oleh

Eva: Desa-desa di Blitar Berpotensi Jadi Ekowisata

pdip-jatim-eva-sundari-di-bululawang-blitarBLITAR – Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengatakan, banyak desa di wilayah Kabupaten Blitar berpotensi jadi tempat wisata berwawasan lingkungan. Namun, masih ada hambatan dalam pengembangan ekowisata (eco-tourism) tersebut.

Eva Sundari mengungkapkan, salah satu problem serius adalah berkaitan dengan kewenangan pengelolaan wilayah. Yakni sebagian desa menempati hutan-hutan di wilayah Perhutani, dan sebagian bahkan dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) untuk penambangan.

Legislator asal dapil VI Jawa Timur ini menyebut, salah satu pantai potensial tetapi dalam posisi sulit tersebut adalah Pantai Pasur, di Desa Bululawang Kecamatan Bakung.

“Pantai berombak besar tersebut berpasir besi, dan masih tersandera kontrak untuk dieksploitasi perusahaan China hingga 2031,” jelas Eva Sundari, Minggu (26/6/2016).

Kondisi Pantai Pasur, ungkap Eva, saat ini rusak karena perusahaan tidak melakukan rehabilitasi lahan. Bahkan selama lima tahun terakhir ditelantarkan.

“Sementara di desa tersebut sudah terbentuk pokdarwis (kelompok sadar wisata) yang ingin segera mengembangkan eco-tourism untuk Pantai Pasur,” ujarnya.

Terkait upaya menjadikan wilayahnya sebagai desa wisata, tambah Eva, tercatat ada 22 desa di Kabupaten Blitar yang sudah membuat proposal. Mereka juga sudah mengikuti lomba penulisan proposal yang digelar bappeda setempat.

“Beberapa delegasi dari desa-desa itu bahkan sudah dikirim untuk study banding ke Banyuwangi,” ungkap dia.

Saat mengunjungi Desa Bululawang, Sabtu (25/6/16), Eva mendapat penjelasan dari Kades Sutikno. Intinya, masyarakat setempat sudah menjalin jaringan dengan Asosiasi Desa Wisata Indonesia sebagai persiapan untuk merealisasikan gagasan tersebut.

Eva Sundari pun menyarankan Kades Sutikno berkirim surat ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur, untuk minta pembatalan kontrak dengan perusahaan China dengan dukungan Bupati Blitar.

“Upaya reclaiming sudah pernah dilakukan masyarakat Tumbang Pitu Banyuwangi,” tutur anggota Komisi XI DPR ini. (goek)