Jumat
16 Oktober 2026 | 4 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Pahlawan, Djarot Ziarahi 3 Makam Ulama Besar di Tebu Ireng

pdip-jatim-djarot-di-jombang

pdip-jatim-djarot-di-jombangJOMBANG – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat menyempatkan Salat Jumat di Ponpes Tebu Ireng, Jumat (11/11/2016). Selama pelaksanaan Salat Jumat, Djarot ditemani pimpinan Ponpes Tebu Ireng KH Sholahudin Wahid atau Gus Sholah.

Khatib Salat Jumat adalah KH Mustain Syafi’i yang mengurai terkait kepahlawanan. Bersama sekitar 3.000 santri Ponpes Tebu Ireng, Djarot yang duduk di shof terdepan bersama Gus Sholah, tampak tekun mendengarkan ceramah Kiai Mustain.

Ceramah yang menyinggung soal kepahlawanan ini sesuai dengan kunjungan Djarot di Jombang, yakni berziarah ke makam tiga ulama besar, KH Hasyim Ashary, KH Wahid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang juga Presiden ke-3 RI. Ketiganya dimakamkan di makam keluarga di dalam komplekd Ponpes Tebu Ireng.

“Ponpes Tebu Ireng ini tidak terpisah dari perjalanan berbangsa kita. Menyumbang kepahlawanan dalam perjuangan kemerdekaan, membentuk identitas Islam Kebangsaan yang saat ini dalam tekanan,” kata Djarot, usai Salat Jumat.

Setelah mengikuti ibadah Salat Jumat, Djarot berziarah ke tiga makam ulama yang juga  pahlawan bangsa tersebut. Mantan Wali Kota Blitar tiga periode ini tampak ditemani istrinya, Happy Djarot, dan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Eva Sundari.

Sebelum pelaksanaan Salat Jumat, Djarot menyempatkan diri melihat proses penyelesaian pembangunan perpustakaan Hasyim Asyari di lingkungan Ponpes Tebu Ireng. Menurut Gus Sholah, pembangunan fisik sudah berjalan 70 persen, dan tantangan berikutnya adalah pengisian buku-buku dan material lain.

Pada kesempatan itu Djarot dengan antusias menceritakan pengalamannya saat mendirikan perpustakaan Bung Karno di Kota Blitar yang sekarang mengoleksi 150.000-an buku. “Saya siap bantu Gus. Saya punya akses ke beberapa sumber termasuk di Belanda yang banyak membantu perpustaan Blitar,” kata Djarot.

“Kalau bisa kita diberi semua rekaman pidato baik video maupun cetakan dari Bung Karno. Tidak ada yang bisa mengalahkan Bung Karno soal kepiawaian pidato,” ujar Gus Sholah.

Dia menambahkan, bahwa salah satu keinginannya adalah bisa mengoleksi bukti-bukti bahwa Pancasila sangat Islami. (sa)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pantau Pasar Tradisional, Wabup Antok Minta Dinas Cari Strategi Stabilkan Harga Daging Ayam

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mencari strategi ...
LEGISLATIF

Data Desil Bansos Bermasalah, Sri Untari Dorong Pemutakhiran Lebih Cepat

JAKARTA – Ketidakakuratan data kesejahteraan dan lambatnya pemutakhiran berisiko membuat bantuan sosial (bansos) ...
EKSEKUTIF

344 Koperasi Desa Merah Putih di Kediri Harus Kantongi SLF Sebelum Beroperasi

KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan 344 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) yang telah disiapkan ...
KRONIK

Perhatikan Nasib Ibu Saena dan Delapan Anaknya, Hakim: Kami Bantu Fasilitasi Pendidikan Mereka

BANGKALAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bangkalan, Nur Hakim, memberikan perhatian terhadap kondisi ibu ...
KRONIK

Kukuhkan 66 Kepala Sekolah, Bupati Lukman Tekankan Integritas dan Mutu Pendidikan

BANGKALAN – Kepala sekolah bukan sekadar menduduki jabatan struktural, tetapi juga memegang tanggung jawab besar ...
KRONIK

Sambut Hari Santri, Pemkab Banyuwangi Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk 28 Ribu Santri

BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, Pemerintah ...