Selasa
28 April 2026 | 9 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dini Hari, Pedagang Tahu-Tempe Deklarasi Dukung Jokowi-JK

pdip-jatim-220515-jokowi

SURABAYA – Giliran pengusaha dan pedagang tempe-tahu di Surabaya dan Sidoarjo menyatakan siap memenangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai Presiden-Wakil Presiden RI 2014-2019. Dukungan itu resmi dideklarasikan sekitar pukul 01.00 dinihari, Selasa (10/6/2014) di sela aktivitas pedagang dan pembeli di Mangga Dua, kawasan Jagir, Surabaya.

Acara deklarasi yang dimarakkan panggung hiburan sejak beberapa jam sebelumnya itu sempat diwarna hujan rintik. Namun tidak menyurutkan peserta deklarasi yang terdiri dari pengusaha dan pedagang tahu-tempe, serta elemen pendukung Jokowi-JK lainnya. Saat deklarasi dimulai sekitar pukul 01.00, lokasi acara masih dipenuhi peserta yang sebagian mengenakan kaos bergambar Jokowi-JK itu.

Menurut Wito, seorang koordinator pengusaha dan pedagang tahu-tempe, melalui acara deklarasi ini, mereka menyatakan komitmen mendukung pasangan Jokowi-JK dalam Pilpres 2014. “Kami pengusaha dan pedagang tahu dan tempe Surabaya dan Sidoarjo, berkomitmen siap mendukung dan memenangkan capres Jokowi-JK menjadi presiden – wapres RI 2014-2019,” katanya.

Dukungan terhadap pasangan yang diusung dan didukung PDI Perjuangan, Partai Nasdem, PKB, Partai Hanura dan PKPI itu, ungkap Wito, diambil tanpa keraguan. Selain siap mengajak masyarakat memilih Jokowi-JK, pihaknya juga akan menggalang “koin peduli”, yakni menggalang dukungan berupa dana yang setelah terkumpul nantinya akan dikirimkan ke rekening resmi pasangan nomor urut 2 tersebut.

Acara deklarasi pengusaha dan pedagang tahu-tempe dihadiri Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim yang juga Ketua Relawan Jokowi Jatim, Bambang DH. Tampak juga Koordinator Tim Pemenangan Jokowi-JK Jatim dari Partai Nasdem, Effendi Choiri atau Gus Choi.

Bambang DH menjelaskan, mengapa deklarasi digelar jam 1 dinihari. Menurutnya, karena deklarasi diupayakan bareng denngan aktivitas pedagang. “Aktivitas pedagang dan pembeli di Mangga Dua ini ya jam-jam seperti saat ini yang paling ramai,” terang Bambang DH.

Dia berharap, deklarasi mendukung Jokowi-JK tetap bergerak setelah acara deklarasi. Bambang DH juga mengajak para relawan lebih berhati-hati selama kampanye. “Ajak masyarakat untuk mendukung Jokowi-JK dengan santun, tanpa paksaan, jangan main ancam, dan melakukan black campaigne,” ujarnya.

Mantan Wali Kota Surabaya itu juga mengajak relawan dan masyarakat mengawasi pelaksanaan pemilu presiden. Dia tidak ingin seperti kabar adanya babinsa melakukan pendataan pemilih pilpres dengan cara datang ke rumah-rumah warga, terjadi di Surabaya.

“Hati-hati, dan tetap awasi mereka. Ini wilayah sipil, kita harus berani menjaga kualitas demokrasi agar pemilihan kali ini lebih bermartabat, sehingga presiden yang terpilih nanti benar-benar sesuai dengan keinginan rakyat,” kata Bambang DH. (pri)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jember Soroti Pergeseran Anggaran APBD, Minta Eksekutif Jaga Transparansi dan Kepatuhan Regulasi

DPRD Jember soroti pergeseran anggaran APBD, minta transparansi dan kepatuhan regulasi dalam pengelolaan keuangan ...
KABAR CABANG

Banteng Kota Blitar Implementasikan Arahan Megawati Lewat Gerakan Tanam Pohon

Kader PDIP Kota Blitar tanam pohon saat Hari Kartini sebagai implementasi arahan Megawati untuk ketahanan pangan ...
EKSEKUTIF

Gresik Peringkat 6 Nasional dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah

GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam Evaluasi ...
MILANGKORI

Puan: Negara Wajib Jamin Anak Aman, Termasuk di Daycare

Ketua DPR RI Puan Maharani tegaskan negara wajib jamin keamanan anak, termasuk di daycare, usai kasus kekerasan di ...
KRONIK

Erma Dukung Perjuangan Asosiasi BPD Tulungagung Terkait Kuota Perempuan dalam Pencalonan

TULUNGAGUNG – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mendukung perjuangan Asosiasi BPD (Badan ...
RUANG MERAH

Saat Medsos Anak Dibatasi, Orang Tua Diuji

Oleh Priyanto PEMBATASAN penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun resmi diberlakukan sejak 28 Maret ...