oleh

Inti Pancasila: Gotong-Royong Berasaskan Kekeluargaan

MADIUN – Presiden Pertama RI Ir. Soekano mengatakan bahwa Pancasila apabila diperas menjadi Eka Sila bermakna gotong-royong dalam asas kekeluargaan, guyub, rukun walaupun berbeda partai, berbeda golongan, berbeda agama, berbeda suku, tetapi tetap satu.

“Kita, semua sejatinya bersaudara, satu keluarga, keluarga Bangsa Indonesia,” ungkap Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf memberikan makna perkataan Presiden Soekarno saat nonton bareng wayang kulit dalam rangka HUTke 44 PDI Perjuangan, di halaman Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun, Kamis (6/4/2017) malam.

Disampaikan pula, inti dari Dasar Negara Indonesia Pancasila di bidang politik adalah musyarawarah. Segala permasalahan sesulit apapun bisa terselesaikan secara mudah dengan cara musyawarah.

Wakil Gubernur Jatim yang biasa disapa Gus Ipul, mengatakan bahwa Presiden Soekarno sangat tidak menyukai pengambil keputusan dengan cara voting . Semuanya akan lebih enak apabila dilakukan secara musyarwarah.

“Semuanya bisa ditata dengan baik, keputusannya diambil secara musyawarah. Pilkada akan menjadi enteng apabila dilakukan secara musyawarah,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan Pancasila apabila dipandang dari segi ekonomi, berazaskan kerjasama, yang pada akhirnya melahirkan koperasi.

Gotong-royong dalam bidang ekonomi yang bertujuan untuk menekan kesenjangan. Saat ini kesenjangan yang terjadi di Indonesia semakin lebar, yang kaya bertambah kaya dan yang miskin bertambah miskin.

Oleh karena itu menurut Gus Ipul sudah saatnya dikembangkan ekonomi gotong-royong. Saling membantu, saling bergandeng tangan.

“Pengusaha besar dijaga, pengusaha menengah diberi fasilitas dan pengusaha kecil dilindungi keberadannya. Sehingga perekonomian yang ada menjadi berdaulat,” paparnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya Gus Ipul menyampaikan apresiasi pada HUT ke 44 PDIP. Diharapkan semakin maju,sukses, mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

“Sebuah partai akan bertambah besar, maju dan mendapatkan kepercayaan dari rakyat sangat tergantung pada kader. Dan hal tersebut dapat tercapai apabila para kader bekerja keras dan menjaga soliditas,” pungkasnya.

Puncak peringatan HUT 44 PDIP, di DPC Kabupaten Madiun ditandai dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Bagong Darmono, SH dari Karang Anyar Jawa Tengah bersama Lawak Kirun Cs., mengangkat lakon Cakraningrat. (beritalima)