Senin
02 November 2026 | 10 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jembatan Penghubung antar-Dusun Rusak, Warga Bongsopotro Wadul Ristu

pdip-jatim-220204-ristu-reses

MADIUN – Kondisi jembatan penghubung dusun 1 dengan dusun 3 Desa Bongsopotro, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun yang rusak akibat tergerus banjir, dikeluhkan masyarakat setempat.

Keluh kesah mereka disampaikan langsung oleh Kepala Desa Bongsopotro Supriyanto kepada anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Ristu Nugroho saat menggelar reses tahap pertama tahun 2022 di Desa Bongsopotro, Kamis (3/2/2022).

Dalam reses yang mengundang sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda desa setempat itu, Supriyanto blak-blakan minta bantuan kepada wakil rakyat dari PDI Perjuangan agar jembatan yang rusak tersebut segera diperbaiki. Sebab, fasilitas umum tersebut menjadi satu-satunya akses penghubung antara dusun 1 dengan dusun 3.

“Kita mengusulkan jembatan yang rusak di dusun 3, jembatan itu merupakan penghubung dusun 1 dan dusun 3, kondisinya rusak akibat tergerus banjir. Itu kalau tidak dibenahi akses terputus,” beber Supriyanto kepada media ini, di Madiun, Jumat (4/2/2022).

Selain perbaikan jembatan, Kades yang baru saja dilantik sehari sebelumnya ini juga menyampaikan permohonan bantuan terkait penerangan di jalan makam di dusun 2 dan dusun 4. “Penerangannya sebelumnya sudah ada, tetapi masih kurang,” ungkapnya.

Menanggapi usulan tersebut, Ristu Nugroho menyampaikan bahwa tujuan reses salah satunya memang untuk menyerap aspirasi dan menampung permintaan dan usulan masyarakat.

Dia pun mengapresiasi apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Adapun usulan yang disampaikan akan menjadi atensi untuk dibahas di tingkat lebih lanjut.

Namun demikian bukan berarti segala usulan bisa terealisasi dalam waktu singkat. Pasalnya, terang Ristu, ada beberapa tahapan yang harus dilewati untuk menuju proses realisasi sebuah program ataupun usulan.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini juga menyampaikan bahwa anggaran desa dari pemerintah di tahun 2022 sekitar 68-70% difokuskan pada penanganan pandemi covid-19. Hal tersebut tentunya sangat berdampak pada pembangunan infrastruktur di desa-desa.

“Ini tantangan bagi Kepala Desa untuk bagaimana semuanya bisa tetap berjalan, baik pembangunan infrastruktur maupun penanganan pandemi covid-19, yang jelas aturan dari pemerintah harus tetap dilaksanakan,” tegas Mbah Tu, sapaan akrab Ristu Nugroho. (ant/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Suroboyo Wani di Tugu Pahlawan, Menghidupkan Kembali Api Perjuangan Arek-Arek Surabaya

SEBUAH permainan bola berlangsung riang di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya. Seorang pemuda bernama Soegiharto ...
LEGISLATIF

Renny Pramana: Korban Bencana Butuh Makanan Bergizi, Bukan Sekadar Mengenyangkan

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menegaskan korban bencana ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Ngasem Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan kepedulian dan gotong royong kepada ...
LEGISLATIF

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, Yuzar Rasyid Minta Warga Ajukan Sanggahan

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mendorong warga yang mendapati angka desil bantuan sosial tidak ...
HEADLINE

Pimpin Kembali PA GMNI Jatim, Deni Wicaksono Andalkan Digital Sebarkan Gagasan Bung Karno

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...