Rabu
15 Juli 2026 | 12 : 00

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jembatan Penghubung antar-Dusun Rusak, Warga Bongsopotro Wadul Ristu

pdip-jatim-220204-ristu-reses

MADIUN – Kondisi jembatan penghubung dusun 1 dengan dusun 3 Desa Bongsopotro, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun yang rusak akibat tergerus banjir, dikeluhkan masyarakat setempat.

Keluh kesah mereka disampaikan langsung oleh Kepala Desa Bongsopotro Supriyanto kepada anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Ristu Nugroho saat menggelar reses tahap pertama tahun 2022 di Desa Bongsopotro, Kamis (3/2/2022).

Dalam reses yang mengundang sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda desa setempat itu, Supriyanto blak-blakan minta bantuan kepada wakil rakyat dari PDI Perjuangan agar jembatan yang rusak tersebut segera diperbaiki. Sebab, fasilitas umum tersebut menjadi satu-satunya akses penghubung antara dusun 1 dengan dusun 3.

“Kita mengusulkan jembatan yang rusak di dusun 3, jembatan itu merupakan penghubung dusun 1 dan dusun 3, kondisinya rusak akibat tergerus banjir. Itu kalau tidak dibenahi akses terputus,” beber Supriyanto kepada media ini, di Madiun, Jumat (4/2/2022).

Selain perbaikan jembatan, Kades yang baru saja dilantik sehari sebelumnya ini juga menyampaikan permohonan bantuan terkait penerangan di jalan makam di dusun 2 dan dusun 4. “Penerangannya sebelumnya sudah ada, tetapi masih kurang,” ungkapnya.

Menanggapi usulan tersebut, Ristu Nugroho menyampaikan bahwa tujuan reses salah satunya memang untuk menyerap aspirasi dan menampung permintaan dan usulan masyarakat.

Dia pun mengapresiasi apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Adapun usulan yang disampaikan akan menjadi atensi untuk dibahas di tingkat lebih lanjut.

Namun demikian bukan berarti segala usulan bisa terealisasi dalam waktu singkat. Pasalnya, terang Ristu, ada beberapa tahapan yang harus dilewati untuk menuju proses realisasi sebuah program ataupun usulan.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini juga menyampaikan bahwa anggaran desa dari pemerintah di tahun 2022 sekitar 68-70% difokuskan pada penanganan pandemi covid-19. Hal tersebut tentunya sangat berdampak pada pembangunan infrastruktur di desa-desa.

“Ini tantangan bagi Kepala Desa untuk bagaimana semuanya bisa tetap berjalan, baik pembangunan infrastruktur maupun penanganan pandemi covid-19, yang jelas aturan dari pemerintah harus tetap dilaksanakan,” tegas Mbah Tu, sapaan akrab Ristu Nugroho. (ant/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Kediri Salurkan 1.900 Paket Sembako, Perjuangkan Fasilitas Panti ODGJ dan Lansia

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menyalurkan 1.900 paket sembako kepada kelompok rentan, sekaligus berkomitmen ...
KABAR CABANG

DPC PDIP Surabaya Dorong Keterlibatan Gen Z Perkuat Kepengurusan Ranting PDIP

PAC PDI Perjuangan Kecamatan Sukomanunggal memprioritaskan keterlibatan Generasi Z dan milenial dalam penyusunan ...
LEGISLATIF

Anggaran Tahun 2027, DPRD Banyuwangi Minta Program Pembangunan Berbasis Skala Prioritas

BANYUWANGI – Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Patemo, menekankan penyusunan anggaran program kegiatan pembangunan ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Kawal Penuh Sekolah Rakyat, Pastikan Program Berhasil Putus Rantai Kemiskinan

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri tidak sekadar berjalan, ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Dorong Kepastian Potongan Aplikator dan Perlindungan BPJS bagi Driver Online

DPRD Jawa Timur mematangkan Raperda Penyelenggaraan dan Perlindungan Transportasi Berbasis Aplikasi yang mengatur ...
EKSEKUTIF

Sanusi Dorong Ekonomi Hijau Berbasis Bambu di Kabupaten Malang

Bupati Malang Sanusi menegaskan komitmennya mengembangkan ekonomi hijau berbasis bambu melalui penguatan perhutanan ...