Jumat
07 Agustus 2026 | 10 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

FPDIP Desak Pemerintah Hidupkan Kembali Pelajaran tentang Pancasila

pdip-jatim-sri-untari-fpdip

pdip-jatim-sri-untari-fpdipSURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengatakan, Pancasila dapat mempertahankan kemajemukan Indonesia. Sebab, dasar negara yang kelahirannya dibidani Bung Karno ini merupakan ekstraksi dari umat Islam dan kebangsaan.

Namun, sebut Untari, pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini makin luntur.

“Kurangnya dan hilangnya pelajaran sejarah tentang Pancasila saat ini membuat masyarakat tidak memahami Pancasila, sehingga membuat paham radikalisme gampang masuk di Indonesia,” kata Untari, Selasa (28/11/2016).

Legislator anggota Komisi C DPRD Jatim itu menambahkan, untuk menghidupkan kembali pelajaran tentang Pancasila, pihaknya akan menyampaikan aspirasi ini ke Komisi E DPRD Jatim, untuk kemudian disampaikan ke kementerian pendidikan agar menghidupkan kembali pelajaran tentang Pancasila mulai SD hingga SMA.

Kemudian mengadakan pertemuan dengan tokoh kecamatan, tokoh masyarakat untuk mensosialisasikan nilai Pancasila. Bahkan kalau perlu pihaknya sowan dan menggandeng TNI/Polri untuk memahamkan nilai – nilai Pancasila tersebut.

Perempuan yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini juga minta pemerintah pusat agar membuat rumusan resmi dan perjalanan sejarah tentang penetapan hari Pancasila.

Harapannya, agar masyarakat mulai tingkat bawah hingga elit politik bisa memahami tentang Pancasila.

“Dengan adanya perumusan perjalanan tentang sejarah Pancasila, diharapkan nilai Pancasila di masyarakat tidak berkurang, dan penetapan hari Pancasila harus menjadi keimanan politik di Indonesia,” ujarnya.

Senada, Sugeng Pujianto yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim menyatakan prihatin dengan lunturnya nilai Pancasila di masyarakat saat ini. Oleh karena itu, pihaknya minta pemerintah menghidupkan kembali pelajaran tentang sejarah Pancasila tersebut.

“Saat ini kurang ada pelajaran tentang sejarah Pancasila. Kami akan mengusulkan ke kementerian pendidikan untuk membuat lembaga khusus tentang sejarah Pancasila ke sekolah – sekolah, agar pemahaman Pancasila yang diajarkan tidak dilakukan sepotong – potong,” ujar Sugeng. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

PUDAM Bangkalan Sehat dan Berprestasi, Bupati Lukman Targetkan Peningkatan PAD

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan peran penting perusahaan daerah terhadap peningkatan ...
SEMENTARA ITU...

Rijanto: Blitaria Expo Jadi Etalase Pembangunan dan Penggerak Ekonomi Kabupaten Blitar

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan Festival Manggih Raharjo Blitaria Expo bukan sekadar perayaan Hari Jadi ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Dialog Terbuka untuk Selesaikan Sengketa Aset PT KAI di Pasar Turi

Komisi A DPRD Surabaya mendorong penyelesaian sengketa aset PT KAI di Pasar Turi melalui dialog terbuka, ...
KRONIK

Harga Telur di Magetan Merosot Gegara Overproduksi, Dibahas di Kantor Polisi

MAGETAN – Anjloknya harga telur ayam ras akibat kelebihan produksi (oversupply) di Kabupaten Magetan, memicu ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Blitar Percepat Regenerasi, Wajibkan Keterlibatan Gen Z di Struktur Ranting

DPC PDI Perjuangan Kota Blitar mewajibkan keterlibatan Gen Z dalam kepengurusan ranting sebagai strategi regenerasi ...
KRONIK

Silaturahmi dengan Keluarga Besar MAN Sumenep, Hj. Ansari: Suara Para Guru Sangat Penting

SUMENEP – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, melakukan kunjungan ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep, pada ...