Jumat
28 Agustus 2026 | 6 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jelang Rekom Bacagub-cawagub Turun, Sekjen PDIP Temui Risma

pdip-jatim-hasto-risma-091017

SURABAYA – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menemui Wali Kota Tri Rismaharini di rumah dinasnya, Jalan Sedap Malam, Surabaya, Senin (9/10/2017).

Hasto membawa pesan khusus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri soal Pilgub Jawa Timur 2018.

“Sesuai penugasan Ibu (Megawati), saya minta masukan kepada Ibu Risma. Masukannya seperti apa, masih dirahasiakan. Tunggu tanggal mainnya,” kata Hasto.

PDI Perjuangan segera mengumumkan pasangan calon gubernur-wakil gubernur Jatim yang akan diusung pada Pilkada 2018. Pengumuman rekomendasi pasangan calon itu rencananya dilakukan pada hari Minggu, 15 Oktober 2017 depan.

Soal siapa yang akan diusung, menurut Hasto, hal itu urusan Megawati sendiri yang akan mengambil keputusan. “Politik ini kan dinamis. Makanya saya ditugaskan untuk ketemu Bu Risma ini juga kaitannya di situ,” ujarnya.

Hasto mengakui, pihaknya bersama rombongan dari Jakarta memutuskan menemui langsung wali kota perempuan pertama di Surabaya itu. Dia mengaku khawatir pesan dari Megawati bocor apabila disampaikan melalui sambungan telepon seluler.

“Sekarang kan rawan penyadapan, apalagi bicara melalui handphone sekarang kan tidak aman. Makanya kita sampaikan secara langsung,” terang Hasto.

Risma yang duduk di sisi kanan Hasto tak banyak komentar. Dia cukup menebar senyum dan canda kepada wartawan. “Apa pesan dari Bu Mega? Rahasia,” ujar Risma.

Kader PDI Perjuangan ini hanya menegaskan, pada hari pengumuman calon gubernur yang didukung PDIP nanti, dirinya tak berada di Indonesia. Sebab saat itu dia bakal berada di Tokyo, Jepang, untuk menerima penghargaan dan menjadi pembicara.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi menegaskan, Partai akan memberikan sanksi tegas kepada kader jika tidak patuh atas rekomendasi bakal cagub-cawagub yang akan diumumkan 15 Oktober depan.

“Kalau memang itu menjadi suatu keputusan partai, maka kami mempunyai kewajiban untuk melaksanakan itu,” kata Kusnadi, saat menemani Hasto Kristiyanto di kediaman Tri Rismaharini.

Menurut dia, kalau ada satu atau lebih di antara kader PDIP yang tidak setuju atas rekomendasi DPP PDIP yang akan segera diumumkan pada 15 Oktober itu, maka sanksinya adalah dipecat.

“Sistem partai akan ditegakkan. Kalau ada pelanggaran disiplin, pasti akan ada sanksi. Ya dipecat,” tegasnya.

Bahkan, lanjut Kusnadi, kader dilarang bertanya soal keputusan partai tersebut. “Kalau keputusan partai sudah A, keputusan partai sudah harus dilaksanakan, titik,” ujar dia. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Ribuan Warga Padati Siraman Gong Kyai Pradah, Tradisi Leluhur Blitar Tetap Lestari di Tengah Efisiensi

Ribuan warga memadati Alun-alun Lodoyo menyaksikan Siraman Gong Kyai Pradah. Tradisi leluhur Blitar tetap ...
KRONIK

Serap Aspirasi di Kradenan, Evi Dwitasari: Pokir DPRD Harus Berorientasi Kepentingan Umum

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Evi Dwitasari, menyerap aspirasi masyarakat ...
KRONIK

Perusakan ODCB Gumuk Lumpang Dilaporkan ke Polisi, DPRD Soroti Sikap Dinas

JEMBER – Pegiat budaya, Setio Hadi, melaporkan dugaan perusakan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) Gumuk Lumpang di ...
LEGISLATIF

Bertemu Warga Ngawi, Novita Hardini Dapat Curhatan Nasib UMKM

NGAWI – Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini bertemu dengan para pelaku UMKM dan digital ...
SEMENTARA ITU...

Peringati 99 Tahun Harlah, Warga Pencak Organisasi Lumajang Gelar Tabur Bunga di TMP

LUMAJANG – Memperingati lahirnya Pencak Organisasi (PO) yang ke-99 tahun, warga PO Kabupaten Lumajang menggelar ...
LEGISLATIF

Puan Tegaskan DPR Terbuka Terima Aspirasi Rakyat, Tapi Harus Ikuti Mekanisme

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan DPR terbuka terhadap aspirasi masyarakat, termasuk menerima ...