Minggu
01 November 2026 | 12 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jelang Dilantik Jadi Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi Gelar Khataman Alquran

pdip-jatim-eri-khataman-250221

SURABAYA – Menjelang dilantik sebagai Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menggelar khataman Alquran di kediamannya, kawasan Ketintang, Surabaya, Kamis (25/2/2021).

Acara ini digelar sebagai bagian dari ikhtiar agar saat Eri Cahyadi menjabat wali kota, warga Surabaya diberikan ketenangan, kedamaian dan kesejahteraan.

“Insya Allah besok saya akan dilantik sebagai Wali Kota Surabaya. Kok kebetulan dilantik pas hari Jumat, sehingga hari ini Kamis saya bisa menggelar khataman Alquran,” jelas Eri Cahyadi.

Dia menyebut, khataman di rumahnya ini tidak baru kali ini digelar atau saat menjelang pelantikan saja. Namun setiap Kamis, keluarga mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini rutin menggelar acara khataman.

“Awalnya, Abah saya yang selalu rutin menggelar khataman setiap hari Kamis. Lalu sejak dua tahun lalu, khataman saya teruskan. Jadi ini memang menjadi kebiasaan, istiqomah keluarga kami. Biasanya khataman kami gelar sebelum Subuh. Karena saya dapat ijazah dari kiai saya seperti itu,” ungkapnya.

Wali kota terpilih yang berpasangan dengan Armudji sebagai wakil wali kota ini meyakini, setiap selesai khataman akan turun malaikat yang mengamini doa-doa yang dipanjatkan oleh orang yang menggelar khataman Alquran.

Oleh karena itu, setelah dirinya dilantik menjadi Wali Kota Surabaya, akan tetap menggelar khataman. Baik di rumahnya di daerah Ketintang maupun di rumah dinas wali kota di Jalan Sedap Malam, Surabaya.

“Dengan adanya doa dari para kiai, ada doa khataman, Surabaya bisa menjadi kota yang baldatun thoyibatun warobbun ghofur,” ujar Eri.

Menurutnya, jika nanti sudah menjadi wali kota, dirinya dan keluarganya akan tetap tinggal di rumahnya sendiri, tidak menetap di rumah dinas. Alasannya, rumah pribadinya saat ini sudah menjadi surga baginya.

“Saya sudah merasa nyaman tinggal di rumah saya sendiri. Istilahnya baiti jannati, rumahku adalah surgaku. Rumah dinas nanti akan tetap ditempati, tapi hanya akan digunakan untuk acara-acara atau rapat-rapat khusus saja. Jadi kami sekeluarga akan tetap tinggal di rumah pribadi. Doakan kami sekeluarga agar bisa istiqomah melakukan kebaikan untuk Surabaya,” tuturnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren An-Najiyah, Sidosermo Surabaya, K.H. Mas Yusuf Muhajir yang memimpin khataman Al Quran mengatakan, dirinya bersama santri-santrinya sudah dua tahun lebih rutin melakukan khataman Al Quran di rumah keluarga Eri Cahyadi.

Namun untuk acara khataman Al Quran kali ini, lanjut dia, karena ada momen pelantikan Eri Cahyadi sebagai Wali Kota Surabaya, dipanjatkan doa-doa khusus agar Eri bisa memimpin Surabaya dengan baik, amanah dan bisa membawa Surabaya lebih barokah. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Dorong Kader GMNI Isi Ruang Strategis di Lembaga Negara

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...
KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...