Minggu
19 April 2026 | 6 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Soroti Kenaikan ICOR Jember, Efisiensi Investasi Jadi PR Bersama

pdip-jatim-250319-wahyu-prayudi-nuki

JEMBER — Kenaikan nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di Kabupaten Jember pada 2025 menjadi perhatian serius DPRD sebagai indikator menurunnya efisiensi investasi yang perlu disikapi bersama.

Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Bupati 2025, Wahyu Prayudi Nugroho, mengungkapkan bahwa berdasarkan resume LKPJ, nilai ICOR Jember pada 2025 tercatat sebesar 0,74, meningkat signifikan dibandingkan 0,22 pada 2024 dan 0,21 pada 2023.

Meski masih berada di bawah ambang efisiensi ideal (di bawah angka 3), kenaikan ini menunjukkan adanya penurunan efektivitas pemanfaatan investasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Ini menjadi sinyal penting. Artinya, investasi yang masuk belum sepenuhnya optimal dalam menghasilkan pertumbuhan ekonomi. Ini perlu kita cermati bersama,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Sebagai indikator, ICOR digunakan untuk mengukur seberapa besar investasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi. Semakin rendah nilainya, semakin efisien penggunaan modal.

Dalam laporan tersebut, peningkatan ICOR terjadi di tengah lonjakan nilai investasi yang mencapai Rp2,57 triliun pada 2025, atau naik 70,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,51 triliun. Namun, peningkatan tersebut tidak diikuti pertumbuhan ekonomi yang signifikan, yang tercatat hanya sebesar 5,47 persen.

Kondisi ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara besarnya investasi dan output ekonomi yang dihasilkan.

Nuki—sapaan akrabnya—menegaskan bahwa tren ini tidak bisa dipandang sebagai persoalan sektoral semata, melainkan membutuhkan evaluasi lintas sektor dan pemangku kepentingan.

Ia mengindikasikan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi adalah belum optimalnya konektivitas antarwilayah di Jember, yang berdampak pada distribusi barang, mobilitas, serta efektivitas kegiatan ekonomi.

Karena itu, ia mendorong perangkat daerah terkait, khususnya sektor perhubungan, untuk segera mengambil langkah strategis dan terukur guna memperbaiki konektivitas wilayah.

“Perlu ada langkah cepat dan progresif. Ini bukan hanya soal angka, tetapi menyangkut kualitas pertumbuhan ekonomi ke depan,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

DPRD berharap, peningkatan ICOR ini dapat menjadi momentum evaluasi bersama antara pemerintah daerah, legislatif, dan seluruh pemangku kepentingan, agar investasi yang masuk ke Jember ke depan semakin produktif dan berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Erma Susanti Tegaskan Perempuan Harus Suarakan Kesetaraan Gender di Era Digital Indonesia

Erma Susanti dorong perempuan Indonesia aktif menyuarakan kesetaraan gender melalui media sosial sebagai bagian ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Sampang Bagikan Benih Jagung, Ajak Masyarakat Tanam Pendamping Beras

SAMPANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sampang mengajak masyarakat untuk menanam tanaman ...
KRONIK

Wiwin Sumrambah Imbau Warga Jombang Antisipasi Kemarau Panjang dan Perkuat Cadangan Pangan

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Wiwin Isnawati Sumrambah, mengimbau masyarakat ...
PEREMPUAN

Novita Hardini Ajak Perempuan Trenggalek Nyalakan Api Perjuangan dan Berkarya

Novita Hardini ajak perempuan Trenggalek menyalakan api perjuangan dan berkarya melalui TGX Women Summit, sekaligus ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Seksual, Soroti Kasus di Kampus

Puan Maharani menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan seksual di kampus dan mendorong evaluasi menyeluruh ...
HEADLINE

Megawati usul Konferensi Asia-Afrika Jilid II Atasi Masalah Geopolitik

JAKARTA – Presiden Ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengusulkan ...