DPC Sidoarjo Gelar Vaksinasi Covid-19

Loading

SIDOARJO – DPC PDI Perjuangan Sidoarjo bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo menggelar vaksinasi Covid-19. Acara dilaksanakan di kantor DPC, Jl Jati Selatan IV Nomor 11 Sidoarjo, Senin (19/7/2021).

Ketua DPC Sumi Harsono melalui Wakil Sekretaris Bidang Eksternal, Hj Kasipah AMd mengatakan, vaksinasi sebagai upaya gotong royong PDI Perjuangan dalam membantu pemerintah melakukan percepatan vaksinasi.

“Dengan vaksinasi, kami harapkan anggota PDI Perjuangan maupun warga yang telah divaksin, tubuhnya terlindungi dari serangan Covid-19,” katanya.

Meski begitu, lanjut Sumi Harsono, sesuai petunjuk dari tim medis, agar peserta yang telah divaksin tidak merasa kebal dan menghilangkan kewaspadaan terhadap persebaran virus ini.

“Orang yang sudah divaksin bisa saja tetap terserang. Tapi, dampak serangan virus dialami mereka yang sudah divaksin akan menjadi ringan ketimbang yang belum pernah divaksin. Karena itu, meskipun sudah divaksin, mohon untuk tetap berdisiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” pesan Sumi Harsono.

Panitia pelaksana vaksinasi, Ria Aulin Sefitasari mengatakan, vaksinasi diikuti 200 peserta. Untuk menghindari kerumunan, panitia menjadwal kedatangan peserta secara bergelombang.

“Jadi ada tiga gelombang dalam sehari. Ini untuk menghindari kerumunan,” kata perempuan Wakil Sekretaris Bidang Internal DPC PDI Perjuangan Sidoarjo ini.

Pendaftaran peserta dilakukan secara daring beberapa hari sebelumnya. Pendaftaran melalui jejaring PDI Perjuangan yang tersebar di 349 desa di 18 kecamatan.

Pada kesempatan itu, panitia menyampaikan permohonan maaf kepada sejumlah warga yang mendadak datang untuk meminta divaksin. Sebab, panitia telah membuka pendaftaran sejak beberapa hari sebelumnya dan melakukan pemeriksaan administrasi untuk sinkronisasi data dengan pemerintah.

Sinkronisasi data peserta untuk memastikan agar tidak ada satu orang yang divaksin dua kali dalam tahap vaksinasi yang sama. Ini untuk memastikan agar vaksinasi bisa dilakukan merata untuk seluruh warga.

“Sementara kuota (dosis) juga terbatas. Jadi kami mohon maaf, mudah-mudahan untuk kesempatan mendatang bisa menjangkau skala lebih luas,” terang Ria. (hs)