Sabtu
12 September 2026 | 8 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Disambati Guru Terkait Penyaluran Bantuan BPOPP, Agatha Minta Pemprov Jatim Segera Cairkan

PDIP-Jatim Agatha Retnosari 28022023

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Agatha Retnosari, menerima audiensi dari sejumlah guru SMP dan SMK Triguna Bhakti Surabaya, Senin (27/2/2023).

Ia mengatakan, dalam kesempatan tersebut banyak keluhan yang disampaikan para guru. Di antaranya terkait pencairan Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) yang hingga Februari belum terlaksana.

Seperti diketahui, BPOPP merupakan bantuan dana dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim kepada SMA/SMK untuk meringankan beban biaya pendidikan.

Namun, kenyataannya tiap tahun anggaran tersebut makin menurun. Pada 2019 disalurkan selama 12 bulan, kini menyusut ke 6 bulan saja.

“Padahal APBD kita sudah naik, tapi BPOPP-nya itu berkurang jadi hanya 6 bulan dan sampai bulan ini masih belum cair,” ujarnya.

Untuk itu, politisi PDI Perjuangan itu meminta Pemprov Jatim segera mencairkan bantuan tersebut dan mengkaji kembali regulasinya. Terlebih, Raperda APBD 2023 telah disahkan dengan pendapatan daerah sebesar Rp28,2 triliun dan belanja daerah Rp30,5 triliun.

“Mereka bilang 2019 itu PemprovJatim memberi bantuan 200 ribu per orang selama 12 bulan untuk seluruh siswa, lalu tahun 2020 turun jadi 10 bulan dan 2022 jadi hanya 6 bulan, lalu di akhir tahun ada tambahan 2 bulan jadi 8 bulan,” ucapnya.

Di samping itu, para guru honorer juga mengeluhkan sulitnya persyaratan mengurus Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) untuk masuk ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Di mana hal tersebut merupakan salah satu syarat untuk mengakses bantuan pemerintah.

Untuk mendapat hal tersebut, para guru harus lebih dulu berstatus guru tidak tetap (GTT) dengan syarat minimal 2 tahun kerja sebagai guru tetap yayasan (GTY).

“Nah, mereka bilang kalau tidak masuk Dapodik, maka tidak bisa mengakses bantuan pemerintah untuk membantu gaji guru, sedangkan gaji guru masih di bawah UMR dan mereka sudah tidak lagi menerima tunjangan sejak SMK pindah ke provinsi,” tuturnya.

Karena itu, Agatha mendorong Pemprov Jatim untuk lebih memperhatikan kesejahteraan para guru honorer. Terlebih, sejak regulasinya berpindah ke Jatim, pekerja honorer ini sudah tidak lagi mendapat tunjangan.

“Saya mendorong Pemprov Jatim lebih punya kepedulian terhadap dunia pendidikan ini, kepada guru-guru sekolah swasta, termasuk mereka dipermudah mengurus GTT,” pungkasnya. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Dilema Air di Perumahan Elit, DPRD Surabaya Minta PDAM Segera Negosiasi dengan Pengembang

SURABAYA – Temuan adanya tiga perusahaan pengembang raksasa di Surabaya, termasuk kawasan hunian papan atas, ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Rp5 Juta per RW Jangan Habis untuk Seremoni, Harus Jadi Penghasilan Gen Z

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta anggaran kegiatan Generasi Z (Gen Z) sebesar Rp5 juta per RW ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Minta Pemkot Surabaya Jemput Bola Data Desil, Jangan Tunggu Warga Mengadu

Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta Pemkot jemput bola memperbarui data desil agar bantuan pendidikan dan ...
KRONIK

Ketua HKTI Magetan Suarakan Aspirasi Petani dan Tekankan Regenerasi di Rakerda HKTI Jatim

MAGETAN — Anggota DPRD Magetan dari PDI Perjuangan sekaligus Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ...
LEGISLATIF

Tunjang Kinerja Bamag Gresik, Nila Yani Serahkan Bantuan Perlengkapan Operasional

GRESIK – Dukungan terhadap penguatan pelayanan dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Gresik terus dilakukan. ...
KRONIK

Budi Leksono Desak PDAM Modernisasi Alat demi Jamin Kualitas Air Warga

SURABAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mendesak PDAM Surya Sembada segera melakukan ...