Minggu
30 Agustus 2026 | 12 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Soroti Kenaikan ICOR Jember, Efisiensi Investasi Jadi PR Bersama

pdip-jatim-250319-wahyu-prayudi-nuki

JEMBER — Kenaikan nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di Kabupaten Jember pada 2025 menjadi perhatian serius DPRD sebagai indikator menurunnya efisiensi investasi yang perlu disikapi bersama.

Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Bupati 2025, Wahyu Prayudi Nugroho, mengungkapkan bahwa berdasarkan resume LKPJ, nilai ICOR Jember pada 2025 tercatat sebesar 0,74, meningkat signifikan dibandingkan 0,22 pada 2024 dan 0,21 pada 2023.

Meski masih berada di bawah ambang efisiensi ideal (di bawah angka 3), kenaikan ini menunjukkan adanya penurunan efektivitas pemanfaatan investasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Ini menjadi sinyal penting. Artinya, investasi yang masuk belum sepenuhnya optimal dalam menghasilkan pertumbuhan ekonomi. Ini perlu kita cermati bersama,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Sebagai indikator, ICOR digunakan untuk mengukur seberapa besar investasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi. Semakin rendah nilainya, semakin efisien penggunaan modal.

Dalam laporan tersebut, peningkatan ICOR terjadi di tengah lonjakan nilai investasi yang mencapai Rp2,57 triliun pada 2025, atau naik 70,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,51 triliun. Namun, peningkatan tersebut tidak diikuti pertumbuhan ekonomi yang signifikan, yang tercatat hanya sebesar 5,47 persen.

Kondisi ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara besarnya investasi dan output ekonomi yang dihasilkan.

Nuki—sapaan akrabnya—menegaskan bahwa tren ini tidak bisa dipandang sebagai persoalan sektoral semata, melainkan membutuhkan evaluasi lintas sektor dan pemangku kepentingan.

Ia mengindikasikan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi adalah belum optimalnya konektivitas antarwilayah di Jember, yang berdampak pada distribusi barang, mobilitas, serta efektivitas kegiatan ekonomi.

Karena itu, ia mendorong perangkat daerah terkait, khususnya sektor perhubungan, untuk segera mengambil langkah strategis dan terukur guna memperbaiki konektivitas wilayah.

“Perlu ada langkah cepat dan progresif. Ini bukan hanya soal angka, tetapi menyangkut kualitas pertumbuhan ekonomi ke depan,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

DPRD berharap, peningkatan ICOR ini dapat menjadi momentum evaluasi bersama antara pemerintah daerah, legislatif, dan seluruh pemangku kepentingan, agar investasi yang masuk ke Jember ke depan semakin produktif dan berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Pamekasan Gelar Futsal Cup 2026, Rebutkan Piala MH Said Abdullah dan Tabanas

PAMEKASAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan menggelar Turnamen Futsal Cup 2026 antar-Pimpinan Anak Cabang ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Event di Daerah Jangan Cuma Ramai, UMKM Lokal Harus Ikut Panen

NGAWI — Event yang digelar di daerah jangan berhenti menciptakan keramaian. Anggota Komisi VII DPR RI Novita ...
KRONIK

Wujud Kepedulian, Hj. Ansari Salurkan 116 Unit Bantuan ATENSI Kemensos di Pamekasan

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, menyalurkan 116 unit bantuan alat bantu fisik bagi ...
KABAR CABANG

Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Pucanglaban Dikukuhkan, Komitmen Besarkan PDI Perjuangan

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mengukuhkan pengurus Ranting dan ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Ajak Generasi Muda Terlibat Kelola Sampah

SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan terus melakukan sosialisasi dan mengajak berbagai elemen ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Senori, Minta Pemkab Tak Lambat Respon Kekeringan

TUBAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menerjunkan tim Badan Penanggulangan Bencana ...