JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, Pilpres 2024 adalah momentum terbaik untuk mencari pemimpin yang punya visi masa depan dan rekam jejak dan kinerja yang baik, kepemimpinan ideologis, serta pemimpin yang punya kemampuan teknokratis dan mampu menerima tanggung jawab.
“Karena situasi yang kita hadapi tidak ringan. Bagaimana pandemi Covid belum sepenuhnya usai, perang Rusia-Ukraina yang menciptakan krisis pangan dan energi. Selama enam bulan berturut-turut kita menghadapi inflasi hampir dua digit. Ini persoalan yang sangat serius,” tandas Hasto.
Itu dia sampaikan saat menjadi pembicara diskusi yang digelar Para Syndicate Forum bertajuk “Setelah 77 Tahun TNI: Diskursus Sipil-MIliter dan Tantangan Demokrasi di Pemilu 2024” di Jakarta, Kamis (6/10/2022).
“Maka pesan kami, jangan bawa kontestasi Pilpres terlalu dini, karena pendaftaran calon presiden dan cawapres masih Oktober tahun depan. Masih lama, jangan kuras energi bangsa kita ini sehingga kehilangan momentum untuk bangkit,” sambung Hasto.
Politisi asal Yogyakarta ini mengatakan, saat ini momentum bagi kita, kepemimpinan kita di bidang pangan untuk bekerja ekstra keras.
“Kita mampu mengekspor pangan, dan seluruh proses nilai tambah sektor yang sangat strategis. Banyak negara gagal karena tak bisa mencukupi kebutuhan pangannya,” sebutnya.
Di bagian lain, Hasto mengatakan Pemilu sebagai alat integrasi bangsa sebagai hal yang sangat bagus. Sehingga semua mengikuti seluruh tahapan pemilu dengan sebaik-baiknya, dan KPU profesional bersama Bawaslu dan DKPP.
“Sehingga kita ikuti seluruh tahapan pemilu dengan sebaik baiknya dan pasti ada momentum pengusungan capres/cawapres dan terjadi pengerucutan dari seluruh partai-partai yang bergabung,” lanjutnya.
Hasto mengatakan menyongsong pemilu 2024 bagaimana mempersiapkan desain untuk masa depan dengan sebaik-baiknya sehingga siapapun pemimpin yang dipilih rakyat melalui cara yang demokratis dan jauh dari politik identitas, betul-betul politik yang mencerdaskan.
“Pemilu jadi momentum bagi kita untuk membangunkan seluruh energi positif kita agar kita bisa tampil jadi pemimpin di antara bangsa-bangsa dunia. Karena justru di tengah berbagai persoalan muncul peluang bagi kepemimpinan kita termasuk untuk membangun hegemoni Indonesia di bidang pangan. Kalau militer kita belum mampu, paling tidak dari pangan dulu karena kita punya sumber daya yang luar biasa,” harapnya.
Dia menambahkan, tugas sejarah semua elemen saat ini adalah bagaimana mengedepankan gotong royong nasional sehingga tekanan internasional yang mengancam perekonomian bisa diatasi dengan sebaik-baiknya.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, sebut Hasto, memperkirakan tekanan internasional akibat krisis dunia akan diterima awal Februari tahun depan dan PDI Perjuangan sudah mengantisipasi sejak Maret 2020.
“Sejak Maret 2020 Ibu ketua umum sudah mengeluarkan instruksi kepada tiga pilar partai untuk menanam 10 tanaman pendamping beras,” ungkap Hasto.
“Kalau sejak dua tahun lalu seluruh komponen bangsa itu bekerja keras menanam 10 tanaman pendamping beras tentu saja kita memiliki daya tahan yang sangat kuat,” tutupnya. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS