Sabtu
19 September 2026 | 12 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Kartini, Banteng Milenial Pacitan Ini Ajak Perempuan Tak Bosan Belajar

pdip-jatim-shara-elfani-pacitan2

PACITAN – Setiap momen memperingati Hari Kartini, ada yang terlintas di benak Banteng Pacitan ini, yakni kesempatan menempuh pendidikan yang sama, bagi laki-laki maupun perempuan.

Kesetaraan gender, khususnya di dalam menempuh jenjang pendidikan, itu yang ditangkap Shara Elfani, salah satu anggota Barisan Juang Pacitan.

Karena itu, dia terus mengajak sesama perempuan, untuk terus belajar baik di lembaga pendidikan formal maupun informal.

Baca juga: Banteng Muda Pacitan Sesalkan Keterlibatan Pemuda dalam Aksi Teror

Dia menyebut, Hari Kartini itu ibarat secercah cahaya awal mula perjuangan kaum perempuan terutama di bidang pendidikan. Perjuangan Kartini menjadi penyemangat bagi perempuan Indonesia bahwa pendidikan itu harus diterima baik oleh laki-laki maupun perempuan.

“Jadi, kalau ingat beliau ya ingat tentang pentingnya pendidikan,” ungkap Shara Elfani, Rabu (21/4/2021).

Kader muda PDI Perjuangan Pacitan yang kini sedang menyelesaikan studinya di Surabaya ini menjelaskan, meskipun perempuan itu ditakdirkan sebagai calon Ibu tetapi tidak boleh berhenti untuk terus belajar dan meningkatkan membaca.

Karena menurut Fani, sapaan akrabnya, ilmu yang didapatkan dari membaca untuk menjadi ibu yang cerdas dan menularkan ke anak-anaknya nanti.

“Jangan bosan untuk membaca tentang semua hal, apapun itu. Jangan berhenti membaca setelah mendapatkan ijazah. Manfaat membaca dan belajar itu akan berguna untuk menjadi ibu yang cerdas bagi anak-anaknya,” ajak Fani.

Dia berpesan kepada seluruh perempuan terutama yang masih muda untuk terus belajar dan lebih pintar dalam memilih pergaulan. Menurutnya, usia muda merupakan usia di mana seseorang sedang dalam proses pembentukan jati diri.

“Perempuan harus bisa memilih dan memilah lingkungan yang baik, dimulai dari lingkungan pertemanan. Karena usia muda itu usia yang bener-bener proses pembentukan jatidiri,” tuturnya.

“Dan sekali lagi, membaca hal-hal apapun itu menjadi sangat penting juga membandingkan dengan bacaan satu sama lain. Agar pemikiran kita tetap objektif dan tidak subyektif pada narasi tertentu,” tutup Fani. (ARD)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Gandeng Komunitas Lingkungan, IMAGRO UNEJ Adukan Abrasi Pantai Cemara ke DPRD Jember

JEMBER – Garis pantai di Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, tidak lagi berhenti di tempat yang sama. Pasir terkikis. ...
KRONIK

Perkuat Sinergi Daerah, Bupati Fauzi dan Bupati Rijanto Teken MoU Pembangunan

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar ...
KRONIK

Rehabilitasi Sekolah, Bupati Lukman Tegaskan Hasil Harus Berkualitas dan Tepat Sasaran

BANGKALAN – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mempercepat pembenahan sarana dan prasarana pendidikan ...
KRONIK

Satu Pelukan, Satu Tuntutan: Warga Silo Meminta Yon TP Dibatalkan

JEMBER – Matahari mulai condong ke barat ketika seorang perempuan tua berhijab biru dan berbaju merah bermotif ...
EKSEKUTIF

Mangga Podang Lereng Wilis Raih Sertifikat IG, Pemkab Kediri Perkuat Peremajaan dan Kualitas

Pemkab Kediri memperkuat peremajaan dan edukasi petani untuk menjaga populasi serta kualitas mangga podang Lereng ...
KABAR CABANG

2 Bulan Sumur Warga Wonocolo Bojonegoro Mengering, Lasmiran Kirim Air Bersih

BOJONEGORO – Krisis air bersih melanda warga Desa Hargomulyo dan Wonocolo Kecamatan Kedewan, Bojonegoro. Kader PDI ...