolitik.

Pertama, harus terus membangun kedewasaan berpolitik, etika, tata krama, dan keadaban berpolitik.

Kedua, harus membuat demokrasi lebih dirasakan oleh rakyat yaitu demokrasi yang lebih menyejahterakan rakyat, lebih memakmurkan rakyat.

“Dua hal tersebut merupakan agenda penting dalam pembangunan politik kita,” kata Presiden Jokowi ketika memberikan sambutan pada pembukaan Rapimnas Partai Demokrat di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, kemarin.

Presiden mengharapkan agar kontestasi dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada), pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) harus menjunjung tinggi etika dan keadaban.

Juga harus saling menghargai dan saling menghormati serta tidak saling mencemooh, melainkan saling adu ide, adu program dan adu gagasan.

“Berbeda pendapat itu biasa tapi harus menjunjung tinggi adat ketimuran serta sopan dan santun. Persatuan dan persaudaraan harus selalu diutamakan,” tutur Jokowi seraya mengajak para politisi untuk memberikan teladan kepada masyarakat dan generasi muda.

Demokrasi, tambah Jokowi, juga harus melahirkan watak keberpihakan terhadap rakyat, demokrasi harus diikuti dengan tata kelola pemerintahan yang baik dan peningkatan efisiensi.

Selain itu, dia juga menyampaikan bahwa demokrasi harus mendukung inovasi kebijakan bagi lompatan pembangunan nasional.

Semuanya itu, lanjutnya, dilaksanakan agar demokrasi dapat memenangkan kompetisi global, mengentaskan kemiskinan, meningkatkan pemerataan kesejahteraan dan meningkatkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (goek)