Sabtu
13 Desember 2025 | 11 : 34

DPD Jatim Gelar Parikesit Jumeneng Ratu dengan Dalang Ki Manteb

pdip jatim - pagelaran wayang kulit dpd jatim

pdip jatim - pagelaran wayang kulit dpd jatimSURABAYA – Setelah Pandawa memenangkan perang Bharatayuda, tahta Kerajaan Astina dipegang Prabu Puntadewa/Prabu Kalimataya selama 15 tahun. Setelah era Puntadewa, kekuasaan Astina beralih kepada Parikesit, yang merupakan cucu Arjuna dan anak dari Abimanyu dengan Dewi Utari dari negeri Wirata.

Pengangkatan Parikesit menjadi Raja Astina tidak dilakukan secara instan. Namun melalui proses pendadaran atau proses kaderisasi dan regenerasi yang disiapkan secara matang. Sebuah suksesi yang terprogram, damai, elegan dan tanpa gejolak.

Ajaran Kautamaning Prabu diberikan dan diwariskan Pandawa kepada Parikesit hingga proses regenerasi dan suksesi tersebut berlangsung alami dan damai.

Itu sedikit ringkasan cerita wayang dengan lakon Parikesit Jumeneng Ratu. Cerita yang di dalamnya terdapat teladan kepemimpinan dan sebuah sistem suksesi yang merupakan kearifan lokal budaya bangsa Indonesia ini, akan dipentaskan dalang kondang Ki Manteb Sudharsono, dalam pagelaran wayang kulit di halaman DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Jalan Kendangsari Industri 57 Surabaya, Sabtu (27/9/2014) malam sampai selesai.

Menurut Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, SW Nugroho, pagelaran wayang kulit yang terbuka untuk umum ini sebagai salah satu bentuk rasa syukur setelah pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilu presiden. “Dalangnya Ki Manteb Sudharsono, dan tiga bintang tamu, yakni Yati Pesek, Marwoto, dan Topan,” kata Nugroho, Jumat (26/9/2014).

Soal lakon Parikesit Jumeneng Ratu, dinilai tepat dengan masa transisi pemerintahan saat ini, yakni dari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ke presiden dan wapres terpilih, Joko Widodo – Jusuf Kalla. Sebab tersirat teladan kepemimpinan dan sebuah sistim suksesi yang lekat dengan kearifan lokal budaya bangsa Indonesia, yang sekarang telah banyak dilupakan dan terlupakan para pemimpin negeri ini.

Dalang Ki Manteb Sudharsono selama ini juga dikenal dengan sebutan “dalang setan” karena kemampuannya menggerakkan wayang (sabetan) dengan sangat cepat dan berputar-putar. Pertunjukan wayangnya semakin memukau karena ia memakai peralatan musik modern ke atas pentas dan mengusung isu-isu yang sedang berkembang di tengah masyarakat. (pri)

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Wabup Antok Tekankan Pendidikan Integritas Sejak Dini pada Peringatan Hakordia di Ngawi

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi harus dilakukan secara ...
KRONIK

Novita Hardini Bersama Kemenekraf Gelar Workshop untuk Pegiat Kriya

MAGETAN – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini, menggelar workshop ekonomi kreatif pegiat kriya, di Hotel Bukit ...
SEMENTARA ITU...

DPRD Apresiasi Relokasi Pedagang Kesamben, Minta Pemkab Blitar Sempurnakan Fasilitas di Pasar Sementara

BLITAR – Para pedagang Pasar Kesamben yang terbakar 2022 lalu mulai menempati lokasi relokasi di Lapangan Babadan ...
KRONIK

Ini, Agenda Pertemuan Bupati Ipuk dengan Jajaran Direksi InJourney

JAKARTA – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, terus berupaya memperkuat peningkatan ekonomi daerah melalui ...
EKSEKUTIF

Raih Adiwiyata Terbanyak, Pemkot Surabaya Gencarkan Edukasi Peduli Lingkungan Sejak Dini

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil meraih penghargaan Adiwiyata di tahun 2025. Prestasi ...
SEMENTARA ITU...

Pemerataan Pembangunan, Mas Ipin Berangkatkan Satu Keluarga Transmigrasi ke Sidrap

TRENGGALEK – Satu keluarga asal Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan akan bertransmigrasi ke Provinsi Sulawesi ...