Sabtu
06 Juni 2026 | 8 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Djarot: Saya Pasrahkan Hidup dan Mati Kepada Allah

pdip-jatim-Djarot-dialog-tolak-politisasi-masjid

JAKARTA – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menghadiri acara Halaqoh Takmir Masjid di Kemayoran, Jakarta Pusat. Djarot diundang sebagai salah satu pembicara di acara yang bertajuk Menolak Politisasi Masjid, Melawan Radikalisme Agama.

Dalam kesempatan itu, ia menceritakan anak bungsunya Meisya Rizky Berliana menangis ketika melihat dirinya diusir pada haul Supersemar di Masjid At Tin, Jakarta Timur. Kala itu, Djarot diusir sejumlah jemaah yang tidak menyukai kehadirannya.

“Anak saya masih kelas 5 SD, nangis. Saya terangkan, saya cerita, enggak apa-apa, sabar, yang menjaga ayah, Allah SWT, itu (para jemaah yang hadir) saudara kita, teman ayah semua, maka doakan juga itu,” ujar Djarot, Jumat (31/3/2017).

Tak hanya kepada anak bungsunya, Djarot pun juga memberikan penjelasan yang sama kepada sang istri, Happy Farida untuk menenangkannya.

“Istri saya juga saya sampaikan, kalau sudah disampaikan dengan baik, itu terima. Saya sampaikan pada anak saya bahwa Islam itu tidak seperti itu. Saya cerita bahwa yang dialami ayah itu kecil dibandingkan perlakuan pada Rasulullah,” cerita Djarot.

Selain itu, mantan Wali Kota Blitar ini juga menyampaikan kalau dirinya berhak memilih dan dipilih. Tetapi, kata Djarot, apabila memilihnya ada jalannya, yaitu PBNU.

“Kita sudah sepakat jalan yang kita tempuh adalah jalan PBNU, bukan Pengurus Besar Nahdhlatul Ulama. Tapi PBNU, P-jalan Pancasila, B-nya Bhinneka Tunggal Ika, N-nya jalan demi Negara Kesatuan, U sesuai Undang-undang dasar. Ini yang harus jalan kita ambil,” papar Djarot.

Bahkan, pasangan dari Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ini menegaskan dirinya bersedia menjadi tumbal demi mempertahankan apa yang disebut dengan PBNU tersebut.

“Saya bersedia anda jadikan martir, korban, tumbal, demi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Undang-undang Dasar. Saya akan bangga betul, kalau terjadi apa-apa sama saya, bangga betul, termasuk anak saya, keluarga saya,” terang dia.

Djarot pun menegaskan kalau dirinya sudah memasrahkan segalanya kepada Allah. “Saya sudah pasrahkan hidup saya, mati saya pada Allah SWT,” pungkas Djarot. (liputan6)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDIP Bondowoso Salurkan Air Bersih dan Sembako untuk Warga Terdampak Kekeringan

DPC PDI Perjuangan Bondowoso menyalurkan bantuan air bersih dan sembako kepada warga terdampak kekeringan di 13 ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Gelar Bimtek Medsos bagi Kader di Tingkat Kecamatan

TULUNGAGUNG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar bimbingan teknis (bimtek) media sosial (medsos) di ...
LEGISLATIF

Setumpuk Beban Administrasi Pemdes, Diana Sasa Tekankan Pendampingan dan Kesiapan Infrastruktur Digital Desa

MAGETAN – Anggota DPRD Jawa Timur, Diana AV Sasa meminta pemerintah memastikan kesiapan pendampingan dan ...
LEGISLATIF

Untari Dorong Penguatan Regulasi Disabilitas untuk Menjamin Hak Kelompok Rentan

Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mendorong penguatan regulasi perlindungan penyandang ...
LEGISLATIF

Yordan Batara Goa Soroti Banyak Perda Belum Efektif, DPRD Jatim Dorong Evaluasi Menyeluruh

Ketua Bapemperda DPRD Jawa Timur Yordan M. Batara Goa mendorong evaluasi menyeluruh terhadap perda yang telah ...
LEGISLATIF

Ony Setiawan Minta Pemerintah Lebih Serius Lindungi Peternak Ayam Petelur

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Ony Setiawan meminta pemerintah lebih serius memperhatikan nasib peternak ayam ...