Hasto Kristiyanto: Kepala Daerah PDI Perjuangan Adalah Sintesa, Bukan Antitesa

Loading

SURABAYA – PDI Perjuangan mendorong agar semua kepala daerah, khususnya yang diusungnya membangun kerja sama dan saling mendukung satu sama lain.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan, kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDIP itu diajarkan untuk saling kerja sama, saling membantu, saling mengambil pelajaran-pelajaran yang dinilai berhasil dari kepala daerah lainnya.

“Karena kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan mengambil keberhasilan dari kepala daerah lainnya, dan itu diajarkan dalam sekolah partai. Maka kepala daerah PDI Perjuangan itu adalah kepala daerah sintesa, bukan antitesa,” kata Hasto Kristiyanto, usai gowes bersama para kepala daerah dan sejumlah pengurus PDI Perjuangan Jawa Timur, di Surabaya, Sabtu (15/10/2022).

Dengan kerja sama yang dibangun antara seluruh kepala daerah dari PDIP itu, lanjut Hasto, maka semua berjalan maju senafas dan beriringan.

“Ketika Presiden Jokowi mengumpulkan para kepala daerah untuk bagaimana mengatasi inflasi, yang namanya kepala daerah sintesa yang senafas dengan pak Jokowi, di sini langsung membangun kerjas ama,” jelasnya.

Dia mencontohkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang langsung membangun kerja sama dengan Bupati Ngawi H. Ony Anwar Harsono.

Dalam kerja sama itu Surabaya mengetahui bahwa Ngawi penghasil beras, maka dengan kerja sama itu bisa mendapatkan beras dari petani Ngawi dengan harga panen. Kerja sama ini pun memutus mata rantai permainan para tengkulak.

Demikian pula Kota Blitar yang terkenal sebagai penghasil telur terbesar, membangun kerja sama dengan kepala daerah lainnya sehingga rantai pasok menjadi lebih lancar.

“Nah, dengan cara-cara kerja sama itu, kita akan meningkatkan efisiensi dalam distribusi untuk mencegah kenaikan-kenaikan harga akibat penggorengan dari pemburu rente.
Itu langsung kita jalankan,” tegas Hasto.

“Jadi apa kebijakan pak Jokowi langsung kita jalankan dengan kerjasama antar kepala daerah,” sambung dia.

Demikian juga dalam politik tata ruang, Hasto menjelaskan bisa dipetakan sebuah daerah yang menjadi sumber pangan, kemudian mana daerah sebagai pusat bisnis dan jasa, serta mana daerah yang punya fokus pada pariwisata, dan sebagainya.

Dengan karakteristik dan keunggulan daerah inilah, kemudian dibangun kerja sama sehingga kemajuan itu bersintesa.

“Sehingga kita menjalankan apa yang disebut Bung Karno sebagai Pola Pembangunan Semesta Berencana. Karena itulah kita dorong para kepala daerah PDI Perjuangan untuk saling bekerja sama sesuai dengan keunggulan daerahnya. Keunggulan strategis daerahnya,” papar Hasto.

Dia juga menjelaskan bahwa apa yang diinstruksikan Presiden Jokowi, agar kepala daerah itu sama-sama berjuang dalam situasi sulit mengatasi inflasi itu, akhirnya dapat dilakukan.

Hasto juga menyebut pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, yang dengan pengalamannya yang sangat kuat sudah melihat sejak awal bagaimana kondisi yang akan datang.

“Pada Maret 2020 ketika awal Covid-19 ibu Megawati sudah mengeluarkan perintah agar seluruh tiga pilar partai mendorong ditanamnya 10 jenis tanaman pendamping beras. kalau itu dijalankan, kita punya ketahanan pangan yang kuat menghadapi gejolak pangan global akibat perang Rusia -Ukraina,” bebernya.

Ia menegaskan kepala daerah tak boleh dalam politik nasional sikapnya berbeda dengan pemerintah pusat. Jika, Jokowi sebagai presiden menyebut berdaulat di bidang pangan dan di bidang energi, maka kebijakan itu juga harus didukung kepala daerah.

“Karena apa pun presiden adalah kepala negara dan kepala pemerintahan,” tegas Hasto. (goek)