oleh

Jokowi Bakal Jadi Bapak Santri Indonesia

JAKARTA – Forum Santri Indonesia (FSI) bakal memberikan penghargaan kepada Presiden Jokowi Widodo sebagai Bapak Santri Indonesia. Penghargaan itu diberikan atas kontribusi Jokowi bagi santri di Indonesia.

“Kita Insya Allah di bulan Maret (2019) akan memberikan penghargaan kepada Presiden. Kita angkat menjadi Bapak Santri Indonesia mutlak,” tegas Ketua Umum DPP FSI Irwan Ari Kurnia, saat di kediaman Cawapres Ma’ruf Amin, di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Sabtu (8/12/2018).

Irwan menjelaskan, salah satu kontribusi Jokowi bagi santri di Indonesia yakni telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. “Presiden Joko Widodo yang telah mengeluarkan keputusan Hari Santri Nasional,” terang Irwan.

FSI juga telah mendeklarasikan mendukung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019. Iwan mengatakan, pihaknya wajib mendoakan dan memberikan dukungan terhadap Ma’ruf yang juga seorang kiai.

“Beliau (Ma’ruf) inilah yang berasal dari kiai dan kami sebagai santri berkewajiban mendoakan beliau agar lancar menuju bangsa Indonesia lebih baik,” ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan Ketua Dewan Pembina FSI, Rokhim Dahuri. Dia mengatakan, pihaknya akan terus mendampingi pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin jika kelak menang Pilpres 2019.

Hal yang sama juga dikatakan Ketua Dewan Pembina FSI, Rokhim Dahuri. “Pertama kami bertekad bulat ingin berikhtiar maksimal dan berdoa secara iklhas kepada Allah supaya bapak Jokowi-Maruf terpilih sebagai presiden dan wakil presden,” kata Rokhim.

Pihaknya akan terus mendampingi pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin jika kelak menang Pilpres 2019. Rokhim menjelaskan, pihaknya memutuskan mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin setelah melihat kinerja pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

“Pertama kebijakan dan bapak Jokowi dan Jusuf Kalla 4, 5 tahun ini sudah on the right track,” tuturnya.

Ia mengatakan, kondisi ekonomi Indonesia menunjukkan hasil positif dengan masuk dalam perekonomian 16 besar dunia. Selain itu, menurut Rokhim, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka sekitar 5,1 persen.

“Dalam sejarah publik ini baru pertama kali di zaman Pak Jokowi bahwa tingkat kemiskinan itu di bawah 10 persen, yaitu 9,8 persen,” tutur Rokhim.

“Singkat cerita, policy dan kinerjanya menurut orang yang obyektif dan tidak ada kecemburuan dan penyakit dengki, on the right track,” lanjut dia.

Sementara itu, Ma’ruf Amin mengucapkan terima kasih kepada FSI atas dukungan yang diberikan. “Kami sangat berbahagia karena mendapat dukungan Forum Santri Indonesia,” kata Ma’ruf.

Dia mengajak FSI bersama-sama menjaga NKRI dari upaya-upaya yang ingin merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

“Jangan sampai ada upaya merusak kesepakatan yang dirintis yang telah ditetapkan oleh pendiri bangsa ini. Ini penting supaya tidak terjadi perpecahan karena itu kita jaga bersama,” ujar Ma’ruf. (goek)