Jumat
17 April 2026 | 9 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dukungan untuk Jokowi-JK Makin Meningkat

Jokowi-Khofifah-Alim Markus-Hasan A

Jokowi-Khofifah-Alim Markus-Hasan AJAKARTA – Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla mendapat tambahan dukungan dari segmen Muslim dan pemilih berpendidikan tinggi pasca penetapan presiden terpilih oleh KPU. Para pemilih tersebut sebelum Pemilu Presiden 9 Juli adalah pendukung pasangan Prabowo-Hatta.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Ade Mulyana mengungkapkan, perubahan dukungan itu diketahui dari hasil survei lembaganya baru-baru ini. Dia menyebut ada beberapa penyebab berubahnya dukungan masing-masing kandidat tersebut.

Sesuai exitpoll LSI pada 9 Juli 2014 pukul 14.00, sebut Ade Mulyana, pasangan Prabowo-Hatta unggul dari Jokowi-JK pada segmen pemilih Muslim dan pemilih berpendidikan tinggi yang umumnya tinggal di perkotaan. Setelah penetapan resmi KPU, pemilih di segmen tersebut beralih dan banyak yang mendukung Jokowi-JK.

Ade memaparkan, sesuai exitpoll LSI 9 Juli, Prabowo-Hatta memeroleh dukungan pada segmen pemilih Muslim sebesar 52,01 persen. Tapi kini dukungan dari segmen itu menurun menjadi 34,20 persen. Sedangkan untuk Jokowi, pada 9 Juli mendapat dukungan 47,99 persen dari pemilih Muslim, saat ini jumlahnya meningkat menjadi 52,17 persen.

Dalam survei tersebut juga diketahui penyebab perubahan jumlah dukungan untuk Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK, yaitu sikap masing-masing kandidat setelah KPU menetapkan hasil resminya. Pemilih Prabowo-Hatta, jelas Ade, memberikan persepsi negatif karena pasangan ini tak legawa menerima penetapan KPU.

“Di sisi lain, Jokowi-JK terlihat lebih santun dalam merespons hasil resmi KPU dan merespons gugatan Prabowo-Hatta,” kata Ade, di kantor LSI, Jakarta, Kamis (7/8/2014).

Secara umum, kata Ade, dukungan untuk Prabowo-Hatta saat ini hanya sekitar 30,39 persen, sementara dukungan untuk Jokowi-JK mencapai 57,06 persen. Ade yakin, perolehan suara itu tak akan berbeda jauh jika pemungutan suara ulang (PSU) dilakukan pada saat ini.

“Justru dukungan terhadap Jokowi yang makin menguat meski ada responden yang tidak menjawab sebesar 12,55 persen,” ujarnya.

Ade menuturkan, penurunan dan peningkatan dukungan itu terjadi dibandingkan dengan perolehan suara resmi yang telah ditetapkan KPU. Dalam keputusan KPU, Prabowo-Hatta mendapat suara sebesar 46,85 persen, sementara Jokowi-JK mendapat 53,15 persen.

Dalam survei tersebut juga diketahui dua penyebab menurunnya dukungan untuk Prabowo-Hatta. Pertama, karakter pemilih Prabowo-Hatta yang ragu-ragu dan mudah mengubah pilihannya. Kedua, turunnya pamor Prabowo yang tidak legawa menerima hasil penghitungan KPU.

“Pemilih Prabowo yang ragu-ragu umumnya berada di daerah perkotaan dengan tingkat pendidikan yang baik. Mereka lebih percaya hasil KPU,” ujarnya.

Survei LSI dilakukan pada 4-6 Agustus 2014. Metode yang digunakan adalah quickpoll dengan 1.200 responden dari seluruh Indonesia dan menggunakan multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,9 persen. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

PWI Jatim Anugerahi Said Abdullah, Dinilai Sukses Kelola Kebijakan Fiskal

MH Said Abdullah menerima penghargaan dari PWI Jawa Timur pada puncak Hari Pers Nasional 2026 di Surabaya, atas ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta OPD Surabaya Publikasikan Output dan Outcome Program ke Publik

Eri Cahyadi meminta OPD Surabaya mempublikasikan output dan outcome program untuk meningkatkan transparansi dan ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Tekankan Peran Media Kawal Kinerja DPR

Puan Maharani menerima penghargaan KWP Awards 2026 dan menegaskan peran penting media dalam mengawal serta ...
LEGISLATIF

Sawah di Pakusari Terdampak Limbah, DPRD Minta Pemkab Jember Pahami UU Pengelolaan Sampah

Pemkab Jember diminta memahami UU Pengelolaan Sampah setelah limbah mencemari irigasi dan mengancam 10 hektare ...
LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...