Selasa
13 Oktober 2026 | 7 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Djarot: Saya Pasrahkan Hidup dan Mati Kepada Allah

pdip-jatim-Djarot-dialog-tolak-politisasi-masjid

JAKARTA – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menghadiri acara Halaqoh Takmir Masjid di Kemayoran, Jakarta Pusat. Djarot diundang sebagai salah satu pembicara di acara yang bertajuk Menolak Politisasi Masjid, Melawan Radikalisme Agama.

Dalam kesempatan itu, ia menceritakan anak bungsunya Meisya Rizky Berliana menangis ketika melihat dirinya diusir pada haul Supersemar di Masjid At Tin, Jakarta Timur. Kala itu, Djarot diusir sejumlah jemaah yang tidak menyukai kehadirannya.

“Anak saya masih kelas 5 SD, nangis. Saya terangkan, saya cerita, enggak apa-apa, sabar, yang menjaga ayah, Allah SWT, itu (para jemaah yang hadir) saudara kita, teman ayah semua, maka doakan juga itu,” ujar Djarot, Jumat (31/3/2017).

Tak hanya kepada anak bungsunya, Djarot pun juga memberikan penjelasan yang sama kepada sang istri, Happy Farida untuk menenangkannya.

“Istri saya juga saya sampaikan, kalau sudah disampaikan dengan baik, itu terima. Saya sampaikan pada anak saya bahwa Islam itu tidak seperti itu. Saya cerita bahwa yang dialami ayah itu kecil dibandingkan perlakuan pada Rasulullah,” cerita Djarot.

Selain itu, mantan Wali Kota Blitar ini juga menyampaikan kalau dirinya berhak memilih dan dipilih. Tetapi, kata Djarot, apabila memilihnya ada jalannya, yaitu PBNU.

“Kita sudah sepakat jalan yang kita tempuh adalah jalan PBNU, bukan Pengurus Besar Nahdhlatul Ulama. Tapi PBNU, P-jalan Pancasila, B-nya Bhinneka Tunggal Ika, N-nya jalan demi Negara Kesatuan, U sesuai Undang-undang dasar. Ini yang harus jalan kita ambil,” papar Djarot.

Bahkan, pasangan dari Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ini menegaskan dirinya bersedia menjadi tumbal demi mempertahankan apa yang disebut dengan PBNU tersebut.

“Saya bersedia anda jadikan martir, korban, tumbal, demi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Undang-undang Dasar. Saya akan bangga betul, kalau terjadi apa-apa sama saya, bangga betul, termasuk anak saya, keluarga saya,” terang dia.

Djarot pun menegaskan kalau dirinya sudah memasrahkan segalanya kepada Allah. “Saya sudah pasrahkan hidup saya, mati saya pada Allah SWT,” pungkas Djarot. (liputan6)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Traktor Bantuan APBN Diduga Menyimpang, DPRD Jember: Dinas Pertanian Tidak Bisa Memberikan Data

JEMBER – Dugaan penyimpangan bantuan traktor dari APBN 2025 di Kabupaten Jember belum terjawab. Sejumlah kelompok ...
KRONIK

Gema 111.111 Al-Waqiah di Sumenep, Bupati Fauzi Ajak ASN Perkuat Budaya Religius

SUMENEP – Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menginisiasi gerakan pembacaan bersama 111.111 kali Surat Al-Waqiah. ...
KRONIK

Atasi Kekeringan Dampak El Nino, Sonny Salurkan Bantuan Air Bersih ke Siliragung

BANYUWANGI – Dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai dirasakan oleh sejumlah warga di wilayah ...
EKSEKUTIF

Promosi dan Mutasi Pejabat Pemkab Blitar Bakal Berbasis Manajemen Talenta

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan promosi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Dorong Media Partai Jadi Penyambung Lidah Rakyat

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mendorong perombakan mendasar dalam ...
LEGISLATIF

Sampah Sungai Ancam Picu Banjir, Ketua DPRD Kota Malang Dorong Pemasangan Trash Boom

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong Pemerintah Kota Malang memperkuat ...