Minggu
23 Agustus 2026 | 2 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Djarot: Saya Pasrahkan Hidup dan Mati Kepada Allah

pdip-jatim-Djarot-dialog-tolak-politisasi-masjid

JAKARTA – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menghadiri acara Halaqoh Takmir Masjid di Kemayoran, Jakarta Pusat. Djarot diundang sebagai salah satu pembicara di acara yang bertajuk Menolak Politisasi Masjid, Melawan Radikalisme Agama.

Dalam kesempatan itu, ia menceritakan anak bungsunya Meisya Rizky Berliana menangis ketika melihat dirinya diusir pada haul Supersemar di Masjid At Tin, Jakarta Timur. Kala itu, Djarot diusir sejumlah jemaah yang tidak menyukai kehadirannya.

“Anak saya masih kelas 5 SD, nangis. Saya terangkan, saya cerita, enggak apa-apa, sabar, yang menjaga ayah, Allah SWT, itu (para jemaah yang hadir) saudara kita, teman ayah semua, maka doakan juga itu,” ujar Djarot, Jumat (31/3/2017).

Tak hanya kepada anak bungsunya, Djarot pun juga memberikan penjelasan yang sama kepada sang istri, Happy Farida untuk menenangkannya.

“Istri saya juga saya sampaikan, kalau sudah disampaikan dengan baik, itu terima. Saya sampaikan pada anak saya bahwa Islam itu tidak seperti itu. Saya cerita bahwa yang dialami ayah itu kecil dibandingkan perlakuan pada Rasulullah,” cerita Djarot.

Selain itu, mantan Wali Kota Blitar ini juga menyampaikan kalau dirinya berhak memilih dan dipilih. Tetapi, kata Djarot, apabila memilihnya ada jalannya, yaitu PBNU.

“Kita sudah sepakat jalan yang kita tempuh adalah jalan PBNU, bukan Pengurus Besar Nahdhlatul Ulama. Tapi PBNU, P-jalan Pancasila, B-nya Bhinneka Tunggal Ika, N-nya jalan demi Negara Kesatuan, U sesuai Undang-undang dasar. Ini yang harus jalan kita ambil,” papar Djarot.

Bahkan, pasangan dari Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ini menegaskan dirinya bersedia menjadi tumbal demi mempertahankan apa yang disebut dengan PBNU tersebut.

“Saya bersedia anda jadikan martir, korban, tumbal, demi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Undang-undang Dasar. Saya akan bangga betul, kalau terjadi apa-apa sama saya, bangga betul, termasuk anak saya, keluarga saya,” terang dia.

Djarot pun menegaskan kalau dirinya sudah memasrahkan segalanya kepada Allah. “Saya sudah pasrahkan hidup saya, mati saya pada Allah SWT,” pungkas Djarot. (liputan6)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Lantik 1.108 Pengurus Ranting dan Anak Ranting di Dapil III dan IV

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro resmi melantik 1.108 pengurus Ranting ...
LEGISLATIF

Serap Aspirasi di Babad, Amin Thohari Bahas Penurunan APBD 2027 hingga Kemandirian Pangan

BOJONEGORO – Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Fraksi PDI Perjuangan, Amin Thohari, menggelar Reses Masa Sidang II ...
KRONIK

Soroti Kekerasan Seksual di Madura, Hj. Ansari: Ruang Aman Perempuan Tanggung Jawab Bersama

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, mendorong penguatan ruang aman bagi perempuan di Kabupaten ...
KRONIK

Dorong Kesetaraan Pembangunan, Hosnan PDIP Dukung Sumenep Jadi Kabupaten Kepulauan

SUMENEP – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Hosnan, menegaskan dukungannya terhadap langkah Pemerintah ...
KABAR CABANG

BKN Trenggalek Dikukuhkan, Gen Z Disiapkan Jadi Penggerak Pelestarian Jaranan

TRENGGALEK – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek mengukuhkan kepengurusan Badan Kebudayaan Nasional (BKN) ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Pompa Semangat Pengurus Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Gondang

TULUNGAGUNG – Pengurus Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Gondang masa bakti 2026-2031 secara resmi terbentuk ...