Sabtu
25 Juli 2026 | 9 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gerakan Indonesia Mengaji, Manifestasi Revolusi Mental

Gerakan Indpnesia Mengaji Ansor

image

SURABAYA – Sekitar seribu anggota Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur berkumpul dan mendeklarasikan Gerakan Indonesia Mengaji: Revolusi Mental berbasis Ahlussunnah wal Jama’ah di GOR Pantjasila, Rabu (18/6/2014). Deklarasi yang dihadiri Cawapres H. M. Jusuf Kalla berlangsung meriah penuh kobar perjuangan.

Dimulai pukul 19.00, lantunan Shalawat Badar dan gegap gempita mars Ansor tiada henti memenuhi setiap sudut GOR Pantjasila.

Haji Rudi, Ketua PW GP Ansor Jatim selaku tuan rumah acara deklarasi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Gerakan Indonesia Mengaji merupakan manifestasi konkret dari revolusi Mental yang didengungkan Calon Presiden Joko Widodo.

“Pak Jusuf Kalla, Bapak saya. saya ceritakan tentang pesan-pesan Bapak, untuk memahami dan menguatkan nilai itu (baca: kesejahteraan). Semua anggota Ansor harus paham tentang kemandirian. Untuk itu, kami harus ngaji, ngader dan kerja,“ tandas Rudi.

Menurut Rudi, ke depan, Ansor akan memiliki lembaga bersama yang bergerak dalam usaha. Dengan lembaga ini diharapkan anggota Ansor mampu mempelopori kemajuan dan kesejahteraan dengan jalan kemandirian.

“Ansor, mulai dari PC hingga ranting harus punya lembaga keuangan mikro syariah,” harapnya.

Nusron Wahid, selaku ketua umum PP GP Ansor menegaskan, bahwa revolusi mental yang didengungkan Jokowi sejalan dengan garis politik NU. Nusron juga menegaskan bahwa bangunan politik itu sangat bergantung pada ideologi yang dibawa politisinya.

“Hanya ada satu pasangan, satu wakil presiden yang merupakan kader NU tulen. Kalau yang lain diragukan sanad dan mu’tabarnya,” ungkap Nusron disambut tepuk tangan ribuan anggota Ansor dan Banser.

Nusron juga mengingatkan, bahwa perjuangan memenangkan Jusuf Kalla sebagai pendamping Jokowi, merupakan perjuangan untuk melahirkan sistem pemerintahan yang memiliki komitmen lebih mengedepankan kesejahteraan dan keadilan rakyat.

Gerakan Indonesia Mengaji: revolusi mental berbasil Ahlussunnah wal Jama’ah ini dilatarbelakangi merosotnya nilai-nilai moral dan tergerusnya nilai-nilai budaya bangsa. Kesadaran ini selaras dengan nilai-nilai trisaksti Bung Karno, yaitu kepribadian dalam berbuda.

Selain Jusuf Kalla dan Nusron Wahin, turut hadir dalam deklarasi Gerakan Indonesia Mengaji ini antara lain Sugeng Pratowo selaku wakil ketua umum Partai Nasdem, Aksa Mahmud, K.H. Muhyidin Abdusshomad, wakil ketua syuriah PW NU Jatim, dan Soepomo, politis senior PDI Perjuangan Jawa Timur. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Hasto: PDI Perjuangan dan NU Disatukan Sejarah Perjuangan Bangsa Sejak Era Bung Karno

JAKARTA – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan hubungan PDI Perjuangan dengan ...
HEADLINE

Hasto Ajak Jadikan NU Penjaga Moral Bangsa, Tolak Intervensi Politik Jelang Muktamar

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak seluruh elemen bangsa menjaga Nahdlatul Ulama sebagai penjaga ...
KABAR CABANG

Musran PDI Perjuangan Se-Kecamatan Ngrambe Ngawi, Regenerasi Kader Jadi Fokus

NGAWI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi memulai rangkaian Musyawarah Ranting (Musran) ...
KRONIK

Rapat Koordinasi dengan Kementan, Bupati Fauzi: Petani Maju, Hasil Panen Meningkat

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep berkomitmen memperkuat sektor pertanian melalui sinergi dengan ...
KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Trenggalek Targetkan Musran-Musanran Rampung 29 Juli

DPC PDI Perjuangan Trenggalek menargetkan Musran dan Musanran di seluruh kecamatan rampung pada 29 Juli 2026 ...
HEADLINE

DPRD Jatim Minta Sekolah Tak Wajibkan Orang Tua Beli Seragam dan Perlengkapan Tertentu

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono meminta sekolah tidak mewajibkan orang tua membeli seragam maupun ...