Senin
09 Februari 2026 | 5 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Kritisi Beberapa Indikator Kinerja Utama Pemprov

pdip-jatim-yordan-reses-070521-1

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mengkritisi beberapa Indikator Kinerja Utama (IKU) Pemprov Jawa Timur. Salah satunya terkait capaian pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Yordan M. Batara-Goa mengatakan, pada triwulan III tahun 2021 dibanding periode sama tahun sebelumnya (yoy) tercatat 3,23 persen. Angka itu lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi triwulan II 2021 (yoy) yang membukukan 7,05 persen.

Pihaknya juga menemukan dalam dokumen rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Tahun Anggaran 2022 pada halaman 24 terkait prediksi pertumbuhan ekonomi tahun 2022. Disebutkan, ada tiga wilayah yang pertumbuhan ekonominya terbilang rendah, yakni Probolinggo 3,8 persen, Bangkalan 3,9 persen, dan Lumajang 4,2 persen.

“Mohon penjelasan Gubernur tentang bagaimana langkah strategi untuk memperbaiki keadaan ini,” kata Yordan dalam rapat paripurna DPRD Jatim di Jalan Indrapura Surabaya, Selasa (30/11/2021).

Selain itu, Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti tentang jumlah penduduk miskin. Dimana data kemiskinan pada Maret 2021 mencapai 11,40 persen.

“Bagaimana strategi APBD 2021 untuk mencegah naiknya angka kemiskinan di masa bayang-bayang pandemi Covid-19 yang terus berlanjut?” ujarnya.

Fraksi PDI Perjuangan juga mempertanyakan strategi APBD Jawa Timur pada peningkatan gini ratio dari Maret 2020 sampai maret 2021 ada sisi ketimpangan kelas sosial yang menjadi 11,40 persen atau 4.572,73 ribu jiwa.

Tak hanya itu, masalah pengangguran terbuka (TPT) tak luput dari perhatian Fraksi PDI Perjuangan. Menurutnya, sepanjang Agustus 2020 hingga Agustus 2021 TPT di Jawa Timur sangat dinamis dan tidak menunjukkan konsistensi perbaikan yang konstruktif.

“Pada Agustus 2021 TPT mencapai 5,74 persen. Apa saja langkah strategis dalam APBD 2022 ini agar TPT tidak semakin membesar? Mohon penjelasan,” tegasnya.

Yordan menambahkan, Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti poin lainnya seperti, indeks theil terkait ketimpangan pembangunan antar wilayah yang sebenarnya sudah membaik, namun sayang belum diikuti peningkatan pertumbuhan ekonomi karena dampak pandemi Covid-19.

Terakhir yakni kualitas lingkungan hidup yang masih naik turun dari tahun 2014 hingga 2020. Namun, belum pernah sekalipun menyalip capaian 2014 yang sebesar 69,96. Dimana pada tahun lalu, kualitas lingkungan hidup mencapai 67,7. (dhani/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Tuntaskan Penjaringan Calon Ketua PAC di Semua Dapil

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro secara resmi mengakhiri tahapan ...
KOLOM

Deni Wicaksono Dukung RS BHC Run, Dorong Budaya Hidup Sehat di Sumenep

SUMENEP – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan RS BHC ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin: Program Gentengisasi Prabowo Sejalan dengan Konsep Kota Atraktif Trenggalek

TRENGGALEK — Bupati Mochamad Nur Arifin memastikan arah pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Trenggalek ...
SEMENTARA ITU...

Suwondo Dorong Konservasi Hulu Sungai Jari demi Ketahanan Air Petani Blitar

BLITAR – Pagi itu, embun masih menggantung di dedaunan ketika sejumlah warga berkumpul di hulu Sungai Jari, Desa ...
SEMENTARA ITU...

Hadiri Pengajian Muslimat NU, Anggota DPRD Magetan Tekankan Pentingnya Karakter Generasi Muda

MAGETAN – Di tengah derasnya arus keterbukaan informasi, penguatan karakter generasi muda melalui pendidikan agama ...
KRONIK

Said Abdullah Dorong RS BHC Run Jadi Agenda Tahunan, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

SUMENEP – Event RS BHC Run 2026 sukses menarik ribuan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan lari ...