Sabtu
15 Agustus 2026 | 7 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ini Hasil Lengkap 11 Lembaga Survei

jokowi-jk-anis

jokowi-jk-anisJAKARTA — Tujuh dari 11 lembaga survei yang melakukan hitung cepat atau quick count pada Pemilu Presiden 2014 menempatkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai pemenang. Empat lembaga survei lainnya menyebut pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pemenang.

Tujuh lembaga survei itu, Litbang Kompas, Lingkaran Survei Indonesia, Indikator Politik Indonesia, Populi Center, CSIS, Radio Republik Indonesia, dan Saiful Mujani Research Center. Sedang empat lembaga survei yang menghasilkan kemenangan bagi Prabowo-Hatta adalah Puskaptis, Indonesia Research Center, Lembaga Survei Nasional, dan Jaringan Suara Indonesia.

Berikut hasil lengkap kesebelas lembaga survei tersebut (sumber kompas):

No          Lembaga Survei                              Prabowo-Hatta                       Jokowi-JK

1              Populi Center                                    49,05                                      50,95

2              CSIS                                                     48,1                                         51,9

3              Litbang Kompas                               47,66                                     52,33

4              Indikator Politik Indonesia           47,05                                      52,95

5              Lingkaran Survei Indonesia         46,43                                     53,37

6              Radio Republik Indonesia              47,32                                     52,68

7              Saiful Mujani Research Center   47,09                                      52,91

8              Puskaptis                                             52,05                                     47,95

9              Indonesia Research Center             51,11                                     48,89

10           Lembaga Survei Nasional              50,56                                     49,94

11           Jaringan Suara Indonesia              50,13                                     49,87

Ini Sebaran Suara Jokowi dan Prabowo

Hasil hitung cepat sementara yang digelar Litbang Kompas, saat data sampel masuk sebesar 95,85 persen, Jokowi-JK memperoleh 52,37 persen suara dan Prabowo-Hatta meraih 47,63 persen suara.

Di Sumatera, pasangan Jokowi-JK memperoleh 51,29 persen suara, sementara Prabowo-Hatta memperoleh 48,71 persen. Di Jawa, Jokowi-JK memperoleh 51,76 persen suara, sedangkan Prabowo-Hatta memperoleh 48,24 persen.

Di Bali dan Nusa Tenggara, Prabowo-Hatta hanya memperoleh 46,62 persen. Pasangan Jokowi-JK unggul 53,38 persen. Di Kalimantan, Jokowi-JK juga unggul 54,81 persen, sementara Prabowo-Hatta hanya 45,19 persen.

Di gugus Sulawesi, Prabowo–Hatta mengantongi 42,10 persen, sedangkan Jokowi-JK mendapatkan 57,90 persen. Di Maluku-Papua, Jokowi unggul jauh 64,32 persen, sementara Prabowo-Hatta hanya meraih 35,68 persen.

Berdasarkan sumber Litbang Kompas, tercatat jumlah sampel pemilih yang dipantau atau dihitung sebanyak 786.000 orang. Batas kesalahan atau margin of error dari hasil hitung cepat ini adalah kurang lebih 0,11 persen untuk sampel pemilih dan kurang lebih 2,2 persen untuk sampel TPS.

Masa Tenang. Penentu Kemenangan Jokowi-JK

Peneliti LSI, Ardian Sopa mengatakan, ada tiga faktor penentu kemenangan Jokowi-JK yang terjadi di detik-detik akhir menjelang pemilu presiden. Faktor pertama yang menentukan adalah pergerakan pemilih mengambang (swing voters) yang lebih banyak memilih Jokowi-JK. Hal ini, kata dia, terlihat ketika selisih kedua pasangan semakin melebar dari 3,6 persen pada awal Juli menjadi 6,74 persen pada saat pencoblosan.

“Pada awal Juli 2014, angka swing voters masih 8 persen. Swing voters lebih banyak diambil Jokowi-JK sehingga marjin kemenangan semakin membesar,” kata Ardian di Kantor LSI.

Pemilih mengambang memilih Jokowi-JK, ungkap Ardian, karena mereka cenderung memilih capres yang memiliki pemberitaan positif selama tiga hari terakhir pada masa tenang.

Faktor kedua yang menentukan adalah faktor golongan putih (golput). Menurut Ardian, capres yang menang adalah capres yang mampu meminimalisir jumlah golput di antara pemilih yang awalnya memilih dia.

Faktor terakhir adalah pergerakan di masa tenang yang tak terekam oleh survei. Dia menilai, pergerakan kader, timses, relawan di masa tenang lebih banyak menambah dukungan kepada Jokowi-JK.

Berdasarkan catatan LSI, pada bulan September 2013, selisih antara Jokowi dan Prabowo mencapai 39,20 persen. Ardian mengatakan, selisih antara keduanya terus menyempit, termasuk pada bulan Mei 2014 sekitar 12,67 persen.

“Pada awal Juni 2014, selisihnya terus menyempit menjadi 6,3 persen. Puncaknya ketika akhir Juni 2014, selisihnya hanya 0,5 persen. Hampir menyusul Jokowi,” ujar dia.

Meski demikian, Ardian mengatakan, pada awal Juli 2014, selisih antara Jokowi dan Prabowo kembali menjauh menjadi 3,6 persen. Kini selisih antara keduanya semakin menjauh dalam pilpres menjadi 6,47 persen. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

APBD Magetan 2027 Masih Andalkan Dana Transfer Pusat, Pemkab Diminta Genjot PAD

MAGETAN – Pemerintah Kabupaten Magetan diminta untuk terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) seiring postur ...
SEMENTARA ITU...

Punjul: Kepemimpinan Bukan soal Kedudukan, tapi Seberapa Besar Manfaat

BATU – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Batu, Punjul Santoso, mengingatkan para pengurus muda ...
SEMENTARA ITU...

Pesan Doding untuk Paskibraka Trenggalek: Kalian Bukan Sekadar Pengibar Bendera

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi berpesan kepada Paskibraka 2026 agar tidak memaknai tugas pengibaran bendera ...
KRONIK

Gesah Bareng Ambi Bupati: Cara Ipuk Cari Solusi Langsung Masalah Pangan

BANYUWANGI – Berbagai persoalan yang dihadapi petani, nelayan, peternak, hingga pelaku perkebunan di Banyuwangi ...
KRONIK

Relief Gumuk Lumpang Rusak, DPRD Jember Minta Dugaan Perusakan Diusut

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, meminta polisi mengusut dugaan perusakan Objek Diduga Cagar ...
LEGISLATIF

Kelebihan Bayar Rp 566 Juta Proyek Alun-Alun Sidoarjo, DPRD Desak Pemkab Benahi Manajemen Pengawasan

SIDOARJO – Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengenai kelebihan pembayaran sebesar Rp 566,44 juta pada ...