Selasa
21 April 2026 | 3 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Rumah Kelahiran Bung Karno, Puti Rasakan Hawa Perjuangan Kakeknya

pdip-jatim-puti-rumah-kelahiran-BK1

SURABAYA – Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno atau Mbak Puti bertandang ke rumah kelahiran Sang Proklamator Soekarno (Bung Karno) di Surabaya, Senin (22/1/2018).

Mbak Puti datang bersama Wakil Wali Kota yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Whisnu Sakti Buana.

Oleh warga setempat Mbak Puti mendapatkan kehormatan kalungan bunga. Tarian khas Jawa Timur juga dimainkan sekelompok penari menyambut kedatangan Puti.

Di rumah yang terletak di Gang Pandean IV nomor 40 Peneleh Surabaya itu, Mbak Puti masuk ke kamar bagian depan tempat kelahiran Bung Karno, kakeknya. Dia ditemani Bu Jamilah, penghuni rumah tersebut.

Sesaat berbincang dengan penghuni, Mbak Puti meminta waktu sejenak untuk sendirian di dalam kamar. Pintu kamar pun dia tutup dari dalam.

“Saya ingin merasakan hawa perjuangan  yang dulu dilakukan eyang (kakek) saya,” katanya.

Sebelumnya, Mbak Puti didapuk untuk berpidato di tempat itu. Dalam pidatonya Puti memohon izin kepada warga setempat yang datang, jika dirinya mewakili keluarga Bung Karno untuk datang kembali, balik kampung ke Peneleh.

“Saya memang lahir dan besar di Jakarta. Tapi takdir memanggil saya untuk datang ke ufuk timur, ke Jawa Timur sebagai calon wakil gubernur. Mudah-mudahan ke depan ada kesempatan bagi kami untuk mengabdi di Jawa Timur,” ucapnya.

Untuk diketahui, rumah berukuran 5X14 meter tersebut telah ditetapkan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai bangunan cagar budaya pada tahun 2013.

Sebelumnya, telah dibangun prasasti yang ditandatangani pada 29 Agustus 2010 oleh Wali Kota Surabaya saat itu, Bambang DH. Di prasasti tertulis pula Pandean IV/40, 6 Juni 1901 (Kamis Pon). Tanggal 6 Juni 1901 adalah kelahiran Bung Karno.

Rumah ini dulunya milik ayah Sukarno yaitu Raden Soekemi Sosrodihardjo. Dia tercatat sebagai salah satu pendatang di kampung Pandean.

Sejak itu hingga sekarang rumah tersebut telah berpindah hingga lima kali. Rumah tersebut, sejak 1990, dibeli pasangan almarhum H Abdul Kadir Latif-Siti Hajaliyah orang tua dari Jamila. (hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Erma Susanti Dorong UMKM Perikanan Terintegrasi, Tak Cukup Produksi Saja

Erma Susanti dorong UMKM perikanan Blitar terintegrasi dari produksi hingga pasar, manfaatkan peluang program MBG. ...
KABAR CABANG

Gus Ipin Minta PAC PDIP Trenggalek Turun Langsung Atasi Kemiskinan

Gus Ipin menegaskan PAC PDIP Trenggalek harus menjadi pelayan masyarakat, fokus pada penanggulangan kemiskinan dan ...
HEADLINE

Hari Kartini 2026, Megawati Tegaskan Perempuan Jadi Cahaya Peradaban

Megawati Soekarnoputri menegaskan perempuan sebagai cahaya peradaban bangsa dalam peringatan Hari Kartini 2026. ...
PEREMPUAN

Puan Maharani: Perempuan Indonesia Harus Ikut Rancang Ruang Pengambilan Keputusan

Puan Maharani menegaskan perempuan harus ikut merancang ruang pengambilan keputusan agar perspektif perempuan hadir ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Madiun Gembleng Kader Muda di Sekolah Politik, Siapkan Mesin 2029

PDIP Kabupaten Madiun akan menggembleng kader muda melalui sekolah politik sebagai strategi menghadapi Pemilu 2029 ...
KRONIK

Indi Naidha Tekankan Akses Kerja dan Beasiswa bagi Disabilitas Jember 

Indi Naidha menegaskan pemerintah wajib memberdayakan penyandang disabilitas dan mendorong implementasi Perda ...