JEMBER — Kenaikan nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di Kabupaten Jember pada 2025 menjadi perhatian serius DPRD sebagai indikator menurunnya efisiensi investasi yang perlu disikapi bersama.
Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Bupati 2025, Wahyu Prayudi Nugroho, mengungkapkan bahwa berdasarkan resume LKPJ, nilai ICOR Jember pada 2025 tercatat sebesar 0,74, meningkat signifikan dibandingkan 0,22 pada 2024 dan 0,21 pada 2023.
Meski masih berada di bawah ambang efisiensi ideal (di bawah angka 3), kenaikan ini menunjukkan adanya penurunan efektivitas pemanfaatan investasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Ini menjadi sinyal penting. Artinya, investasi yang masuk belum sepenuhnya optimal dalam menghasilkan pertumbuhan ekonomi. Ini perlu kita cermati bersama,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Sebagai indikator, ICOR digunakan untuk mengukur seberapa besar investasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi. Semakin rendah nilainya, semakin efisien penggunaan modal.
Dalam laporan tersebut, peningkatan ICOR terjadi di tengah lonjakan nilai investasi yang mencapai Rp2,57 triliun pada 2025, atau naik 70,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,51 triliun. Namun, peningkatan tersebut tidak diikuti pertumbuhan ekonomi yang signifikan, yang tercatat hanya sebesar 5,47 persen.
Kondisi ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara besarnya investasi dan output ekonomi yang dihasilkan.
Nuki—sapaan akrabnya—menegaskan bahwa tren ini tidak bisa dipandang sebagai persoalan sektoral semata, melainkan membutuhkan evaluasi lintas sektor dan pemangku kepentingan.
Ia mengindikasikan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi adalah belum optimalnya konektivitas antarwilayah di Jember, yang berdampak pada distribusi barang, mobilitas, serta efektivitas kegiatan ekonomi.
Karena itu, ia mendorong perangkat daerah terkait, khususnya sektor perhubungan, untuk segera mengambil langkah strategis dan terukur guna memperbaiki konektivitas wilayah.
“Perlu ada langkah cepat dan progresif. Ini bukan hanya soal angka, tetapi menyangkut kualitas pertumbuhan ekonomi ke depan,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.
DPRD berharap, peningkatan ICOR ini dapat menjadi momentum evaluasi bersama antara pemerintah daerah, legislatif, dan seluruh pemangku kepentingan, agar investasi yang masuk ke Jember ke depan semakin produktif dan berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah. (art/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










