oleh

Erupsi Gunung Agung Tak Pasti, Puan: Pemerintah Sudah Siapkan Mitigasi

JAKARTA – Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengatakan, meski status Gunung Agung sudah dinyatakan Awas sejak 22 September, belum bisa dipastikan kapan gunung di Kabupaten Karangasem, Bali, itu akan meletus.

Untuk itu, kata Puan, pemerintah sudah melakukan mitigasi berkaitan dengan hal tersebut. “Bagaimana kemudian ketidakpastian bahwa erupsi ini nantinya akan menjadi lebih parah, apakah akan ada tanggap darurat, apakah ada masa transisi, karena saat ini memang masih pada posisi siaga,” kata Puan Maharani, kemarin.

Politisi PDI Perjuangan ini kemarin memimpin rapat koordinasi tingkat menteri tentang antisipasi erupsi Gunung Agung di Kantor Kemenko PMK di Jakarta. Hadir dalam rapat itu, di antaranya Mensos Khofifah Indar Parawansa, Kepala BNPB Willem Rampangilei, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono, Wakapolri Komjen Syafruddin, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

“Semua kementerian, lembaga, sudah siap untuk mengantisipasi hal itu,” tambah Puan.

Menurut dia, sembilan kabupaten kota di Provinsi Bali sudah siap menampung pengungsi di sekitar Gunung Agung. Puan menyebut, saat ini pengungsi Gunung Agung jumlahnya mencapai 62.000 orang.

“Urusan makanan, kesehatan, urusan hal lain yang berkaitan dengan bagaimana kemudian mereka mau mengungsi, ternak yang ada dan lain-lain, tadi sudah kami rakorkan, semua sudah siap untuk mengantisipasi hal tersebut,” tambahnya.

Yang terpenting saat ini, lanjut Puan, adalah bagaimana mitigasi untuk mengevakuasi warga yang ada di sekitar Gunung Agung. “Sampai saat ini kita tidak mengharapkan bahwa nanti erupsi Gunung Agung ini akan menjadi lebih parah, tapi kita semua sudah siap untuk mengantisipasi hal tersebut,” ucap dia

Presiden Joko Widodo, ungkapnya, juga sudah memerintahkan Gubernur Bali segera melakukan langkah-langkah berkaitan dengan hal-hal yang perlu dilakukan dalam waktu yang tidak pasti ini.

“Namun yang perlu kami tekankan, tidak ada masalah berkaitan dengan pariwisata. Sudah dilakukan strategi bagaimana kemudian kalau kemudian memang terjadi dampak yang lebih luas,” jelas Puan.

Terkait dengan peningkatan aktivitas Gunung Sinabung, di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Puan mengemukakan, masalah yang ada itu adalah bagaimana merelokasi pengungsi pada tahap 2 dan 3.

Untuk tahap 1 yang terjadi pada tahun 2010, menurut Menko, sebanyak 370 KK sudah diselesaikan. Mereka sudah mendapatkan relokasi,  bahkan sudah mendapatkan hunian juga.

Kemudian untuk sisanya di tahap kedua itu sudah 80 persen, yang kemudian proses selanjutnya sedang dilakukan untuk tahap ketiga relokasi sisa dari semua pengungsi, kurang lebih berjumlah 1.655 KK akan direlokasi ke daerah Siosar. Di daerah ini sudah tersedia lahannya seluas kurang lebih 480 hektar. (goek)