Dongkrak Kesejahteraan, Tutik Yunarni Dorong Petani Kopi Dampit Bentuk Koperasi

 133 pembaca

MALANG – Wilayah Dampit, Kabupaten Malang dikenal sebagai penghasil kopi berkualitas baik yang bahkan sudah merambah pasar internasional. Ketenaran Kopi Dampit sayangnya secara ekonomi tidak terlalu dirasakan para petani kopi di wilayah tersebut.

Fakta inilah yang kemudian mendorong anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang Tutik Yunarni. Salah satu upayanya, menginisiasi terbentuknya Koperasi Petani Kopi di wilayah Desa Baturetno, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Sebelumnya, dia mendapatkan mandat secara langsung dari Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi para petani kopi di wilayahnya.

“Ketika saya datang bersama Ibu Sri Untari saya diberikan tugas, selesaikan mbak ini dapil sampean. Nanti ketika di pemerintahan kabupaten tidak bisa menyelesaikan, beliau siap melakukan advokasi melalui program-program dari pemerintah provinsi,” kata Tutik Yunarni di sela reses di Balai Desa Baturetno, Jumat (11/3/2022).

Oleh sebab itu, dia bertekad untuk bisa membantu para petani kopi terutama yang ada di Desa Baturetno untuk bisa sejahtera melalui kopi-kopi yang dihasilkannya melalui pembentukan koperasi.

“Saya ingin menguatkan kelembagaan dari kelompok tani kopi dulu. Sebenarnya sudah ada kelembagaan yaitu koperasinya sudah ada, tapi tidak mantap karena tidak merasa ada yang manfaat dari keberadaan koperasi selama ini,” tuturnya.

Sebagai anggota DPRD Kabupaten Malang terutama dari Dapil II (Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, dan Turen) dia merasa memiliki tanggung jawab untuk turut membantu para petani kopi merasakan manfaat dari produk-produk kopi yang selama ini telah mereka hasilkan dan digemari pasar.

Oleh sebab itu Tutik Yunarni bertekad untuk menciptakan terobosan-terobosan untuk mengembangkan Koperasi Petani Kopi. “Saya mengajak panjenengan semuanya menghidupkan koperasi pertanian petani kopi,” ujar Tutik.

“Karena soko guru ekonomi bangsa adalah koperasi. Tidak ada yang lain, karena Koperasi terbentuk dan berdiri dari, oleh dan untuk anggota bukan untuk siapa-siapa terutama perseorangan saja,” beber Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Malang tersebut.

Modal ketenaran produk-produk kopi yang dihasilkan dari Dampit, lanjut dia, harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para petani untuk bisa memberdayakan dirinya sendiri melalui koperasi.

Melalui koperasi, para petani kelak tidak akan kebingungan dalam memastikan harga jual dan mencari pasar dari produk yang telah dihasilkannya. Keberadaan koperasi ini menurutnya, akan sangat membantu para petani apabila dapat dimaksimalkan sebaik mungkin.

“Saya ingin punya suatu program, yang bisa menjadi andalan dan akan menjadi embrio bagi pembangunan kesejahteraan masyarakat desa. Nanti dari koperasi petani kopi ini, mimpi besar saya adalah untuk pengelolaan produk kopi yang ada akan dibina, diberdayakan oleh koperasi termasuk dari segi pemasarannya,” kata Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang tersebut. (ace/pr)