Kamis
06 Agustus 2026 | 2 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Surabaya Siapkan Raperda Perlindungan Makanan

pdip jatim - Agustin Poliana2

pdip jatim - Agustin Poliana2SURABAYA – Komisi D DPRD Surabaya menyiapkan rancangan peraturan daerah (raperda) inisiatif terkait makanan dan minuman (mamin) berbahaya. Perda ini diperlukan, karena komisi bidang kesejahteraan rakyat ini menilai, jajanan yang masih dijual bebas di masyarakat, banyak mengandung pengawet dan pewarna yang berbahaya bagi kesehatan.

“Makanan dan minuman yang ada di sekitar kita, pewarnanya belum tentu alami. Jika ngeflek di tangan, berarti pewarnanya sudah tidak jelas. Kalau dikonsumsi, ini sangat membahayakan kesehatan,” kata Ketua Komisi D Agustin Poliana, kemarin.

Indikasi makanan dan minuman mengandung zat pengawet berbahaya, sebut Agustin Poliana, yakni tidak adanya lalat dan semut pada makanan tersebut. “Jika tidak disentuh lalat maupun semut, berarti makanan itu pengawetnya kuat,” ungkap anggota Fraksi PDI Perjuangan ini.

Menurut Titin, sapaan akrabnya, jajanan yang menggunakan bahan pengawet dan pewarna berbahaya banyak diperjualbelikan di lingkungan sekolah. Sebab, pengawasan di area pendidikan itu sangat lemah.

Dia menjelaskan, pembuatan Raperda Perlindungan makanan tersebut semata untuk melindungi konsumen, dan juga penjualnya. Pihaknya tidak bermaksud mematikan penjualan, tapi memberi pemahaman soal bahan makan berbahaya.

Juga untuk mengarahkan agar menjual makanan yang bahannya tidak membahayakan banyak orang.

Titin menambahkan, indikasi beredarnya makanan dan minuman mengandung bahan pengawet dan pewarna berbahaya, di antaranya maraknya kasus anak menderita sakit radang tenggorokan dan infeksi usus.

“Banyak anak sakit radang dan sebagainya, karena tidak tahu makanan yang dikonsumsi mengandung bahan pengawet atau tidak,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi dampak peredaran mamin yang berbahaya bagi masyarakat, terutama anak-anak, selain peran Balai Besar POM, Komisi D minta puskesmas dan pihak sekolah intensif melakukan pengawasan intensif.

“Pengawasan kita serahkan ke puskemas dan sekolah untuk membatasi siswa jajan ke luar,” tegasnya.

Titin menambahkan, munculnya penyakit yang disebabkan bahan pengawet makanan tidak serta merta langsung bisa dirasakan saat ini. Biasanya, menurut Agustin penyakit tersebut muncul dalam selang beberapa tahun kemudian.

“Makanan yang berpengawet itu akan menimbulkan penyakit di masa mendatang,” tuturnya.

Raperda perlindungan makanan tersebut akan masuk pada Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2016. Untuk membahas Raperda tersebut, pihaknya akan menggandeng banyak pihak, seperti Dinas Kesehatan, Balai Besar POM, akademisi dan SKPD terkait. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kawal Swasembada Gula, Sonny PDIP Tegaskan Kepentingan Petani Harus Jadi Prioritas

BANYUWANGI – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, menegaskan komitmennya mengawal program swasembada ...
HEADLINE

Said Abdullah: Pertumbuhan Ekonomi 5,29% Ditopang Faktor Musiman, Industri dan Pertanian Harus Diwaspadai

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menilai pertumbuhan ekonomi 5,29 persen ditopang faktor musiman, namun ...
KRONIK

Sinung PDIP Desak Jalur Gunung Piramid Ditutup Sementara, Usai Dua Pendaki Tewas

BONDOWOSO – Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, mendesak pemerintah menutup sementara jalur pendakian ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Tanamkan Nilai Kepemimpinan Berbasis Pancasila kepada Siswa Sekolah Rakyat

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan berbasis ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Salurkan 216 Alsintan dan Irigasi Perpompaan untuk Perkuat Ketahanan Pangan Kediri

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyalurkan 216 unit bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) ...
KRONIK

Panitia Soekarno Cup 2026 Pastikan Persiapan Mencapai Seratus Persen

SURABAYA – Panitia Soekarno Cup 2026 menyatakan kesiapan penuh menjelang pembukaan turnamen yang akan menyajikan ...