NGAWI – Menjelang Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten Ngawi memperketat pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar-pasar tradisional. Salah satunya dilakukan di Pasar Walikukun, Kecamatan Widodaren, Rabu (4/3/2026).
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko turun langsung ke lapangan bersama tim Badan Pangan Nasional dan sejumlah OPD terkait. Mereka menyisir kios demi kios untuk mengecek langsung harga serta ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting) menjelang periode yang biasanya rawan lonjakan harga ini.
Hasilnya, kondisi pasar terpantau relatif kondusif. Tidak ditemukan kelangkaan, dan harga sejumlah komoditas masih berada dalam batas wajar.
“Dari hasil monitoring, dari sisi harga masih stabil. Sementara untuk stok dan kebutuhan masih tercukupi. Dipastikan mulai beras, minyak, gula, telur tidak ada yang melebihi HAP maupun HT,” kata Wabup Antok, Kamis (5/3/2026).
Dari hasil pemantauan, harga beras premium tercatat Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.000 per kilogram, gula pasir Rp16.500 per kilogram, dan minyak goreng Minyakita Rp15.700 per liter.
Sementara itu, daging sapi berada di kisaran Rp120.000 per kilogram, daging ayam ras Rp35.000 per kilogram, telur ayam Rp28.500 per kilogram, bawang merah Rp35.000 per kilogram, dan bawang putih kating Rp34.000 per kilogram.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi itu berharap kondisi ini dapat bertahan hingga hari raya. Sehingga masyarakat Ngawi dapat membeli kebutuhan dengan harga yang wajar.
“Mudah-mudahan stabil sampai dengan Lebaran, mulai stok, harga, sampai distribusinya,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Ngawi mulai rutin menggelar gerakan pangan murah selama bulan puasa. Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah. (amd/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













