Rabu
13 Mei 2026 | 11 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eva: Jokowi Presiden, Perempuan Lebih Nyaman

Aliansi Perempuan Surabaya

Aliansi Perempuan SurabayaSURABAYA – Juru bicara tim pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Eva Kusuma Sundari berpendapat, kaum perempuan lebih nyaman jika yang jadi presiden adalah Jokowi. Termasuk kelompok minoritas lainnya di Indonesia.

“Saya kira, mereka (kaum perempuan) dan kelompok minoritas lain, akan merasa nyaman dengan Pak Jokowi. Karena komitmen Jokowi-JK adalah mengorangkan orang. Siapa pun dia, atas nama konstitusi dan warga negara, kita akan melindunginya,” tegas Eva K Sundari.

Pernyataan politisi PDI Perjuangan ini disampaikan dalam sebuah diskusi digedung Katolik Center, Jalan Bengawan no. 3, Rabu (25/6/2014). Diskusi bertajuk “Menjadi Pemilih Cerdas Menuju Kesetaraan dan Kesejahteraan Perempuan Melalui Revolusi Mental” itu digelar Aliansi Perempuan Surabaya untuk Revolusi Mental (Sip ReMen).

Selain diskusi, gabungan beberapa elemen itu, seperti Perempuan Nambangan, Perempuan Stren Kali, Komunitas LGBT Surabaya, Fatayat NU, Muslimat NU, IPPNU dan lainnya, juga mendeklarasikan dukungan kepada pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Ketua panitia, Maria Mustika, mengungkapkan bahwa kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan telah menjadi catatan dan trauma bersama. Karena itu, Sip ReMen setelah melalui pertimbangan yang matang memutuskan untuk mendukung pasangan capres-cawapres yang memiliki komitmen terhadap pemberdayaan kaum perempuan dan minoritas.

“Perempuan punya hak untuk memutuskan. Di tangan perempuan nasib bangsa ditentukan. Kami bosan terhadap kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan,” tandas Mustika.

Menurut Mustika, perempuan merupakan pemilih potensial. Di setiap tempat pemungutan suara (TPS), jumlah perempuan lebih banyak dibanding pemilih laki-laki.

Mustika juga berharap, dengan gerakan revolusi mental peran dan kesadaran perempuan untuk memilih tumbuh. Sehingga pada pemilu yang akan datang, kuota 30% perempuan di parlemen dapat terpenuhi.

“Bukan sekadar caleg pelengkap. Tapi duduk sebagai anggota dewan untuk menyuarakan nasib dnn hak perempuan,” tandas Mustika. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Pemimpin Bukan Dinilai dari Penghargaan, Tapi Dampaknya bagi Rakyat

Eri Cahyadi menegaskan pemimpin sejati tidak diukur dari penghargaan, tetapi dampaknya terhadap kesejahteraan ...
KRONIK

Sensus Ekonomi 2026, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Memberikan Data yang Benar dan Jujur

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyambut baik Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan oleh Badan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Minta Pengawasan Daycare Diperketat usai Kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta

Novita Hardini meminta pengawasan daycare diperketat usai kasus dugaan kekerasan anak di Yogyakarta menjadi sorotan ...
KABAR CABANG

Perkuat Narasi Digital, DPC Ngawi Gembleng Kader Muda Kelola Media Sosial

NGAWI – Dinamika era digital telah mengubah perilaku publik secara fundamental, mulai dari cara mengakses informasi ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Jangan Sampai Indonesia Jadi Basis Judi Online Internasional

Puan Maharani mengingatkan pentingnya antisipasi agar Indonesia tidak menjadi basis operasional judi online ...
SEMENTARA ITU...

Dari Anak Buruh Tani, Hafif Memilih Masuk Politik: “Anak Muda Jangan Cuma Mengeluh dari Kejauhan”

Kisah Hafif Rohmatullah, anak buruh tani asal Jember yang memilih masuk politik lewat PDIP demi memperjuangkan ...