oleh

Didaulat Nyanyi Reggae, Puti Guntur Pilih ‘Wait In Vain’

-Berita Terkini-6 kali dibaca

LUMAJANG – Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno melanjutkan safari ke Lumajang. Dia berkunjung ke pasar, bertemu relawan dan komunitas reggae, Selasa (13/3/2018).

Di Posko Relawan Pak Guru (RPG), relawan dari pasangan Calon Bupati Lumajang H As’at Malik dan Calon Wakil Bupati H. Toriq Alkatiri, di Jalan Ahmad Yani, Puti Guntur disambut meriah.

Seperti Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno, pasangan As’at dan Thoriq juga diusung PDI Perjuangan (PDIP), dan mendapat nomor 2 dari KPU.

“Salam 2 jari, jangan lupa pilih kyai. Salam 2 jari, jangan lupa pilih Mbak Puti,” kata Agus Wicaksono, Ketua DPC PDIP Lumajang.

Ratusan relawan RPG pun serempak mengikuti yel-yel seperti yel-yel Jokowi saat Pilpres 2014 Itu sambil mengangkat 2 jari.

Agus juga menyerukan untuk melawan politik uang. Ia menjanjikan pemenangan Pilkada Lumajang dan Jawa Timur akan dilakukan tanpa politik uang.

“Kita bersyukur karena keduanya sama-sama mendapat nomor dua,” kata Agus.

Di Lumajang, Calon Bupati As’at Malik adalah incumbent. Selain sebagai politisi dan pejabat pemerintahan, As’at juga berlatar belakang santri, dikenal sebagai ulama, dan putera kyai di Lumajang.

“Ayo, di Lumajang kita menangkan pasangan Gus Ipul-Mbak Puti. Agar pemerintahan di Lumajang dan Jawa Timur bisa saling mendukung,” kata As’at pada relawannya, sambil mengangkat 2 jari.

Oleh para relawan, Puti Guntur Soekarno didaulat untuk menyanyikan lagu reggae. Tantangan itu dijawabnya.

Puti tampil dan meminta band pengiring memainkan lagu reggae “Wait In Vain” dari Bob Marley.

“I don’t want to wait in a vain for your love. Cause summer is here. And I’m still waiting there…” lantun Puti Guntur di tengah alunan reggae band pengiring.

“Aku yo isok nyanyi reggae,” canda Puti disambut tawa hadirin.

Para relawan kemudian meminta dinyanyikan lagu “Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur”, jingle kampanye Gus Ipul-Puti Guntur. Suasana sontak menjadi gemuruh.

Di Lumajang, cucu Bung Karno itu juga berkunjung ke Pasar Baru. Ia disambut para pedagang dan diajak foto bersama.

“Ini to cucunya Bung Karno. Kami ingat dulu perjuangan beliau. Sejarah jangan dilupakan ya,” ujar Bu Endang, penjual rujak, kelahiran 1950. (goek)