Senin
03 Agustus 2026 | 7 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jembatan Penghubung antar-Dusun Rusak, Warga Bongsopotro Wadul Ristu

pdip-jatim-220204-ristu-reses

MADIUN – Kondisi jembatan penghubung dusun 1 dengan dusun 3 Desa Bongsopotro, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun yang rusak akibat tergerus banjir, dikeluhkan masyarakat setempat.

Keluh kesah mereka disampaikan langsung oleh Kepala Desa Bongsopotro Supriyanto kepada anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Ristu Nugroho saat menggelar reses tahap pertama tahun 2022 di Desa Bongsopotro, Kamis (3/2/2022).

Dalam reses yang mengundang sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda desa setempat itu, Supriyanto blak-blakan minta bantuan kepada wakil rakyat dari PDI Perjuangan agar jembatan yang rusak tersebut segera diperbaiki. Sebab, fasilitas umum tersebut menjadi satu-satunya akses penghubung antara dusun 1 dengan dusun 3.

“Kita mengusulkan jembatan yang rusak di dusun 3, jembatan itu merupakan penghubung dusun 1 dan dusun 3, kondisinya rusak akibat tergerus banjir. Itu kalau tidak dibenahi akses terputus,” beber Supriyanto kepada media ini, di Madiun, Jumat (4/2/2022).

Selain perbaikan jembatan, Kades yang baru saja dilantik sehari sebelumnya ini juga menyampaikan permohonan bantuan terkait penerangan di jalan makam di dusun 2 dan dusun 4. “Penerangannya sebelumnya sudah ada, tetapi masih kurang,” ungkapnya.

Menanggapi usulan tersebut, Ristu Nugroho menyampaikan bahwa tujuan reses salah satunya memang untuk menyerap aspirasi dan menampung permintaan dan usulan masyarakat.

Dia pun mengapresiasi apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Adapun usulan yang disampaikan akan menjadi atensi untuk dibahas di tingkat lebih lanjut.

Namun demikian bukan berarti segala usulan bisa terealisasi dalam waktu singkat. Pasalnya, terang Ristu, ada beberapa tahapan yang harus dilewati untuk menuju proses realisasi sebuah program ataupun usulan.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini juga menyampaikan bahwa anggaran desa dari pemerintah di tahun 2022 sekitar 68-70% difokuskan pada penanganan pandemi covid-19. Hal tersebut tentunya sangat berdampak pada pembangunan infrastruktur di desa-desa.

“Ini tantangan bagi Kepala Desa untuk bagaimana semuanya bisa tetap berjalan, baik pembangunan infrastruktur maupun penanganan pandemi covid-19, yang jelas aturan dari pemerintah harus tetap dilaksanakan,” tegas Mbah Tu, sapaan akrab Ristu Nugroho. (ant/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Abrari Desak Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Pelayaran us

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Abrari mendesak evaluasi menyeluruh sistem keselamatan transportasi laut ...
KRONIK

KONI Trenggalek Siap Jembatani Kejuaraan Renang Pelajar Digelar Secara Kontinyu

KONI Trenggalek siap menjembatani penyelenggaraan kejuaraan renang antarpelajar secara kontinyu untuk mencetak ...
LEGISLATIF

Yordan Batara Goa Dorong Guru Tanamkan Moderasi Beragama dalam Pembelajaran

Ketua Bapemperda DPRD Jatim Yordan Batara Goa mendorong guru mengintegrasikan moderasi beragama dalam pembelajaran ...
SEMENTARA ITU...

Pemkab Blitar Usulkan Barongan Kucingan Blitaran Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Pemkab Blitar mengusulkan Barongan Kucingan Blitaran menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia sebagai upaya ...
KRONIK

Bupati Fauzi Buka Rangkaian Lomba HUT Kemerdekaan, “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka”

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar apel gabungan di halaman Kantor Pemkab setempat, pada ...
KRONIK

Deni Wicaksono Sebut Putusan MK Soal MBG Selaras Aspirasi PDI Perjuangan

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, memberikan dukungan penuh terhadap putusan Mahkamah ...