Senin
10 Agustus 2026 | 1 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Genjot Wisatawan, Legislator Dorong Pemkot Surabaya Gandeng Travel Agent

pdip-jatim-titin-agustin

SURABAYA – Ketua Komisi D DPRD Surabaya Agustin Poliana menegaskan, Kota Pahlawan sangat potensial sebagai kota wisata. Dia menyebutkan, banyak ikon, even, dan produk khas Surabaya, yang bisa dijual kepada wisatawan domestik, maupun mancanegara.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, untuk memperkenalkan sejumlah destinasi wisata dan event penarik wisatawan, harus dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya dengan cara jemput bola.

“Banyak hal yang bisa dijual Disbudpar, dari ikon dan produk-produk yang ada. Ini jika ingin menjadikan Surabaya Kota Wisata,” kata Agustin Poliana, kemarin.

Tak hanya itu, agar kunjungan wisatawan meningkat, pihaknya mendorong Pemerintah Kota Surabaya menggandeng travel agent dan hotel.

Dia menilai, kegiatan promosi wisata yang selama ini dilaksanakan lebih banyak bersifat seremonial.

Semestinya, tambah Titin, sapaan akrabnya, seperti di Bali, para wisatawan diikutkan paket-paket travel. Sehingga ketika mereka datang bisa dipandu untuk mengunjungi sejumlah destinasi yang ada.

Legislator empat periode ini menyebut, banyak event dan destinasi wisata yang bisa dikunjungi para wisatawan di Surabaya.

Beberapa kegiatan itu di antaranya, kegiatan Hari Pahlawan pada bulan November, wisata religi di Ampel, Taman Bungkul  dan lainnya. “Ini untuk menunjukkan bahwa wisata religi ada di Surabaya,” ujarnya

Selain situs sejarah dan religi, wisatawan bisa mengunjungi panorama alam Pantai Kenjeran, Jembatan Surabaya dengan air mancur menarinya, kesenian ludruk di Taman Hiburan Rakyat (THR).

Sementara, untuk wisata kuliner, ada banyak makanan khas Surabaya, seperti rujak cingur, dan semanggi. “Rujak cingur bisa didapat di Genteng, sedangkan semanggi di samping Masjid Al Akbar,” terang Titin.

Dukungan anggaran untuk pariwisata, ungkapnya, cukup besar. Total anggaran belanja langsung dan tak langsung  di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, urai Titin, mencapai Rp. 47,3 miliar pada tahun 2018.

Rincinya, dalam APBD 2018, belanja langsung mencapai Rp 34 miliar dan belanja tak langsung Rp 13 miliar.

Belanja langsung ini adalah anggaran untuk kegiatan event promosi wisata. Dalam APBD, kegiatan tersebut terdiri dari 24 kegiatan.

Di antaranya untuk penyelenggaraan event wisata seperti festival layang-layang, pagelaran seni dan festival music islami sekitar Rp. 2,6 miliar, penyelenggaraan event di UPTD Tugu Pahlawan, Balai Pemuda dan THR Rp 1,56 miliar.

Kemudian festival kuliner, di antaranya festival rujak uleg, Surabaya Kuliner dan Kraft, penyelenggaraan event di UPTD THP Kenjeran dan wisata religi di Ampel. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

OLAHRAGA

16 Tim Bertemu di Soekarno Cup, Komarudin: Sepak Bola Harus Jadi Ruang Persatuan Anak Muda

Komarudin Watubun menegaskan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi menjadi ruang ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup Buka Jalan Talenta Pelosok, Eri: Ini Realisasi Mimpi Anak Petani dan Nelayan

Soekarno Cup 2026 membuka panggung bagi talenta muda dari pelosok, termasuk anak petani dan nelayan. Eri Cahyadi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Soekarno Cup Jadi Wadah Talenta Muda Wong Cilik dan Pembentuk Karakter

SURABAYA – Soekarno Cup 2026 tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara bagi 16 tim dari berbagai daerah di ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup 2026 Siapkan VAR untuk Semifinal dan Final, Jaga Sportivitas Pertandingan

Soekarno Cup 2026 menyiapkan teknologi VAR untuk semifinal dan final. Panitia juga mendatangkan wasit dari luar ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Harap Kecamatan Pakel Jadi Kandang Banteng Sejati

TULUNGAGUNG – Dalam pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) tahun 1999 hingga 2024, tercatat bahwa PDI Perjuangan ...
KRONIK

Hj. Ansari Dorong Masyarakat Perkuat Mitigasi Bencana sejak Dini

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, mendorong masyarakat memperkuat mitigasi bencana dan kepedulian ...