Sabtu
05 September 2026 | 5 : 55

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Pahlawan, Djarot Ziarahi 3 Makam Ulama Besar di Tebu Ireng

pdip-jatim-djarot-di-jombang

pdip-jatim-djarot-di-jombangJOMBANG – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat menyempatkan Salat Jumat di Ponpes Tebu Ireng, Jumat (11/11/2016). Selama pelaksanaan Salat Jumat, Djarot ditemani pimpinan Ponpes Tebu Ireng KH Sholahudin Wahid atau Gus Sholah.

Khatib Salat Jumat adalah KH Mustain Syafi’i yang mengurai terkait kepahlawanan. Bersama sekitar 3.000 santri Ponpes Tebu Ireng, Djarot yang duduk di shof terdepan bersama Gus Sholah, tampak tekun mendengarkan ceramah Kiai Mustain.

Ceramah yang menyinggung soal kepahlawanan ini sesuai dengan kunjungan Djarot di Jombang, yakni berziarah ke makam tiga ulama besar, KH Hasyim Ashary, KH Wahid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang juga Presiden ke-3 RI. Ketiganya dimakamkan di makam keluarga di dalam komplekd Ponpes Tebu Ireng.

“Ponpes Tebu Ireng ini tidak terpisah dari perjalanan berbangsa kita. Menyumbang kepahlawanan dalam perjuangan kemerdekaan, membentuk identitas Islam Kebangsaan yang saat ini dalam tekanan,” kata Djarot, usai Salat Jumat.

Setelah mengikuti ibadah Salat Jumat, Djarot berziarah ke tiga makam ulama yang juga  pahlawan bangsa tersebut. Mantan Wali Kota Blitar tiga periode ini tampak ditemani istrinya, Happy Djarot, dan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Eva Sundari.

Sebelum pelaksanaan Salat Jumat, Djarot menyempatkan diri melihat proses penyelesaian pembangunan perpustakaan Hasyim Asyari di lingkungan Ponpes Tebu Ireng. Menurut Gus Sholah, pembangunan fisik sudah berjalan 70 persen, dan tantangan berikutnya adalah pengisian buku-buku dan material lain.

Pada kesempatan itu Djarot dengan antusias menceritakan pengalamannya saat mendirikan perpustakaan Bung Karno di Kota Blitar yang sekarang mengoleksi 150.000-an buku. “Saya siap bantu Gus. Saya punya akses ke beberapa sumber termasuk di Belanda yang banyak membantu perpustaan Blitar,” kata Djarot.

“Kalau bisa kita diberi semua rekaman pidato baik video maupun cetakan dari Bung Karno. Tidak ada yang bisa mengalahkan Bung Karno soal kepiawaian pidato,” ujar Gus Sholah.

Dia menambahkan, bahwa salah satu keinginannya adalah bisa mengoleksi bukti-bukti bahwa Pancasila sangat Islami. (sa)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Di Tempat Hasto Dilahirkan, Demokrasi Dibicarakan Lewat Gamelan dan Tarian

YOGYAKARTA – Tidak ada kemewahan ruang pertemuan hotel. Tidak ada pendingin udara yang membuat suasana malam terasa ...
LEGISLATIF

Puan Dukung Penegakan Hukum 21 Badan Usaha Terkait Karhutla, Minta Prosesnya Transparan

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan penegakan hukum ...
KRONIK

Hasto Ingatkan Ancaman Populisme Otoriter, Dorong Lima Agenda Ketahanan Demokrasi

YOGYAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan menguatnya populisme otoriter dapat ...
KRONIK

Pantau Langsung Kebakaran Kawah Ijen, Bupati Ipuk Ajukan Helikopter Water Bombing

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memantau langsung lokasi kebakaran di Kawsan Pegunungan Ijen, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Lantik 4 Kepala OPD, Tekankan Integritas dan Pelayanan Terbaik untuk Rakyat

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, melantik empat pejabat pimpinan tinggi pratama (JPTP) di ...
KABAR CABANG

Formasi Baru Terbentuk, Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Pagerwojo Siap Menangkan Pemilu 2029

TULUNGAGUNG – Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Pagerwojo masa bakti 2026-2031 resmi ...