IndEX-pun Sebut PDIP sebagai Pemenang Pemilu 2019

 52 pembaca

JAKARTA  – Satu lagi lembaga survei independen yang menyatakan PDI Perjuangan sebagai partai politik yang bakal memenangkan Pemilu 2019.

Setelah Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dalam surveinya pada 15-22 Maret 2019 menunjukkan elektabilitas PDI Perjuangan tertinggi, yakni meraih 25,9 persen, kali ini lembaga survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research menyatakan hasil serupa.

Dalam survei terbaru indEX pada rentang waktu 11-20 Maret 2019, terkait elektabilitas partai politik jelang Pemilu tahun ini, hasilnya menunjukkan PDIP masih menjadi parpol dengan elektabilitas tertinggi dengan raihan suara 24,3 persen.

Disusul Gerindra dengan perolehan 14,9 persen, Golkar (11,2 persen), PKB (7,7 persen), dan Demokrat (5,1 persen).

Direktur Eksekutif indEX Research Vivin mengatakan, perolehan elektabilitas didominasi oleh posisi lima besar. “Dua parpol lain yang diprediksi lolos ambang batas yaitu Nasdem (4,6 persen) dan PSI (4,3 persen),” ungkap Vivin di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Vivin mengatakan, jika mampu menjaga elektabilitas hingga pencoblosan, ketujuh parpol melenggang ke Senayan. Dari survei yang dilakukan indEX sejak Desember 2018, kelompok lima besar meraih elektabilitas tertinggi.

PDIP berada pada kisaran 22-26 persen, Gerindra 12-15 persen, dan Golkar 9-12 persen. PKB cenderung stabil pada kisaran 7 persen, sedangkan Demokrat fluktuatif pada kisaran 4-5 persen.

Pada kelompok parpol papan tengah, Nasdem memimpin dengan elektabilitas pada kisaran 3,3 hingga 4,6 persen. PPP yang stabil pada kisaran sempit 3,1 hingga survei terakhir 3,4 persen semakin tertinggal oleh parpol lain, PKS (3,8 persen) dan PAN (3,7 persen).

Sementara itu, PDI Perjuangan menggaet suara kaum muda, alias milenial dan perempuan pada pekan pertama kampanye terbuka. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, upaya menarik simpati dua golongan itu karena dukungannya yang banyak kepada pihaknya.

Dia mengacu pada hasil survei beberapa waktu terakhir. Contohnya, Lingkar Survei Indonesia (LSI) yang merilis bahwa 20,1 persen milenial akan memilih PDIP, sementara 22 persen ‘emak-emak’ diperkirakan juga akan memilih partai pemenang Pemilu 2014 tersebut.

Pihaknya mengapresiasi  tingginya potensi dukungan dari milenial dan ‘emak-emak’ ke PDIP. Kata Hasto, hal tersebut mengindikasikan PDIP partai yang membawa aspirasi mereka.

Berbagai materi kampanye pun telah disiapkan, mulai dari iklan televisi, iklan radio, hingga kampanye dalam bentuk joget massal.

Hasto kemudian menunjukkan dua buah kampanye televisi masing-masing berdurasi 60 detik. Satu iklan menggambarkan bahwa kaum milenial adalah penerus bangsa, sementara iklan lain menggambarkan PDIP kerap memperjuangkan harga diri wanita.

Kedua iklan itu turut dibintangi oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Seluruh materi kampanye, lanjut Hasto, merupakan hasil diskusi kelompok (Focus Group Discussion) dengan dua golongan tersebut.

“Dan tak lupa kami juga akan kampanye melalui media sosial. Selain karena keterbatasan anggaran kampanye, kami juga memperhatikan. Dalam hal ini, kami juga melibatkan ahli neurolinguistik,” papar dia.

Hasto berharap, pemilih PDIP pada 17 April 2019 mendatang bisa lebih dari 29 persen dari perolehan nasional. Ini mengingat seluruh survei menaruh PDIP di kisaran 20 persen.

Survei Litbang Kompas, misalnya, menaruh PDIP di angka 26,9 persen. Kemudian, survei LSI Denny JA menempatkan elektabilitas PDIP di angka 23,7 persen. “Tapi kami berharap lebih. Biar rakyat saja yang menentukan,” tuturnya. (goek)