Gelar Festival BYCN, Banyuwangi Ajak Milenial Belajar Budaya dan Pengembangan UMKM

Loading

BANYUWANGI – Puluhan generasi milenial dari berbagai komunitas di Banyuwangi belajar seni gandrung sekaligus pelatihan branding produk UMKM Desa dalam Festival Banyuwangi Youth Creative Network (BYCN), Minggu (29/8/2021).

BYCN merupakan kegiatan yang memberikan ruang bagi berbagai komunitas, yang meliputi 17 sektor, kesenian, budaya dan enterpreneur, seperti  arsitektur,  desain interior, desain produk,  fashion, film/video dan animasi, fotografi,  kerajian, kuliner, sektor musik, sektor aplikasi, periklanan, televisi/audio/media, seni pertunjukan, seni rupa, dan lainnya.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengungkapkan, kegiatan BYCN merupakan wadah bagi para kaum milenial untuk belajar dan mengembangkan potensi khususnya dalam bidang seni budaya dan enterpreneur.

“Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak muda Banyuwangi, untuk berkumpul dan belajar serta mengangkat berbagai potensi di Banyuwangi dengan menggelar pelatihan di berbagai sektor kreatif, khususnya dalam bidang seni budaya dan entrepreneur,” kata Ipuk.

Dalam festival yang digelar sejak 24 Agustus 2021 itu, para generasi milenial diajak untuk belajar tari gandrung dari para maestro gandrung Banyuwangi, seperti Temuk, Dartik, dan Sunasih. Selain itu mereka juga menggelar pelatihan dan pendampingan branding berbagai produk UMKM.

Bahkan dalam kegiatan tersebut anak-anak muda itu, juga menciptakan motif batik baru yang mereka beri nama batik Macan Putih, yang langsung dilaunching Bupati Banyuwangi.

“Kegiatan ini sangat positif. Mudah-mudahan bisa menjadi mendukung desa-desa di Banyuwangi yang memiliki potensi lokal, baik budaya maupun UMKM yang selama ini belum muncul,” ungkap Ipuk.

Kepala daerah dari PDI Perjuangan tersebut berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan, agar ruang-ruang edukatif tentang seni dan budaya Banyuwangi terus berkembang. Selain itu, kegian ini diharapkan pula dapat memberikan pendampingan pengembangan UMKM sampai ke tahapan pemasarannya.

“Pemasaran itu berhubungan dengan kreativitas. Karena tanpa adanya promosi yang kreatif, produk tidak akan dikenal orang. Sebab itu, pelaku UMKM sangat penting untuk memiliki keterampilan untuk membuat suatu produk menjadi lebih menarik,” jelas Ipuk.

Ipuk menambahkan dengan terselenggaranya kegiatan BYCN ini, semoga bisa memacu banyak komunitas anak muda lainnya untuk terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat.

“Walaupun sekarang dihadapkan pada pandemi Covid-19, kita harus tetap optimis melakukan langkah-langkah kreatif,” pungkasnya. (ryo/set)