Minggu
31 Mei 2026 | 3 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Soroti Kenaikan ICOR Jember, Efisiensi Investasi Jadi PR Bersama

pdip-jatim-250319-wahyu-prayudi-nuki

JEMBER — Kenaikan nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di Kabupaten Jember pada 2025 menjadi perhatian serius DPRD sebagai indikator menurunnya efisiensi investasi yang perlu disikapi bersama.

Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Bupati 2025, Wahyu Prayudi Nugroho, mengungkapkan bahwa berdasarkan resume LKPJ, nilai ICOR Jember pada 2025 tercatat sebesar 0,74, meningkat signifikan dibandingkan 0,22 pada 2024 dan 0,21 pada 2023.

Meski masih berada di bawah ambang efisiensi ideal (di bawah angka 3), kenaikan ini menunjukkan adanya penurunan efektivitas pemanfaatan investasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Ini menjadi sinyal penting. Artinya, investasi yang masuk belum sepenuhnya optimal dalam menghasilkan pertumbuhan ekonomi. Ini perlu kita cermati bersama,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Sebagai indikator, ICOR digunakan untuk mengukur seberapa besar investasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi. Semakin rendah nilainya, semakin efisien penggunaan modal.

Dalam laporan tersebut, peningkatan ICOR terjadi di tengah lonjakan nilai investasi yang mencapai Rp2,57 triliun pada 2025, atau naik 70,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,51 triliun. Namun, peningkatan tersebut tidak diikuti pertumbuhan ekonomi yang signifikan, yang tercatat hanya sebesar 5,47 persen.

Kondisi ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara besarnya investasi dan output ekonomi yang dihasilkan.

Nuki—sapaan akrabnya—menegaskan bahwa tren ini tidak bisa dipandang sebagai persoalan sektoral semata, melainkan membutuhkan evaluasi lintas sektor dan pemangku kepentingan.

Ia mengindikasikan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi adalah belum optimalnya konektivitas antarwilayah di Jember, yang berdampak pada distribusi barang, mobilitas, serta efektivitas kegiatan ekonomi.

Karena itu, ia mendorong perangkat daerah terkait, khususnya sektor perhubungan, untuk segera mengambil langkah strategis dan terukur guna memperbaiki konektivitas wilayah.

“Perlu ada langkah cepat dan progresif. Ini bukan hanya soal angka, tetapi menyangkut kualitas pertumbuhan ekonomi ke depan,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

DPRD berharap, peningkatan ICOR ini dapat menjadi momentum evaluasi bersama antara pemerintah daerah, legislatif, dan seluruh pemangku kepentingan, agar investasi yang masuk ke Jember ke depan semakin produktif dan berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Deni: PDI Perjuangan Memberi Anak Muda Ruang dan Tanggung Jawab Berjuang Bersama

PONOROGO – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengingatkan kader PDI Perjuangan untuk tidak ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Ponorogo Perkuat Kaderisasi dan Regenerasi Kepemimpinan

PONOROGO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo menggelar Musyawarah Anak Cabang ...
HEADLINE

Kecerdasan AI Jadi Bahasan Penting DPD saat Lantik PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Jombang

JOMBANG – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu perhatian ...
KRONIK

Sadarestuwati Sebut PDIP Penyeimbang Tunggal, Soroti Rupiah Rp18.000 dan Ancaman Impor Pangan

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI sekaligus Ketua Bidang Pertanian dan Pangan DPP PDI Perjuangan, Hj. ...
KABAR CABANG

Targetkan 14 Kursi pada Pemilu 2029, PDIP Jombang Wajibkan Anggota Dewan Turun ke Ranting 4 Kali Sebulan

JOMBANG – Ketua DPC PDI Perjuangan Jombang, Sumrambah, mematok target ambisius bagi partainya untuk meraih 14 kursi ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Dorong Penerapan Smart Lighting pada 10.000 Titik PJU Baru di Surabaya

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Dishub memperluas penerapan smart lighting pada program ...