Fauzi Dukung BPWS Brantas Kembangkan Embung dan Sungai Jadi Distinasi Wisata

Loading

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, mendukung rencana Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas untuk menjadikan embung dan sungai di wilayah perkotaan sebagai destinasi wisata baru.

Hal itu diungkapkan oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi saat menerima silaturrahim dari Kepala BBWS Brantas, Haeruddin C. Maddi, di rumah dinas bupati Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep, pada Rabu (26/1/2022) kemarin.

“Kami pasti mendukung program BBWS Brantas, karena pembangunannya bisa bermanfaat untuk kepentingan masyarakat,” ujar Bupati Fauzi.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu juga berharap, pemanfaatan embung dan sungai menjadi destinasi wisata dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk peduli pada lingkungannya. Menurutnya, jika sungai bersih, aliran air lancar, maka lingkungan menjadi sehat.

“Kami juga berharap, pemanfaatan sungai sebagai destinasi wisata dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat. Mereka tidak lagi buang sampah sembarangan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BBWS Brantas, Haeruddin C. Maddi mengatakan, BBWS menginginkan keberadan embung Montorna Kecamatan Pasongsongan tidak hanya sekadar sebagai penampungan air baku saja, melainkan juga menjadi multifungsi agar berdampak positif bagi masyarakat.

“Kami prinsipnya tidak sekedar membangun infrastruktur dalam bentuk fisik semata, melainkan juga memikirkan bagaimana embung Montorna dan lainnya bernilai tambah untuk masyarakat,” kata Haeruddin.

Menurutnya, pembangunan embung Montorna selain sebagai penanganan banjir dan air baku, juga direncanakan sebagai destinasi wisata baru di Sumenep, sehingga embung itu memberikan dampak positif untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Embung Montorna bisa dijadikan destinasi wisata baru di Kabupaten Sumenep, supaya embung itu tidak hanya berfungsi mencegah banjir dan air baku saja, namun berpotensi sebagai pariwisata,” ungkap dia.

Haeruddin menambahkan, selain embung, sungai di wilayah perkotaan di Sumenep juga direncanakan menjadi destinasi wisata. Namun, sebelumnya pihaknya perlu melakukan pendataan sungai mana saja yang berpotensi sebagai tempat wisata.

“Sungai yang potensial bisa dijadikan destinasi wisata, nanti akan kita data. Setelah itu, kita akan lakukan penataan kawasan dan pengendalian banjirnya, agar sungai-sungai itu berhasil mencegah banjir sekaligus bermanfaat untuk wisata baru,” pungkasnya. (set)