Ida Bagus Dukung Nyadran di Sonoageng, Prosesi Dimeriahkan Berbagai Pagelaran Seni Tradisional

 309 pembaca

NGANJUK – Kirab budaya dan tumpengan  dalam rangka bersih desa aatau nyadran di Desa Sonoageng Kecamatan Prambon, pada Rabu sampai Kamis (13-14/7/2022) berlangsung meriah. Tradisi dilaksanakan saban tahun itu dimeriahkan berbagai pagelaran seni tradisional.

Nyadran diawali dengan kirab budaya dan mengarak tumpeng sejauh 500 meter dari balai desa menuju makam leluhur desa, Mbah Said. Nama tersebut, oleh masyarakat setempat, diyakini sebagai orang yang pertama kali membabat Desa Sonoageng.

Malam harinya, nyadran dimeriahkan dengan kegiatan kesenian tradisional seperti jaranan, wayang krucil, wayang timplong, campur sari, jaranan pegon, kentrung, hingga wayang kulit.

Untuk pagelaran wayang kulit, dimainkan secara kolaborasi oleh tiga dalang. Antara lain Ki Sabdo Yudhanto, Ki Bandung Widayat Mudho, Ki Nanda Wejo Seno. Adapun lakon dimainkan yakni Gathutkaca Winisuda.

“Kemarin (Rabu) juga ada pendadaran uji materi karawitan,” kata Pelindung Karawitan Guyub Rukun yang juga Anggota DPRD Jawa Timur, Ida Bagus Nugroho.

Pria yang tercatat sebagai warga setempat ini menambahkan, nyadran merupakan tradisi untuk mengenang para leluhur terdahulu yang pernah membabat desa.

Tujuannya untuk nguri-uri atau melestarikan kebudayaan tradisional Jawa agar selalu dikenang di kalangan masyarakat dan tidak hilang oleh peradaban zaman yang semakin maju.

“Untuk pembiyaan kegiatan dilaksanakan secara gotong royong oleh masyarakat,” kata Ida Bagus yang juga wakil ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

Prosesi nyadran dihadiri berbagai kalangan termasuk para pejabata forkopimda Nganjuk. Hadir pada acara tersebut Plt Bupati dan Ketua DPRD Nganjuk, Marhaen Djumadi dan Tatit Heru Tjahjono.   

“Semoga warga Desa Sonoageng khususnya yang bertempat tinggal di Desa Sonoageng selalu diberikan kesehatan dan berkah oleh Allah SWT,” kata Plt Bupati Nganjuk. (endyk/hs)