Hamka Haq: Kita Harus Hadir di Tengah Masyarakat Beragama, Tanpa Terkecuali

Loading

SURABAYA – Ketua Bidang Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan YME DPP PDI Perjuangan, Prof. Dr. H. Hamka Haq, M.A, dalam Rapat Koordinasi Bidang Keagamaan dan Kepercayaan terhadap Tuhan YME DPD PDI Perjuangan Jawa Timur secara virtual, menyampaikan pentingnya pengurus dan kader PDI Perjuangan bekerjasama dengan ormas-ormas keagamaan di daerah masing-masing.

“Pertama-tama saya sampaikan banyak terima kasih pada DPD PDI Perjuangan Jawa Timur atas usahanya, sehingga menjadikan Baitul Muslimin Indonesia sebagai ormas sayap partai, yang saya rasa semakin besar, semakin berkibar. Hal ini tentunya adalah kerja sama yang baik dengan ormas-ormas Islam, khususnya NU,” ujar Hamka dalam sambutannya, Jumat (13/8/2021).

Hamka juga mengingatkan, agar para pengurus dan kader PDI Perjuangan tetap menjaga tali silaturrahim yang baik dengan ormas-ormas Islam.

“Kita memang perlu penggalangan, dan penggalangan yang dimainkan Bamusi tentunya di berbagai tingkatan itu untuk umat Islam, ormas-ormas Islam, terutama NU, Muhammadiyah, LDII dan ormas-ormas lain,” jelas Hamka.

Selain itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Baitul Muslimin Indonesia (DPP Bamusi) tersebut mendorong penggalangan atau kerja sama dengan berbagai ormas keagamaan dilakukan secara intens. Menurutnya, Indonesia sebagai negara yang berbhinneka tunggal ika, sudah seharusnya pengurus dan kader PDI Perjuangan hadir di tengah-tengah masyarakat beragama tanpa terkecuali.

“Tidak berarti umat beragama lain tidak perlu. Itu juga penting. Karena kita tahu negara kita negara bhinneka tunggal ika yang di dalamnya, di samping ada Muslim, juga ada agama-agama lain, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha. Semua harus digalang. kita tunjukkan PDI Perjuangan hadir di tengah-tengah masyarakat agama tanpa terkecuali,” papar Hamka.

Karena itu, Hamka berharap momen-momen keagamaan dimanfaatkan dengan baik oleh para pengurus dan kader PDI Perjuangan untuk hadir di tengah masyarakat. Apalagi, tegas Hamka, di tengah pandemi ini, momen keagamaan harus menjadi momentum pengurus dan kader PDI Perjuangan untuk membantu masyarakat.

“Manfaatkanlah momen-momen keagamaan untuk hadir di tengah masyarakat, terutama mengatasi pandemi Covid-19 sebagai bantuan pada pemerintah kita, pemerintah yang kita dukung sangat intens untuk mengatasi pandemi ini, meskipun dibully berkali-kali. Kita harus setia mendukung program itu. Bukan untuk kepentingan kita, tapi untuk kepentingan bangsa,” tegasnya.

Terkait dengan hasil survey elektabilitas partai politik, Hamka menyampaikan rasa syukurnya atas posisi teratas PDI Perjuangan. Dirinya berharap, para pengurus dan kader untuk tidak kendor untuk bergerak dan hadir di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, saya melihat, dalam survey terakhir, kita masih bertengger di peringkat teratas, saya lihat 22 persen. Moga-moga kita bisa bertahan,” tandas Hamka.

Karena itu, Hamka menegaskan, Rapat Koordinasi Bidang Keagamaan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur merupakan pelaksanaan dari amanat Kongres V PDI Perjuangan di Bali. Seperti diketahui, tambah Hamka, Kongres V PDI Perjuangan mengamanahkan untuk melakukan konsolidasi secara berkesinambungan oleh DPD dan DPC-DPC.

“Saya sangat memberi apresiasi yang tinggi terhadap DPD Jawa Timur, di samping karena telah berhasil membentuk sayap-sayap partai, khususnya Baitul Muslimin, yang sudah mencapai 18 Kabupaten/Kota, yang saya sudah anggap bahwa DPD PDI Perjuangan Jawa Timur merupakan satu-satunya DPD Partai yang sangat memberikan perhatian besar terhadap Bamusi,” pungkas Hamka.

Selain Prof Hamka Haq dan para pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Rapat Koordinasi Bidang Keagamaan dan Kepercayaan terhadap Tuhan YME DPD PDI Perjuanga Jawa Timur juga diikuti oleh 38 perwakilan DPC PDI Perjuangan dan 18 Bamusi Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. (set)