Sabtu
26 September 2026 | 4 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Elektabilitas Tertinggi Jadi Modal PDIP Menangkan Jokowi-Ma’ruf

pdip-jatim-Jokowi-salam-metal-rakernas

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, hasil survei Litbang Kompas yang menyatakan elektabilitas PDIP tertinggi dibanding partai lain  bukan hanya jadi modal memenangkan pemilu legislatif (pileg).

Tapi juga untuk memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

“Elektoral PDIP yang tinggi akan jadi daya dorong maksimum bagi Jokowi-KH Maruf Amin,” kata Hasto, Kamis (21/3/2019).

Hasto memantau elektabilitas PDI-Perjuangan selalu menempati urutan tertinggi, mulai pada kisaran 24,6 persen sampai 29,2 persen. Kini berdasarkan survei Litbang Kompas, elektabilitas PDIP sebesar 26,9 persen.

Dia juga mengajak semua kader PDI Perjuangan hingga para simpatisan untuk berjuang semakin militan. Dengan kekuatan PDIP dan partai koalisi lain, Hasto yakin elektabilitas Jokowi-Ma’ruf juga akan semakin meningkat.

“Terlebih kami bersama Parpol KIK (Koalisi Indonesia Kerja) lainnya seperti Golkar, PKB, PPP dan lain-lain memiliki basis kultural dan tradisisional yang kuat,” kata Hasto.

Hasto yakin partai Koalisi Indonesia Kerja lainnya juga bisa meraup suara maksimal. Dia yakin Golkar bisa merebut posisi Gerindra yang ada di nomor dua. Demikian pula PKB, yang diyakini Hasto bisa menempati posisi ketiga.

“PDIP sangat berkepentingan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin kuat, efektif, dan solid. Karena itulah, dalam rangka penguatan sistem presidensial, gambaran ideal terjadi apabila Golkar bisa menduduki posisi nomor dua, mengalahkan Gerindra, dan PKB nomor tiga,” ujarnya.

Keyakinan posisi Gerindra bisa tergeser bukan tanpa sebab. Menurut Hasto, Gerindra sangat mengandalkan coattail effect atau efek ekor jas dari Prabowo Subianto.

“Momentum Gerindra untuk turun drastis terbuka lebar karena mengandalkan efek ekor jas, tanpa dukungan kekuatan teritorial. Dengan demikian, kaki-kaki Gerindra bisa diminimkan kerjanya di lapangan,” sebut Hasto.

“Di sini tokoh-tokoh NU, PKB, dan PPP bisa bergerak bersama membendung gerak HTI yang berada di belakang Prabowo-Sandi,” imbuh dia.

Selain itu, kata Hasto, Prabowo-Sandiaga hanya mampu menaikkan elektabilitas 4% dalam kurun enam bulan kampanye. Hasto mengatakan kenaikan itu pun dilakukan dengan menyebarkan hoax dan fitnah.

“Bayangkan saja, dilengkapi dengan fitnah dan hoax, Prabowo-Sandi hanya mampu naik 4 persen dalam waktu 6 bulan. Sekarang tinggal 26 hari, maka kami optimistis Jokowi-Ma’ruf Amin menang semakin tebal,” tegasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

OLAHRAGA

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Putaran Nasional Piala Soeratin

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk ...
KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Layanan Online dan Kehadiran ASN di Balai RW Harus Berjalan Bersamaan

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno menegaskan seluruh upaya untuk memberikan pelayanan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Ekspansi Industri Tak Boleh Abaikan Aspek Ekologis

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan ...