oleh

Jelang Pilgub, Kiai Tapal Kuda Titipkan Surat untuk Megawati

-Berita Terkini, Kronik-15 kali dibaca

PROBOLINGGO – Aspirasi para kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) di kawasan Tapal Kuda, tidak hanya disampaikan secara langsung kepada Wakil Sekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah.

Mereka juga menitipkan surat dalam amplop tertutup yang ditujukan ke Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Surat terkait Pilgub Jatim 2018 itu diditipkan kepada Ahmad Basarah, yang mengunjungi para kiai di Pasuruan dan Probolinggo, Jumat (8/9/2017).

Road show Basarah dimulai di Pondok Pesantren (Ponpes) Bayt Al-Hikmah, Krampyangan, Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Para kiai yang berkumpul di ponpes yang diasuh KH Idris Hamid ini menitipkan surat kepada Megawati.

Pun saat di Ponpes Zainul Hasan, Genggong, Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Pengasuh ponpes, KH. Mutawakkil Alallah pun menyerahkan surat ke Basarah untuk disampaikan kepada Megawati.

“Ini tulisan tangan saya langsung. Insya Allah ini suara hati dan keinginan para kiai NU. Itu suara perwakilan hati saya kepada Ibu Mega,” ujar Kiai Mutawakkil usai memberikan surat itu kepada Ahmad Basarah.

Kiai yang juga Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini menyebutkan, surat itu berisi keinginan dari para kiai sepuh se-Jawa Timur dalam menghadapi Pilgub Jatim 2018, yang beberapa kali telah bertemu, termasuk juga bertemu di kediamannya.

Kiai Mutawakkil juga menyebutkan, ulama mendukung penuh Wagub Jatim H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai cagub. Dukungan itu, jelas dia, diambil melalui musyawarah dan istikharah.

“Para ulama sepuh, baik pondok besar dan kecil, sepakat mendukung calon tunggal, yaitu Gus Ipul, sebagai Cagub Jatim. Ini sudah keputusan bulat,” katanya.

“Semoga pilihan para kiai ini membawa keberkahan. Sebanyak 38 PCNU se-Jatim sudah sepakat mengajukan calon tunggal. Saya minta DPP PDIP segera menurunkan rekomendasi untuk Gus Ipul,” tambah dia.

Tentang siapa cawagub yang pas untuk mendampingi Gus Ipul, Kiai Mutawakkil menyerahkan kepada PDI Perjuangan. “Siapa saja, terserah. Dengan catatan dia bisa menambah elektabilitas dan memanaskan mesin partai,” ucapnya.

Menerima surat dari KH Mutawakkil, Basarah berjanji akan menyimpan surat tersebut dan merahasiakan, serta hanya akan memberikannya kepada Megawati.

“Ini amanah, apalagi surat itu tulisan tangan sehingga hanya Kiai Mutawakkil saja yang tahu. Saya akan merahasiakannya dan hanya akan menyerahkan kepada Ibu Mega, biar beliau yang membukanya sendiri,” kata Basarah.

Selama bertemu dengan ulama NU tapal kuda, Basarah didampingi Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Kusnadi, pengurus pusat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) yang juga anggota Fraksi PDIP DPR RI Nasyrul Falah Amru.

Tampak juga Wakil Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo, serta pengurus DPC PDI Perjuangan setempat. (goek)