Sabtu
29 Agustus 2026 | 1 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto: Politik Kotor Tak Akan Berhasil Memenangkan Hati Rakyat

pdip-jatim-hasto-kediaman-risma

JAKARTA – PDI Perjuangan menyebut kemenangan koalisi oposisi Malaysia, Pakatan Harapan, yang dipimpin Mahathir Mohamad,  menjadi bukti politik kotor tak akan berhasil memenangkan hati rakyat.

“Kepada kelompok-kelompok tertentu yang masih menggunakan berita palsu, ujaran kebencian, fitnah, dan politik menghalalkan segala cara demi kekuasaan, semoga tersadarkan, bahwa politik kotor tidak pernah mendapat tempat di hati rakyat,” kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Jumat (11/5/2018).

Diberitakan, Pakatan Harapan menang secara mengejutkan dalam pemilu ke-14 yang digelar Rabu (9/5/2018). Mahathir, yang kini berusia 92 tahun, berhasil mengalahkan koalisi Barisan Nasional, yang kini berkuasa dan dipimpin Perdana Menteri Najib Razak.

PDI Perjuangan mengucapkan selamat kepada Mahathir Mohamad yang telah memenangkan tidak hanya pemilu di Malaysia, namun juga memenangkan narasi politik yang membangun peradaban.

“Selamat untuk yang mulia Mahathir Mohamad, kita perkuat persahabatan kedua bangsa serumpun untuk cita-cita kemanusiaan bersama,” ucap Hasto.

Hasto mengatakan, kemenangan Mahathir disebabkan koalisi petahana Barisan Nasional (BN) yang telah berkuasa di Malaysia selama 60 tahun terbukti memainkan politik SARA. Hal ini menurut Hasto bisa menjadi pelajaran dalam penyelenggaraan demokrasi di Indonesia.

“Ada beberapa komponen dari pihak yang diduga kuat terkait dengan incumbent yang mencoba memainkan politik SARA di Malaysia. Namun kedewasaan pemilih di Malaysia membuktikan bahwa narasi politik pemecah belah atas dasar suku, agama dan antar golongan tidak laku di Malaysia,” jelas Hasto.

Menurutnya, hal ini bisa menjadi pelajaran di tanah air, bahwa mereka yang menggunakan politik adu domba dan mengampanyekan ujaran kebencian, yang sering mengarah pada radikalisme, tidak mendapat tempat di bumi Pancasila.

Hasto menilai Indonesia sebagai bangsa yang berkeadaban dengan tingkat kebudayaan yang begitu tinggi dan beraneka, tidak boleh ketinggalan dengan capaian di Malaysia tersebut.

Indonesia, kata dia, merupakan bangsa besar, sehingga persatuan dan kesatuan bangsa adalah keajaiban bagi bangsa yang begitu majemuk ini. Untuk itu Pancasila harus dirawat dan dibumikan.

Kejadian di Malaysia, tambah Hasto, seharusnya mendorong bangsa Indonesia untuk selalu setia pada watak politik yang mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan sebaliknya.

PDI Perjuangan, imbuhnya, percaya terhadap kesejatian watak bangsa Indonesia yang toleran, berkeadaban, dan begitu banyak nilai-nilai kearifan lokal yang mencerminkan tingginya peradaban bangsa seperti mewayu hayuning bawono. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Kementerian PU Hibahkan SPAM Tangkel ke Pemkab Bangkalan, Bupati Lukman: Jadi Pengungkit Investasi

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mendapat tambahan aset strategis untuk memperkuat pelayanan ...
KRONIK

Data Desil Bermasalah, DPRD Bondowoso Soroti Ancaman Bantuan Warga Terputus

BONDOWOSO – Perubahan data desil warga di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, berpotensi membuat penerima bantuan ...
KRONIK

Monev Komisi B DPRD Jember di PT MDR Buntu, Data Stok dan Harga Tembakau Masih Misteri

JEMBER – Monitoring dan evaluasi Komisi B DPRD Jember ke PT Mangli Djaya Raya (MDR), Jumat (28/8/2026), belum ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Usulkan Insentif Guru PAUD Naik, Dibahas dalam APBD 2027

MALANG – DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi para pendidik Pendidikan Anak Usia ...
LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...