oleh

Ini, Curhat Perempuan Kuli Panggul Pasar Songgolangit kepada Puti

-Berita Terkini-13 kali dibaca

PONOROGO – Keberadaan para perempuan yang sehari-hari menjadi kuli panggul di Pasar Songgolangit, Ponorogo membuat terenyuh Cawagub Jawa Timur Puti Guntur Soekarno. Sebab, penghasilan mereka yang sudah pas-pasan, saat ini makin berkurang.

Kondisi nasib para perempuan tangguh itu diketahui Puti Guntur saat meninjau Pasar Songgolangit, Rabu (5/4/2018) pagi. Pasar tradisional terbesar dan menjadi ikon legendaris Bumi Reog ini pada pertengahan Mei tahun lalu mengalami kekabaran hebat.

Saat akan meninggalkan pasar usai mengelilingi stan-stan pedagang, langkah kaki Puti terhenti ketika melihat tiga perempuan paruh baya tampak murung. Melihat itu, Puti lantas menyalami dan menanyakan persolan yang membuat mereka seperti tidak bergairah.

“Ibu-ibu kerjanya memanggul barang di pasar ini,” tanya Puti, yang diiyakan mereka.

Sariyem, seorang di antara tiga kuli panggul menceritakan, mereka beserta puluhan perempuan menggeluti pekerjaan itu sejak sekitar 1974. Dia mengaku penghasilan kuli panggul akhir-akhir ini menurun ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

Sebelum Pasar Songgolangit terbakar, ungkapnya, sehari mereka masih mendapat penghasilan di atas Rp 30 ribu. “Sekarang, penghasilan sekitar Rp 25 ribu,” ujarnya.

Menurutnya, sekali angkut ditarif seharga Rp. 3.000-Rp. 5.000, tergantung sedikit banyaknya barang yang dipanggul. “Kalau hari ini masih belum ada yang menggunakan jasa kami,” ucap perempuan 60 tahun tersebut.

Mendengar keluhan itu, Puti tampak terenyuh. Dia lantas memberikan barang bawaan yang baru saja dibeli di pasar.

“Ini buat ibu saja ya, dibuat oleh-oleh,” ucapnya sambil memberikan hasil belanjaan kepada masing-masing kuli panggul.

Selain itu, Puti juga berdialog tentang kondisi kesehatan para pemanggul barang itu. Ironisnya, mereka tidak tercover dengan BPJS Kesehatan dari pemerintah.

Terkait ini, kata Puti, jika dirinya bersama Cagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul)  terpilih menjadi Gubernur dan Gubernur Jatim, akan mengupayakan kartu jaminan kesehatan.

“Yang penting ibu-ibu semua sehat. Saya mohon doa restu,” ucap Puti.

Kehadiran putri tunggal Guntur Soekarnoputra itu disambut meriah pembeli dan pedagang pasar. Bahkan, saking antusiasnya, para pedagang menghentikan aktivitas sejenak untuk bisa bersalaman dan foto bersama dengan Puti.

Hampir setiap lorong-lorong di pasar para pedagang meminta foto bersama. Puti pun melayani satu persatu permintaan pedagang dan pembeli yang berada di pasar itu.

Puti juga menegur sapa setiap stan pedagang mulai lantai bawah hingga ke lantai 3. Bahkan, alumnus FISIP UNI tersebut membeli sejumlah kebutuhan dapur hingga jajan khas Ponorogo.

Dia pun menyempatkan sarapan nasi pecel khas Ponorogo di pasar tersebut. “Pecelnya mantab dan enak. Saya doakan laris dagangannya,” kata Puti, kepada penjual pecel Ponorogo. (goek)

rekening gotong royong