Selasa
20 Oktober 2026 | 12 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Disungkemi Bupati Mas Dhito, Mata Mbah Simpen Berkaca-kaca

pdip-jatim-220709-rumah-simpen-1

KEDIRI – Mbah Simpen warga Desa Asmoro Bangun, Kecamatan Puncu itu disungkemi orang nomor satu di Kabupaten Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, Kamis (7/7/2022).

Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Hanindhito, datang ke rumah Mbah Simpen untuk memberitahu bahwa rumahnya akan direnovasi oleh Pemerintah Kabupaten Kediri agar lebih layak huni.

Awalnya, nenek kelahiran tahun 1942 ini tak mengetahui sosok yang menyungkeminya adalah Mas Dhito (sapaan akrab Bupati Hanindhito). Pasalnya, saat pertama bupati muda tersebut datang, dirinya tak sempat berkenalan.

Sosok yang baru saja ditemuinya itu tiba-tiba sungkem dan bertanya mengenai usia, keseharian, serta meminta ijin padanya untuk melihat kondisi rumah yang di depannya sudah dipersiapkan material untuk membangun rumah yang berada tak jauh dari kantor desa.

“Jenengan yang punya rumah itu?” tanya Mas Dhito usai menyungkemi Mbah Simpen. “iya, pak,” jawabnya.

“Jenengan kelahiran tahun pinten, mbah?” tanya Mas Dhito lagi. “Saya kelahiran tahun 1942,” jawab Mbah Simpen dengan senyumnya.

“Sebelum Indonesia merdeka, berarti jenengan sudah lahir,” jawab Mas Dhito heran melihat kondisi Mbah Simpen yang masih bugar di usianya yang tua itu.

Pandangan Mbah Simpen masih tertuju ke sosok muda berkacamata itu yang mulai beranjak memasuki rumahnya. Seakan bertanya-tanya siapa sebenarnya sosok berkemeja biru itu.

Baru mengerti sejatinya pemuda itu adalah seorang Bupati Kediri, saat tetangganya memberi tahu bahwa yang mengajaknya ngobrol gayeng itu adalah Mas Dhito. “Loh mosok iku mau Bupati (masak itu tadi Bupati),” Mbah Simpen terkaget.

Usai menilik kondisi rumah Mbah Simpen, Mas Dhito kembali ngobrol dengannya. Berbicara mengenai rencana di mana Mbah Simpen akan bertempat tinggal sementara saat rumahnya dibangun.

Ketika kembali ngobrol, mata Mbah Simpen berkaca-kaca. Menjawab obrolan Mas Dhito dengan nada yang melirih. Terlihat senang bercampur haru.

Mbah Simpen pun mengaku senang rumahnya dibedah oleh Mas Dhito melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Nenek itu adalah salah satu penerima BSPS dari 95 penerima di Desa Asmoro Bangun tahun 2022 ini.

“Yang jelas seneng rumahku dibangun,” kata Mbah Simpen.

Sebelum berpamitan dengan Mbah Simpen, Mas Dhito mendoakan agar Mbah Simpen bahagia dan sehat. “Mbah, nanti selama 2 sampai 3 minggu saat rumahnya dibangun, jenengan tinggal di rumah tetangga dulu ya. Saya doakan semoga jenengan sehat dan bahagia selalu,” tutur Mas Dhito.

Dari data Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Kediri, pada tahun 2022 ini sebanyak 1000 unit rumah rumah tidak layak huni (RTLH) masuk dalam Program BSPS yang tersebar di 31 desa di 12 Kecamatan. (beritamadani)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Kejar Paket A hingga C Bakal Gratis

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menargetkan Kabupaten Malang bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Zero ATS pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Raperda Transportasi Terintegrasi Harus Jawab Kebutuhan Warga

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Baznas Surabaya Prioritaskan Warga Miskin Desil 1

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya memprioritaskan warga ...