Rabu
14 Januari 2026 | 5 : 42

ErJi Tetap Perkasa Meski Basis Dipecah Belah, Ini Penjelasannya

pdip-jatim-anas-karno-131220

SURABAYA – Kepala Badan Pemenangan (BP) Pemilu DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Anas Karno mengatakan, hasil Pilkada Surabaya 2020 menunjukkan Kota Pahlawan masih jadi basis kader Banteng sejati, yang selalu tegak lurus dengan perintah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Menurut Anas, di kecamatan-kecamatan di mana kader Partai coba dipecah-belah lawan, justru meraih kemenangan signifikan. 

“Mereka yang memecah belah lupa, bahwa PDI Perjuangan besar bukan hanya karena partai ini telah melekat di hati rakyat, tapi juga karena gerak partai ini dalam kebijakan di Surabaya selalu menghadirkan program-program yang membantu masyarakat,” ujar Anas Karno, Minggu (13/12/2020).

Baca juga: Eri-Armudji pun Tertinggi di Real Count PDI Perjuangan Surabaya

Di sejumlah kecamatan yang dikenal sebagai basis Banteng itu, sebut Anas, pasangan Eri Cahyadi-Armudji menuai kemenangan mutlak. Di Kecamatan Sawahan, berdasarkan rapat pleno Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Eri-Armudji (ErJi) meraup 43.637 suara (59,85 persen), jauh meninggalkan kompetitornya, Machfud Arifin dan Mujiaman, yang meraih 29.277 (40,15 persen).

Pun  di kecamatan lain yang selama ini menjadi basis PDI Perjuangan, seperti Tambaksari, juga bulat memenangkan Eri-Armudji. Di Tambaksari, ErJi memperoleh 49.280 suara (62,88 persen), melampaui Machfud-Mujiaman 29.093 suara (37,12 persen). 

Dia menambahkan, selama hampir 20 tahun, kepemimpinan Partainya telah hadir di Surabaya sejak era Wali Kota Bambang DH hingga Tri Rismaharini, dan kini akan berlanjut dengan kepemimpinan Eri Cahyadi dan Armudji.

Meski berbeda orang, terang Anas, garis kebijakannya sama, yakni pro rakyat. Seperti sejak era Bambang DH, pendidikan digratiskan, yang kemudian dilanjutkan Risma.

Juga berbagai terobosan untuk memanusiakan wong cilik seperti pemberian makanan gratis tiap hari dan beasiswa. “Ke depan, wajah kemanusiaan juga akan menghiasi setiap kebijakan Eri-Armudji,” ujar anggota DPRD Surabaya ini.

Garis kebijakan itulah, menurut Anas, yang menjelaskan mengapa Partainya tak bisa dipecah-belah. “Karena rakyat melihatnnya ke partai, bukan ke orang per orang yang larut dalam politik pecah-belah pihak lawan,” pungkasnya. (goek)

Artikel Terkini

KRONIK

Terkait Sistem Pilkada, Puan Maharani Pastikan Tetap Buka Komunikasi dengan Seluruh Fraksi di DPR

JAKARTA – PDI Perjuangan menolak sistem pilkada melalui DPRD. Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Puan ...
LEGISLATIF

Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Jelang Ramadan, Eddy Paripurna Sebut Koordinasi Lintas Sektor Sangat Penting

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur minta pemerintah provinsi (Pemprov) terus menjaga stabilitas harga ...
KABAR CABANG

Soal Pilkada, Widarto: PDI Perjuangan Berkomitmen Jaga Kedaulatan Rakyat!

JEMBER – “Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan berkomitmen menjaga kedaulatan rakyat!”. Demikian pernyataan Ketua ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Magetan Laporan Kepada Rakyat

MAGETAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Magetan menyampaikan “Laporan Kepada Rakyat Tahun 2025” sebagai bentuk ...
KABAR CABANG

Dirikan Rumah Budaya, Rindu Rikat: Wujud Kontribusi PDIP dalam Pengembangan Seni Budaya Daerah

KEDIRI – DPC PDI Perjuangan Kota Kediri berusaha mewujudkan komitmen memajukan seni dan budaya lokal sebagai bagian ...
KRONIK

Kalender Event 2026 Digelar di 27 Kecamatan, Bupati Fauzi Tegaskan Pentingnya Kolaborasi

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menetapkan 110 kegiatan dalam Kalender Event 2026. ...