Jumat
23 Oktober 2026 | 6 : 06

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gerakan Indonesia Mengaji, Manifestasi Revolusi Mental

Gerakan Indpnesia Mengaji Ansor

image

SURABAYA – Sekitar seribu anggota Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur berkumpul dan mendeklarasikan Gerakan Indonesia Mengaji: Revolusi Mental berbasis Ahlussunnah wal Jama’ah di GOR Pantjasila, Rabu (18/6/2014). Deklarasi yang dihadiri Cawapres H. M. Jusuf Kalla berlangsung meriah penuh kobar perjuangan.

Dimulai pukul 19.00, lantunan Shalawat Badar dan gegap gempita mars Ansor tiada henti memenuhi setiap sudut GOR Pantjasila.

Haji Rudi, Ketua PW GP Ansor Jatim selaku tuan rumah acara deklarasi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Gerakan Indonesia Mengaji merupakan manifestasi konkret dari revolusi Mental yang didengungkan Calon Presiden Joko Widodo.

“Pak Jusuf Kalla, Bapak saya. saya ceritakan tentang pesan-pesan Bapak, untuk memahami dan menguatkan nilai itu (baca: kesejahteraan). Semua anggota Ansor harus paham tentang kemandirian. Untuk itu, kami harus ngaji, ngader dan kerja,“ tandas Rudi.

Menurut Rudi, ke depan, Ansor akan memiliki lembaga bersama yang bergerak dalam usaha. Dengan lembaga ini diharapkan anggota Ansor mampu mempelopori kemajuan dan kesejahteraan dengan jalan kemandirian.

“Ansor, mulai dari PC hingga ranting harus punya lembaga keuangan mikro syariah,” harapnya.

Nusron Wahid, selaku ketua umum PP GP Ansor menegaskan, bahwa revolusi mental yang didengungkan Jokowi sejalan dengan garis politik NU. Nusron juga menegaskan bahwa bangunan politik itu sangat bergantung pada ideologi yang dibawa politisinya.

“Hanya ada satu pasangan, satu wakil presiden yang merupakan kader NU tulen. Kalau yang lain diragukan sanad dan mu’tabarnya,” ungkap Nusron disambut tepuk tangan ribuan anggota Ansor dan Banser.

Nusron juga mengingatkan, bahwa perjuangan memenangkan Jusuf Kalla sebagai pendamping Jokowi, merupakan perjuangan untuk melahirkan sistem pemerintahan yang memiliki komitmen lebih mengedepankan kesejahteraan dan keadilan rakyat.

Gerakan Indonesia Mengaji: revolusi mental berbasil Ahlussunnah wal Jama’ah ini dilatarbelakangi merosotnya nilai-nilai moral dan tergerusnya nilai-nilai budaya bangsa. Kesadaran ini selaras dengan nilai-nilai trisaksti Bung Karno, yaitu kepribadian dalam berbuda.

Selain Jusuf Kalla dan Nusron Wahin, turut hadir dalam deklarasi Gerakan Indonesia Mengaji ini antara lain Sugeng Pratowo selaku wakil ketua umum Partai Nasdem, Aksa Mahmud, K.H. Muhyidin Abdusshomad, wakil ketua syuriah PW NU Jatim, dan Soepomo, politis senior PDI Perjuangan Jawa Timur. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Kisruh Poktan Maju Makmur, Candra Dorong Regenerasi Kepengurusan Sesuai Mekanisme

JEMBER – Penetapan kepengurusan Kelompok Tani Maju Makmur di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, menjadi salah satu ...
KRONIK

Dorong Ekonomi Berbasis Masjid, Banyuwangi Latih 150 Takmir Kembangkan Masjid Affiliate

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mendorong masjid menjadi pusat pemberdayaan ekonomi ...
KRONIK

Ini, Tiga Pesan Bupati Lukman pada Peringatan Hari Santri dan Wisuda Tahfidz Juz 30

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berharap peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tidak sekadar ...
UMKM

16 Pelaku UMKM Fatayat NU Gresik Terima Rombong Gratis dari Nila Yani

GRESIK – Sebanyak 16 pelaku UMKM dari anggota Fatayat NU Gresik mendapat bantuan rombong usaha gratis. Bantuan dari ...
KRONIK

Peringati Hari Santri, ASN Banyuwangi Kenakan Busana ala Santri Selama Sepekan

BANYUWANGI – Peringatan Hari Santri di Banyuwangi selalu mendapat perhatian lebih dari Pemkab Banyuwangi. Berbagai ...
KRONIK

HSN 2026, Bupati Fauzi Dorong Santri Kuasai Ilmu hingga Kembangkan Kewirausahaan

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mendorong para santri untuk memperkuat kualitas diri melalui ...