Selasa
11 Agustus 2026 | 5 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Diana Sasa Berharap Upacara Kebo Ketan Menjadi Ikon Ngawi

PDIP-Jatim-Diana-Sasa-17102021

NGAWI – Peristiwa seni berdampak ekologis yang dikenal dengan sebutan Upacara Kebo Ketan (UKK) di Kabupaten Ngawi digelar untuk kali keenam siang ini, Minggu (17 Oktober 2021) di rumah tua desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren. UKK yang sesungguhnya merupakan sebuah kampanye penyelamatan lingkungan di mata air Sendang Margo dan Sendang Ngiyom ini diinisiasi oleh Lembaga Kraton Ngiyom. Acara tersebut tahun ini digelar dengan sederhana dan terbatas.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Diana Amaliyah Verawatiningsih, atau yang akrab disapa Diana Sasa turut menghadiri upacara ini. Menurutnya, kehadirannya merupakan konsistensinya dalam mendampingi para pegiat seni.

“Kebetulan saya menjadi pengawas di Lembaga Kraton Ngiyom. Jadi, saya menghadiri upacara ini sebagai bentuk konsistensi saya mendampingi teman-teman pegiat seni dan lingkungan hidup, khususnya di Ngawi yang termasuk dapil saya,” ujar Diana.

Diana berharap, konsistensi para pegiat seni berkelanjutan ini kelak dapat menjadikan UKK sebagai upacara ikonik Kabupaten Ngawi.

“Upacara Kebo Ketan ini sudah enam tahun berjalan. Bukan hal yang mudah untuk menjaga konsistensi itu. Apalagi level acara ini sudah internasional karena melibatkan relawan, donatur dan media dalam serta luar negeri. Saya berharap Ngawi dapat lebih dikenal lagi dengan Kebo Ketan sebagai ikon budayanya,” jelas Diana.

Sementara itu, inisiator UKK, Bramantyo Prijosusilo, menjelaskan, bahwa UKK ke-VI kali ini memang peristiwanya direkam videonya terlebih dahulu untuk kemudian pada puncak acara akan disiarkan melalui kanal YouTube Kraton Ngiyon dan facebook @Kraton Ngiyom pada 23 Oktober mendatang.

“Kami harus bersiasat dengan situasi pandemi, bagaimana UKK ke-VI dapat terselenggara sesuai tradisi kami mengambil momentum Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Puncak penyelenggaraan UKK ke-VI masih dihelat seperti tahun lalu. Namun dalam tema “Slamatlah Rakyatnya, Slamatlah Putranya, Pulaunya, Lautnya” ini sesungguhnya UKK berlangsung sepanjang tahun,” urai Bram.

Bram juga menembahkan, bersama-sama masyarakat pihaknya akan terus berupaya menyelamatkan sumber mata air Sendang Margo dan Sendang Ngiyom beserta daerah resapan air di sekitarnya sepanjang waktu.

“Kami terus memperbaiki, melindungi, dan merawat lingkungan hidup. Dan juga memperbaiki, melindungi, dan merawat kesenian-kesenian rakyat yang sangat kaya di Nusantara,” paparnya.

Ia juga menegaskan, UKK juga merupakan suatu ekspresi seni budaya yang merayakan Maulud Nabi Muhammad SAW, yang didukung juga oleh para penganut agama-agama lain di luar agama Islam, sebagai ekspresi keagungan budaya Nusantara. (mmf/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...
SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...
KRONIK

Bupati Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...