Sabtu
17 Oktober 2026 | 10 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Doa Alumni Ponpes Besar Ini Khusus untuk Kemenangan Gus Ipul-Puti

pdip-jatim-doa-jelang-kampanye-akbar

JEMBER – Jelang Istighotsah Kubro bertajuk “Mengetuk Pintu Langit” di Lapangan Jackcloth, Jember, ratusan alumni pondok pesantren (ponpes) besar di Jawa Timur berkumpul di Ponpes Nurul Islam, Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Minggu (15/4/2018).

Di Ponpes asuhan KH Muhyiddin Abdusshomad ini, mereka khusus mendoakan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno, agar menjadi pemimpin Jawa Timur melalui Pilkada 2018.

Para alumni tersebut di antaranya dari Ponpes Lirboyo Kediri, Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo, Ponpes Sidogiri Pasuruan, Ponpes Ploso, Kediri, dan Ponpes Annuqayah Sumenep.

Hadir juga para kyai pengasuh ponpes, di antaranya KH Mutawakkil Alallah (Ponpes Zainul Hasan, Genggong), KH Anwar Iskandar (Ponpes Al Amin, Ngasinan, Kediri), KH Nawawi Abdul Jalil (Ponpes Sidogiri, Pasuruan), dan KH Fahrurrozi (Ponpes An Nur, Bululawang, Malang).

Sedangkan Gus Ipul dan Puti tampak hadir bersama Fatma Saifullah Yusuf, dan Nyai Juwariyah Fawaid Syamsul Arifin, Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo.

Acara itu juga dihadiri jajaran pengurus partai pengusung, seperti dari PDI Perjuangan, PKB, PKS, dan Gerindra. Doa untuk kemenangan Gus Ipul-Mbak Puti dan untuk kelancaran istighosah ini dipimpin Kyai Muhyiddin.

Usai berdoa, Gus Ipul pun mengatakan, bahwa Istigosah Kubro sebagai pengganti kampanye akbar ini adalah atas saran para kyai. Dia pun bersyukur dukungan dari para ulama dan kyai terus bertambah untuk pasangan calon nomor urut dua.

“Alhamdulillah dukungan para ulama dan kyai terus bertambah. Kami akan selalu nderek dhawuh kyai sepuh,” ucap Gus Ipul.

Dia juga menyampaikan terima kasih, karena beberapa ulama yang dahulunya belum bergabung, kini bisa satu pandangan paslon nomor 2. “Ini merupakan anugerah dan barokah dari para kyai,” sebut keponakan KH Abdurrahman Wahid (Gusdur) ini.

Pengasuh Ponpes Genggong KH Hasan Mutawakkil Alallah mengatakan, Jawa Timur menjadi barometer nasional. Hal ini dilihat dari kondusivitas yang terjaga.

“Mengapa bisa seperti itu? Salah satunya, karena masyarakat Jawa Timur masih patuh kepada kyai. Sehingga kalau ada konflik, bisa diredam dengan cepat,” jelasnya.

“Sehingga, ketaatan kepada kyai adalah kebutuhan. Kalau kita mau selamat, salah satunya adalah patuh dengan ulama,” imbuh Kyai Muttawakil.

“Amplop putih jangan sampai luntur, disimpan di atas sumur. Gus Ipul dan Mbak Puti Guntur, Insya Allah, akan membuat Jawa Timur makmur,” tutup Kyai Muttawakil sambil berpantun. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Risma Desak Pemulihan Air Sumur di Malang, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

MALANG – Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan Tri Rismaharini menekankan pentingnya pemulihan ...
KRONIK

Sri Untari: Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih Bisa Timbulkan Kegaduhan

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengingatkan Kementerian Koperasi agar mengkaji ...
KRONIK

PDI Perjuangan Gelar Pekan Sampah Nasional, Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Berguna

MALANG – PDI Perjuangan mengajak masyarakat dan komunitas di berbagai daerah menjadikan pengelolaan sampah sebagai ...
KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Rawat Mangrove, Pelestarian Lingkungan Harus Berkelanjutan

MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak generasi muda terlibat langsung dalam ...
KRONIK

Hadiri Lomba Mewarnai Tugu Keris, Bupati Fauzi Puji Kreativitas Ratusan Anak

SUMENEP – Komunitas Lakona Lakone sukses menggelar lomba mewarnai tugu keris tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan ...
HEADLINE

Hasto Tawarkan Moratorium Hutan dan Penataan Ulang Tata Ruang untuk Atasi Karhutla

MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menawarkan dua langkah mendasar untuk mengatasi ...