Sabtu
26 September 2026 | 7 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Rumah Kelahiran Bung Karno, Puti Rasakan Hawa Perjuangan Kakeknya

pdip-jatim-puti-rumah-kelahiran-BK1

SURABAYA – Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno atau Mbak Puti bertandang ke rumah kelahiran Sang Proklamator Soekarno (Bung Karno) di Surabaya, Senin (22/1/2018).

Mbak Puti datang bersama Wakil Wali Kota yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Whisnu Sakti Buana.

Oleh warga setempat Mbak Puti mendapatkan kehormatan kalungan bunga. Tarian khas Jawa Timur juga dimainkan sekelompok penari menyambut kedatangan Puti.

Di rumah yang terletak di Gang Pandean IV nomor 40 Peneleh Surabaya itu, Mbak Puti masuk ke kamar bagian depan tempat kelahiran Bung Karno, kakeknya. Dia ditemani Bu Jamilah, penghuni rumah tersebut.

Sesaat berbincang dengan penghuni, Mbak Puti meminta waktu sejenak untuk sendirian di dalam kamar. Pintu kamar pun dia tutup dari dalam.

“Saya ingin merasakan hawa perjuangan  yang dulu dilakukan eyang (kakek) saya,” katanya.

Sebelumnya, Mbak Puti didapuk untuk berpidato di tempat itu. Dalam pidatonya Puti memohon izin kepada warga setempat yang datang, jika dirinya mewakili keluarga Bung Karno untuk datang kembali, balik kampung ke Peneleh.

“Saya memang lahir dan besar di Jakarta. Tapi takdir memanggil saya untuk datang ke ufuk timur, ke Jawa Timur sebagai calon wakil gubernur. Mudah-mudahan ke depan ada kesempatan bagi kami untuk mengabdi di Jawa Timur,” ucapnya.

Untuk diketahui, rumah berukuran 5X14 meter tersebut telah ditetapkan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai bangunan cagar budaya pada tahun 2013.

Sebelumnya, telah dibangun prasasti yang ditandatangani pada 29 Agustus 2010 oleh Wali Kota Surabaya saat itu, Bambang DH. Di prasasti tertulis pula Pandean IV/40, 6 Juni 1901 (Kamis Pon). Tanggal 6 Juni 1901 adalah kelahiran Bung Karno.

Rumah ini dulunya milik ayah Sukarno yaitu Raden Soekemi Sosrodihardjo. Dia tercatat sebagai salah satu pendatang di kampung Pandean.

Sejak itu hingga sekarang rumah tersebut telah berpindah hingga lima kali. Rumah tersebut, sejak 1990, dibeli pasangan almarhum H Abdul Kadir Latif-Siti Hajaliyah orang tua dari Jamila. (hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Magetan Kibarkan Bendera Setengah Tiang Hormati Wafatnya Guruh Soekarnoputra

MAGETAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menginstruksikan seluruh jajaran pengurus ...
KRONIK

Kenangan Didik Nurhadi Bersama Guruh Soekarnoputra: Pesan PIP hingga Tolak Politik Uang

Didik Nurhadi mengenang kedekatannya dengan Guruh Soekarnoputra sejak 2014 sebagai Ketua BAGUS. Ia mengingat pesan ...
KRONIK

Geger Benda Purbakala Hilang, DPRD Sebut Jember Darurat Cagar Budaya

JEMBER – Dua batu yoni hilang dari Situs Pocangan, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Jember. Ketua Komisi B DPRD ...
LEGISLATIF

Komisi III DPRD Ngawi Pantau Pembangunan Pasar Beran

NGAWI – Pembangunan Pasar Beran di Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, mendapat perhatian dari Komisi III ...
SEMENTARA ITU...

Pemkot Surabaya Libatkan Gen Z dalam Refleksi Perobekan Bendera 2026

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melibatkan Generasi Z (Gen Z), mulai pelajar SMP hingga SMA, dalam ...
KRONIK

Fraksi PDIP DPRD Jatim Berduka, Renny: Kibarkan Bendera Partai Setengah Tiang untuk Guruh Soekarnoputra

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Guruh Soekarnoputra. ...